Pengantin Pengganti Tuan Muda

Pengantin Pengganti Tuan Muda
Bab 8: Enam bulan


__ADS_3

hari itu saat sore menjelang Carissa sudah berada di kamar hotel."wah sungguh Beruntung aku kali ini" ucap Carissa sambil duduk di depan jendela besar yang berada di samping tempat tidurnya.sembari menikmati senja yang perlahan menghilang.lalu tidak lupa ia memutar musik di ponselnya dengan nada keras dan sembari menyeruput kopi hangat sungguh suasana yang sangat tenang.


Layaknya sang senja kau hadir dan memberi warna indah. Tapi tak berapa lama kau pun pergi dan mengganti warna indah itu menjadi malam.by; caeris.


astaga otakku sungguh mencerna suasana ini. batin Carissa sambil tersenyum dan membayangkan bahwa ia akan menjadi orang yang puitis.tak berselang lama tok'tok'tok' "nyonya" panggil dengan suara khas Yuna. Carissa yang terkejut segera membuka pintu dan membiarkan Yuna masuk. sementara itu di kamar lain Astha malah membayangkan wajah Carissa saat sedang tertidur di pesawat wajahnya begitu tak terlupakan."lan" panggil Astha untuk memecah pikirannya yang masih berkutik pada Carissa. "ya tuan" jawab Alan dengan sigap. " lan siapkan kontrak itu dan segera bawa padaku." titah Astha." baik tuan" jawab sembari melangkah meninggalkan Astha.lalu Astha merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang nyaman.

__ADS_1


tiba tiba terbayang wajah ceria Tamara saat ia menerima lamaran Astha. Astha yang saat ini sangat merasa sakit hati karena kepergian Tamara di hari pernikahannya. ia pun sempat marah kepada dirinya sendiri, apakah semua ini terjadi karena kesalahannya atau memang sudah takdirnya.


tanpa ia sadari bulir bening telah menetes di pipinya.


" tuan muda" panggil Alan membuyarkan semua kesedihan Astha. " tuan kontrak anda sudah siap" sambil menyodorkan map. " lan ikut aku" beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar Carissa.

__ADS_1


DRAK suara pintu terbuka dengan keras membuat semua orang yang ada di dalamnya terkejut. "astaga" teriak Carissa. "tuan muda" ucap Yuna pelan sambil berdiri dan berjalan menuju belakang Alan. tanpa rasa bersalah Astha melempar map itu di depan Carissa " baca itu dan tanda tangani." perintah Astha yang membuat Carissa geram namun ia harus menuruti Astha agar ia bisa kembali ke rumahnya dengan utuh dan selamat pikirannya.


perlahan tapi pasti tangan Carissa meraih map itu dan mulai membaca isi yang tertera. apa apaan ini kami harus bersama sebagai suami istri selama enam bulan. setelahnya akan ada perceraian. batin Carissa terkejut "apa apaan ini tuan muda?" tanya Carissa sedikit dengan nada tinggi."Alan jelaskan padanya" titah yang langsung dilaksanakan oleh Alan.


" begini nyonya anda akan berada di samping tuan muda selama enam bulan penuh setelah itu anda bisa melakukan hidup anda seperti sedia kala, dan setelah enam bulan anda akan menandatangani surat cerai. dan hitungan enam bulan itu akan di mulai Minggu depan nyonya." jelas rinci Alan."lalu bagaimana dengan statusku apakah aku akan menjadi janda atau aku tetap" tanya Carissa yang langsung dipotong oleh Alan. "status nyonya akan seperti sebelum menikah bila tidak ada yang mengetahui pernikahan anda dengan tuan muda, tapi bila hal itu bocor anda tau apa yang akan selanjutnya terjadi." tutur Alan memperjelas. Carissa yang hanya manggut manggut ia segera menandatangani kontrak itu.

__ADS_1


__ADS_2