
didalam kamar Carissa merasa cemas karena rekaman video di handphone Carissa. akhirnya Carissa memilih untuk memberi tahu Astha dengan harapan supaya ia bisa lepas dari Astha.
" Astha liat ini" sambil menyodorkan handphonenya. Astha yang diam dan segera menekan tombol play padan video. Tamara batin Astha sudah tidak enak."Astha sebelumnya aku minta maaf karena aku telah mengambil video ini tapi Astha dengan video ini adalah bukti dari ku bahwa ayah ku tidak bersalah atas pembatalan pernikahanmu dengan Tamara, dan Tamara serta pacarnya lah yang bersalah. dengan bukti ini aku akan meminta penceraian untuk pernikahan kita dan aku bisa kembali menjadi diriku serta kamu bisa menjadi wanita lain." jelas Carissa panjang kali lebar.
__ADS_1
deg sakit yang menjalar ke seluruh tubuh itulah yang dirasakan Astha saat ini melihat orang yang ia cintai berselingkuh dengan pria lain. bahkan sampai kabur dari pernikahannya sendiri demi laki laki selingkuhannya.
kali ini ia tidak mau membuat bibinya bersedih kembali atas suatu fakta ini namun ia juga sedang terluka bahkan pikirannya saat ini seperti mau meledak. dan untuk sesaat ia melihat ke dalam sorot mata Carissa setidaknya di sana seperti ada hawa yang menenangkan. pikiran apa ini Astha. Astha menyadarkan dirinya sendiri. "baiklah kalau begitu aku pamit" ucap Carissa yang dengan spontan membuat Astha memeluk tubuh Carissa." maaf" ucap Astha saat sadar ia baru saja memeluk Carissa." kumohon bantu aku" ucap Astha dengan nada putus asa. "tetaplah disini sebentar aku mohon padamu aku ingin bibi merasa tenang" ucap Astha pelan." baiklah" jawab Carissa dengan canggung.
__ADS_1
Astha termenung menatap jendela dan sesekali melirik pada Carissa. rasanya Astha ingin menyangkal semua bukti itu ia tidak percaya Tamara seorang gadis yang sangat teramat di cintai olehnya bisa mengkhianatinya hanya demi laki laki yang tidak sebanding dengan Astha.
Astha masih merenungi dirinya apa kurangnya ia padahal Astha berwajah tampan, berbadan atletis, serta ia memiliki perusahaan yang bisa menjamin kehidupannya hingga anak cucunya nanti. sementara itu Carissa yang sedari tadi berbicara tapi tak di respon sedikit pun oleh Astha." Astha" panggil Carissa. "Astha" panggil Carissa lagi sambil menggoyangkan bahu Astha. kali ini Astha tersadar dari lamunannya. "ada apa? kenapa kau ribut sekali!" ucap Astha dengan nada sedikit marah. Carissa hanya diam dan memasang raut bingung.karna sekarang pria di depannya ini sedang tidak baik Carissa pun juga memaklumi hal itu namun ini baginya keterlaluan karna sedari tadi ia berbicara panjang lebar tidak ada respon yang di keluarkan oleh lawan bicaranya.
__ADS_1
"pergilah aku ingin sendiri!" sentak Astha secara tiba tiba. tentu saja Carissa kaget namun untungnya Carissa bisa merespon cepat dan segera berlari ke arah pintu."kau mau kemana?" tanya Astha. melonjak kaget Carissa baru saja ia memegang handel pintu." em keluar, tadi kan kau menyuruhku untuk menggagalkan mu sendirian kan" jawab Carissa dengan posisi membelakangi Astha dan masih memegang handel pintu.