Pengantin Pengganti Tuan Muda

Pengantin Pengganti Tuan Muda
Bab 23: Kenyamanan


__ADS_3

Carissa hanya diam sambil berusaha berfikir ia harus apa selanjutnya.


"baiklah sekarang kau berbaring lah di tempat tidur" ucap Astha yang membuat Carissa merasa ragu dan sungkan.


"tidak ada bantahan kau mengerti" kecam Astha pada Carissa.


perlahan tapi pasti Carissa mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang nyaman dan tak lama ia terlelap dengan pulas.


kini sinar matahari telah masuk melalui celah celah tirai yang menutupi jendela besar di depan tempat tidur itu.


Carissa mulai menyadari sesuatu, tubuhnya terasa berat dan sedikit sesak.


perlahan ia membuka matanya dan melihat apa yang ia takutkan.


benar saja ia berada di atas tubuh Astha yang besar dan kekar. tak hanya itu kedua lengan Astha melingkar memeluk tubuh Carissa.


dengan perlahan Carissa mulai menyingkap satu persatu tangan Astha.


adakah kejadian yang aku tidak ketahui tadi malam. batin Carissa sambil membuka koper yang berisi pakaiannya.


atau lebih baik aku cari tahu saja. sembari sesekali melirik Astha yang masih terlelap di atas tempat tidur.


kemudian Carissa memutuskan untuk mandi. dan berendam di dalam bathtub sambil memikirkan caranya ia keluar dari rumah ini dan tanpa menimbulkan masalah bagi keluarganya.


CLAKK...


pintu kamar mandi terbuka,namun Carissa tidak menyadarinya.

__ADS_1


"apa yang kau lakukan hah?" ucap Carissa sambil berusaha menutupi badannya di dalam bathtub.


Astha yang tiba tiba ikut masuk di dalam bathtub dan menyandarkan tubuhnya yang kekar ke dada Carissa.


"menurutmu apa. kau bisa lihat punggung ku kan" ucap Astha yang kemudian terdiam.


keadaan ini semakin canggung bagi Carissa.


"heh bodoh kenapa diam saja gosokan punggung ku" titah Astha.


"hah? apa katamu " ucap Carissa tidak terima.


"jangan lupa ini rumahku dan aku Tuan rumah dari rumah ini." ucap Astha ketus.


Carissa yang tidak bisa berkata apa-apa lagi kini hanya diam dan menggosok punggung Astha.


"hei wanita liar kenapa kau memakai bathtub ini tanpa izin" balas Astha.


"astaga apa katamu barusan" geram Carissa.


"ya wanita liar yang mengataiku pria sialan." jawab enteng Astha.


dengan perasaan kesal Carissa berdiri dan menunjukkan jarinya pada Astha. namun ia lupa bahwa tidak ada satupun Kain yang menanggal pada tubuh polosnya itu.


"dengar ya tuan Astha" tiba tiba ucapan Carissa terhenti saat melihat mata Astha yang mulai memandangi tubuh Carissa.


"ternyata kau juga menyembunyikan berlian juga ya" ucap Astha yang tidak bisa berkedip.

__ADS_1


dengan spontan Carissa kembali masuk kedalam bathtub lagi.


"keluarlah, aku ingin selesaikan ini" ucap Carissa sambil menutup tubuhnya yang ada di dalam air.


"baiklah" lalu Astha beranjak pergi di bawah shower dan menyelesaikan mandinya.


"setelah ini turunlah sarapan." ucap Astha sembari melilitkan handuk di tubuhnya.


hmm. hanya itu yang keluar dari mulut Carissa, ia begitu malu sampai tidak dapat bicara lagi.


bodohnya dia tidak ingat kalau tidak ada satupun kain yang menanggal pada tubuhnya dan ia berani menunjukkan tubuh polosnya di depan pria itu. pria yang menjengkelkan baginya.


keadaan saat sarapan


"pagi sayang" ucap bibi mengawali.


"pagi bibi" balas Carissa sumringah.


"bagaimana keadaanmu sayang. apa masih ada yang sakit ?" tanya bibi khawatir.


"tidak bibi aku sudah sehat bahkan sekarang aku sudah sangat sehat" jawab Carissa sambil tertawa.


Carissa merasa bahwa ia akan baik baik saja selama masih ada bibi yang peduli.


"oh ya kapan bibi kemari?" tanya Carissa.


"tadi malam sayang, bibi cemas tentang mu makanya bibi buru buru" .

__ADS_1


__ADS_2