
keesokan harinya Astha pergi rumah ayahnya.dan tanpa ragu ia melangkahkan kakinya masih kedalam rumah itu. "bibi" panggil Astha memastikan. "astaga Astha sayang" balas wanita tua itu dengan sumringah."Asta kau membuat bibi terkejut" ucap wanita itu sambil merentangkan tangannya, lalu Astha berhambur untuk memeluk wanita itu.
"bibi kapan kau sampai? apa ayah tau?. jika ayah belum mengetahui nya pasti ayah akan mengomeli bibi nanti." ucap Astha panjang kali lebar."ah baiklah nanti kau bisa sepuasnya mengadukan aku kepada ayahmu. tapi sekarang kemarilah ada yang ingin bibi bicarakan dengan mu.". Astha pun melangkah perlahan dan duduk di samping bibinya itu."ya bibi" sembari mengarahkan pandangannya ke bibinya.
"Astha jawab bibi dengan jujur ya" ucap bibi memulai.namun Astha hanya mengangguk kepalanya. " Astha kau sudah menikah kan?" tanya bibi dengan nada perlahan. Astha hanya terdiam dan menatap lekat bibinya itu. "Astha, sayang dengar kan bibimu ini nak. kali ini kau sudah menikah maka bersikaplah dewasa Karna kali ini kau juga harus bertanggung jawab terhadap istri mu" ucap bibi sembari menggenggam tangan Asta.
__ADS_1
"bibi juga ingin meminta maaf kepadamu Astha karna bibi tidak bisa hadir di pernikahanmu." sambung bibi. "tidak bibi memang seharusnya pernikahan itu tidak terjadi" jelas Astha. melihat reaksi bibi yang terkejut Astha pun melanjutkan ucapannya.
" bibi aku tidak menikah dengan Tamara tapi dengan Carissa seorang pengantin pengganti." sambung Astha. "Astha dengarkan bibi entah itu Tama atau orang lain setidaknya kau sudah harus bertanggung jawab kepadanya karna dia adalah istrimu Sekarang." ucap bibi memberi pengertian Astha. " tapi bibi aku tidak mencintainya" " tapi Astha kau belum mengenalnya kan?" sela bibi."apa kau tau sebuah pepatah yang mengatakan bahwa cinta itu bisa berawal Karna terbiasa" jelas bibi pada Astha."ya bibi" hanya kata itu yang bisa terucap dari bibirnya.
di lain waktu Carissa sedang berbincang hangat dengan Denta. teman lama sekaligus teman dekat sedari kecil yang sudah lama tak berjumpa sekian lama.
__ADS_1
" Denta kenapa kau bisa disini?". sambil melahap ice cream di tangannya Denta hanya mengangguk angguk. "ih Denta jawab yang bener dong!" paksa Carissa. membuat Denta terkekeh sebentar lalu " kau mau aku jawab apa? Hm?" ucap Denta sambil menaik turunkan alisnya."ish... nyebelin" ucap Carissa yang bersamaan dengan Denta. "ih kok ikut ikut sih!" jawab Carissa yang sudah mulai kesal, namun Denta malah senang karena Carissa adalah teman masa kecilnya yang bisa membuat kenangan akan masa kecilnya kembali terlintas di pikirannya.
kembali ke Asta dan bibi. "oh ya ngomong ngomong dimana istri mu itu? siapa tadi namanya?" tanya bibi.
" Carissa bibi, dia sedang ada di luar untuk bulan madu." jawab Astha pasrah. "apa aku yang gila atau justru kau Astha. kau membiarkan istri mu berbulan madu sendirian. sungguh Astha bibi tidak habis pikir akan apa saja yang kau lakukan. dia itu seorang perempuan sama seperti bibi dan ibumu." omel bibi.
__ADS_1
"tapi aku tidak mencintainya" jelas Astha pelan."Astha" panggil bibi kali ini dengan nada datar."apa kau akan melepaskan tanggung jawab mu sebagai suami, jika memang iya biarkan bibi melihat istrimu dulu. bila ia benar benar tidak layak bibi akan membantu perceraian mu." jelas bibi. "baik bibi" ucap Astha. Lalu setelahnya ia memerintahkan Alan untuk menyiapkan penerbangan ke tempat Carissa berada, dan pada malam ini juga.