
setelah membuat kesepakatan untuk rencana hidupnya dimasa mendatang. Carissa memilih untuk berjalan jalan di sekitar hotel untuk mengalihkan bad mood nya itu."menikmati angin sejuk memanglah alternatif terbaik" gumamnya pelan.saat ia tengah duduk pada salah satu bangku kursi taman pinggir hotel.
"maaf permisi boleh gabung duduk" ucap seorang gadis dengan nada yang sangat lembut."iya" jawab Carissa spontan.lalu gadis itu duduk perlahan di samping Carissa." lagi nunggu suaminya ya?" tanya gadis yang duduk di samping Carissa." hah engak kok" jawab Carissa ragu ragu." kalo gitu pasti sama kayak saya lagi nunggu pacarnya ya?" tanya gadis itu lagi ."engak juga si" jawab Carissa kikuk.dari kejauhan terdengar suara laki laki "sayang ayo"."mari,saya duluan ya " ucap perempuan yang duduk di sebelah Carissa."iya"jawab Carissa sambil menatap wajah gadis itu dengan jelas.
__ADS_1
tunggu sebentar seperti kenal ya? batin Carissa bertanya tanya."astaga dia Tamara" kecap Carissa spontan. lalu ia dengan cepat membalikkan tubuhnya melihat gadis itu sedang berjalan sambil berpelukan erat dengan seorang pria. apakah itu Astha? tanya Carissa lagi. tapi jika itu kenapa tinggi dan posturnya berbeda ya kurasa, atau mungkin itu memang Astha tapi kenapa suaranya tidak seberat suara Astha. batin Carissa bingung."ck,ck,ck,ck.. mengapa aku harus Bingung atas semua ini lagian sebentar lagi surat perceraian akan mengunggu ku kan." gumam Carissa mencari jalan pintas.
sementara itu saat Astha tiba di rumah."ayah" ucap Astha dengan nada datar namun dirinya juga kaget kenapa ayahnya bisa berada di rumahnya.
__ADS_1
" ayah akan urus pengacaranya" jawaban ayah sebelum kembali meneguk teh nya kembali. "tidak ayah aku akan mengurusnya sendiri" jawab Astha yang tidak mau kalau ayahnya ikut campur. hanya manggut manggut kemudian mata ayah Astha menatap mata anaknya itu." Astha jangan pernah kau menyentuh wanita itu jika kau ingin perceraian mu segera" lalu ayah Astha beranjak dari tempat itu dan pergi. meninggalkan sisa secangkir Teh di depan Astha, membuat Astha menatap lekat cangkir teh itu.kali ini apa yang di maksud ayah.batin Astha sambil masih menatap secangkir teh itu.
kembali ke Carissa.lalu Carissa memilih beranjak dari tempat duduknya dan melanjutkan berjalan jalan di sekitar hotel itu. hmm toko ice cream batinnya. "baiklah kali ini aku akan menggunakan pemberian dari Yuna" gumam gumam Carissa dengan bahagia.ia membeli satu cup ice cream rasa coklat dengan toping marshmellow warna warni. ia memutuskan untuk memakannya di dekat bibir pantai agar ia bisa menikmati keindahan pantai. setelah berjalan agak jauh akhirnya ia pun sampai.
__ADS_1
saat Carissa sudah melahap suapan pertama ice cream nya itu 'bruk'." ah ice cream ku" pekik Carissa, baru saja ia melahap satu suap ice cream nya itu sudah tersenggol oleh orang lain. " hei kalau jalan tu pakek mata dong!. jangan asal jalan aja!" oceh Carissa pada orang yang menabraknya itu."maaf... Carissa!" pekik orang itu."astaga Denta" balas Carissa.