Pengantin Pengganti Tuan Muda

Pengantin Pengganti Tuan Muda
Bab 17: Drama


__ADS_3

"kau itu memang bodoh atau pura pura polos" tanya Astha yang membuah Carissa langsung menjadi terintimidasi. hah apa batin Carissa kaget. ingin rasanya ia langsung membalas perkataan tuan muda yang menurutnya ta begitu tampan dan sombong ini, tapi ia takut jika surat perceraiannya tidak segera di proses.


Carissa membalikkan badannya dan memaksakan senyum di wajahnya."tuan Astha.ah tidak Astha." jawab Carissa yang sudah tidak bisa menahan amarahnya." Astha karna kau suamiku bukan berati kau bisa semena-mena. bila kau selalu seperti ini akan ku laporkan kau kepada bibi mu dan akan ku buat bibi mu mengurus surat perceraian ku dengan mu secepatnya." sambung Carissa.


" oh kali ini si buruk rupa sudah mulai sombong dan berani rupanya" jawab Astha diiringi senyum kecut. Carissa berusaha menahan emosinya, baru saja ia tampak lemah tapi aku rasa aku salah ia tidak pernah merasa salah atas apa yang terjadi. pantas saja Tamara melarikan diri.batin Carissa. ingin rasanya Carissa mengatakan ini tapi ia takut hal hal yang tidak ia inginkan terjadi di kemudian waktu.


Carissa menatap mata Astha sebelum ia beranjak dari tempatnya dan berbaring di atas tempat tidur.menarik selimut tinggi sampai menutupi seluruh tubuhnya. "hei monyet buruk rupa kenapa kau tidur!" sentak Astha. "bangunlah jangan tidur di tempat tidur ku" sentak Astha sekali lagi. namun Carissa sama sekali tidak menghiraukan Astha Carissa tetap diam dan berfokus untuk tidur sekarang. "aish. dasar monyet jelek" desah Astha karena tidak berhasil membuat Carissa meninggalkan tempat tidur. kali ini Astha memilih untuk tidur pada sofa.

__ADS_1


malam hari ini telah berlalu dan saatnya pagi menunjukkan mentari dan sinarnya.dengan perlahan Astha membuka matanya. senyum kecut mulai terkembang di bibirnya melihat perempuan yang semalam masih terbaring di atas tempat tidur dengan posisi yang semrawut.


Astha menginjakkan kakinya di lantai dan melakukan gerakan peregangan setelah itu berjalan menghampiri Carissa yang masih tertidur. semua bantal dan guling berserakan dan juga selimut yang tadi malah menggulung di pinggangnya.dan juga dari posisi semalam ia berputar 360 derajat, dia tidur atau atraksi si. batin Astha sambil mengamati Carissa yang masih tertidur. tanpa sadar Astha terpaku pada wajah Carissa yang masih tertidur dengan pulas "entah kenapa aku teringan gadis kecil itu" gumam Astha tanpa sadar.di iringi senyum yang terkembang di bibirnya ia bergegas mandi dan siap siap untuk acara mendatang.


tak terasa jam menunjukkan pukul 08.55. Carissa mulai membuka matanya ia tampak terkejut mendapati Yuna tersenyum di sebelah."astaga Yuna"ucap Carissa terkejut."selamat pagi nyonya, nyonya aku harap nyonya segera mandi dan bersiap karna nyonya ditunggu oleh tuan dan nyonya besar" ucap Yuna to the poin." eh Yuna kau berdiri di sebelah ku sejak kapan?" tanya Carissa sambil bangun dari tempat tidur."kurang lebih 47 menit yang lalu nyonya" jawab Yuna cekat. Carissa hanya mengangguk dan berjalan melenggang masuk ke kamar mandi dan bersiap. setelah kurang lebih setengah jam akhirnya Carissa siap dan berangkat ke tempat yang diminta oleh Astha.


oh jadi ini tempat yang dulu kau meninggalkanku dan aku harus pulang dengan jalan kaki. batin Carissa geram mengingat kejadian di hari itu, raut mukanya sudah mulai terlihat tidak enak. namun ketika ia melihat bibi yang duduk di samping Astha ia langsung mengkondisikan wajahnya."selamat pagi bibi" diiringi senyum yang manis di wajah Carissa."kau tau ini jam berapa hah?" jawab Astha. "bisa bisanya kau mengatakan pagi" sambung Astha.

__ADS_1


setelah acara itu selesai Astha langsung menarik tangan Carissa ke salah satu toko oleh oleh yang berada dekat dengan area mereka."mau kemana?" tanya Carissa yang kebingungan mengikuti langkah astha.namun Astha hanya diam dan langkahnya berhenti serta terpaku saat melihat ada sesosok wanita yang selama ini ta bisa lepas dari hatinya.


dan ya Tamara sedang saling merangkul dengan seorang pria. keduanya tampak asik menikmati kegiatan mereka memilih barang couple dan tertawa.tentu saja pasti sakit hati, kecewa, cemburu, dan perih dirasa Astha. lalu Astha menyadari sesuatu bahwa ia kali ini mengandeng seseorang wanita.


"kemari sayang" ucap Astha sambil menarik pinggul Carissa sehingga posisi mereka berhadapan. lalu Astha mengalungkan tangan Carissa di lehernya. "Astha apa yang kau lakukan" tegur Carissa terkejut atas apa yang kali ini Astha lakukan kepadanya. Carissa berfikir apakah Astha mabuk namun jika Astha mabuk nafasnya tidak seperti orang mabuk. ataukah ia bipolar. "tenang sayang kita biasa melakukan ini kan" ucap Astha lembut."kau gila ya" teriak Carissa berusaha melepaskan diri. menarik semua perhatian orang-orang yang berada di dalam toko itu tak terkecuali Tamara dan kekasihnya.


saat itu bibir Astha langsung menempel pada bibir Carissa dan membuat Carissa diam." maaf karna membuat keributan disini karna istri saya yang sangat saya cintai sedang sedikit ngambek" ucap Astha tanpa rasa bersalah telah mencium bibir Carissa tanpa izin.tamara hanya beraksi diam dan meninggalkan senyum yang mencurigakan.

__ADS_1


setelah itu Carissa segera berlari untuk meninggalkan tempat itu. baginya itu sungguh memalukan. itu ciuman pertamanya yang seharusnya ia berikan kepada suaminya nanti di masa mendatang.namun kali ini apa yang di lakukan Astha Carissa tidak bisa menerima ini ini sudah keterlaluan.


bagi Astha drama ini tidak cukup ia akan melakukan apapun agar Tamara kembali lagi padanya.


__ADS_2