Pengantin Pengganti Tuan Muda

Pengantin Pengganti Tuan Muda
Bab 4: Pernikahan


__ADS_3

gambarnya sekilas seperti ini yaa


__ADS_1


Dengan gaun bak putri dari negeri dongeng dan rambut hitam legamnya yang hanya digerai membuat penampilannya seperti sedang berada di negeri dongeng. sesat Astha pun terpana melihat perubahan dari Carissa namu ia kembali sadar bahwa yang berada di depannya ini adalah pengganti saja. "tambahkan sesuatu yang bisa menyamarkan wajahnya."


titah tuan muda yang langsung diangguki oleh semua orang. Carissa yang saat ini hanya merutuki dirinya sendiri karena ia saat ini benar benar terjebak dan bahkan ia maupun kedua orangtuanya tidak mampu melakukan apapun. Carissa hanya bisa mendengus kasar karena banyak orang yang kembali mendandani tampilannya.

__ADS_1


setelah penampilan dirasa bagus oleh Astha semua orang yang bertugas mendandani pengantin wanita yang sudah menyelesaikan tugas berat nya itu boleh meninggalkan ruangan yang sangat menegangkan. " berapa lama aku harus berpakaian seperti ini?" tanya Carissa tanpa rasa bersalah. bahkan Astha tidak memperdulikan pertanyaan Carissa."sampai acaranya selesai nona" jawab Yuna Dengan sopan. yang hanya di angguki oleh Carissa."masih lama tidak sih?" tanya lagi Carissa. kali ini Astha langsung mencengkeram dagu Carissa "ck ck ck apa kau tidak begitu sabaran sayang" ucap Astha sambil menyeringai tipis.


dengan perlahan lahan Carissa bangun dan bergegas keluar. "hei apakah ruangan pernikahan masih jauh ha? dan apa kau bisa memperkecil langkahmu gaun ini berat" ucap Carissa ketika berjalan sedikit berlari dengan menarik gaunnya di atas lututnya. "astaga kalau berhenti jangan mendadak, gaun ini berat" omel Carissa kepada Astha karena berhenti didepannya secara mendadak. dengan sabar Astha membenahi tudung Carissa agar terlihat rapi dan wajahnya samar." jaga agar tudung ini tetap seperti ini jika kau ingin identitas dirimu terlindungi" ucap Astha setelah selesai membenahi tudung Carissa. "oke" hanya itu yang keluar dari mulut Carissa.

__ADS_1


kemudian kedua mempelai memasuki altar pernikahan dan pernikahan pun terlaksana dengan tenang dan hikmat. setelah acaranya selesai kedua orang tua Carissa pun berbicara empat mata dengan anak sulungnya itu." kau tau kan adat yang berlaku di keluarga besar kita Carissa?" tanya ayah dengan perlahan " iya ayah satu pernikahan untuk seumur hidup" jawab Carissa dengan helaan nafas panjang. " tapi ayah tidak akan memaksa mu untuk mengikuti adat itu, dan jika kamu ingin bercerai ayah dan ibu akan ada di pihak mu karena pernikahan mu juga begini dasarnya" ucap ayah sambil menepuk tepuk pelan bahu Carissa.


" ayah mertua" suara yang sudah tidak asing lagi di telinga ayah Carissa. dan dengan drastisnya tatapan mata ayah berubah dari Hanga menjadi dingin.dan ayah langsung pergi meninggalkan putri kesayangannya itu dengan berat hati dan banyak rasa cemas serta khawatir. namun ibu masih berada di sana. ibu pun juga cukup ragu untuk mengatakan tapi jika ia tidak berbicara suaminya akan tambah sedih. " maaf sebelumnya tuan muda bolehkah nanti Carissa pulang dan tinggal bersama kami" tanya ibu dengan penuh keraguan." ibu mertua tidak perlu memanggil ku seperti itu cukup panggil Astha saja, dan untuk itu tentu saja boleh tapi hanya sampai esok pagi karena pagi besok adalah jadwal bulan madu ibu." jawab dan jelas Astha kepada ibu mertuanya itu. hanya senyuman bahagia dari ibu mertua Astha yang membalas jawabannya tadi.

__ADS_1


__ADS_2