Pengantin Pengganti Tuan Muda

Pengantin Pengganti Tuan Muda
Bab 18: Apa mau mu?


__ADS_3

Carissa menahan air matanya agar tidak jatuh sebelum ia sampai di kamarnya. saat ia berjalan menyusuri lorong hotel." Denta apa yang kau lakukan di depan kamarku?" tanya Carissa yang mendapati Denta berdiri di depan kamarnya."ayo ikut aku" ucap Denta singkat.


perlahan langkah demi langkah Denta dan Carissa menyusuri lorong lorong hotel hingga mereka berhenti pada suatu tempat. "Denta kita mau kemana?. kenapa hanya didepan lift saja, kita tidak mau masuk kah?". tanya Carissa penuh."Carissa" panggil Denta pelan. "Carissa tolong aku ya" ucapnya masih pelan.


minta tolong. batin Carissa yang semakin menjadi tidak enak.bibir Carissa hanya diam tapi sorot matanya menjawab. kenapa jawaban dari Carissa. kemudian kedua mata Carissa dan Denta bertatapan lekat.


tepat di depan lift. kemudian tangan Denta menggenggam kedua tangan Carissa. belum sempat mengucapkan sepatah kata. tiba tiba pintu lift terbuka.


dari dalam lift tampak 3 sosok orang 2 laki laki dan satu perempuan. Carissa pun melirik kedalam lift tersebut. "Astha" reflek Carissa. dengan secepat kilat memutar badannya membelakangi orang yang ada di dalam lift.


hal itu membuat bayangan di pintu lift semakin jelas. Astha tampak terkejut namun ia segera menetralkan wajahnya kembali."istriku sayang kenapa kau malah disini." dengan mimik wajah yang agak aneh sembari memainkan kedua alisnya. "siapa dia sayang, apa dia selingkuhan mu?" sambung Astha.

__ADS_1


belum sempat Carissa mengeluarkan alasannya. tangan Carissa kini sudah ada di dalam genggaman Astha. Carissa merasa kali ini sungguh menyebalkan. sekali lagi di dalam hidupnya ia harus berurusan dengan Astha setelah apa yang dilakukan kepadanya.


"tunggu kamarku kan" ucap Carissa terhenti karena bibir Astha sekali lagi menempel tepat di bibirnya.dengam reflek Carissa mendorong tubuh Astha menjauh dengan kuat. "aduh aduh pasutri ini membuat bibi iri saja" ucap bibi mengagetkan Carissa. "hei tuan jika ingin memuaskan istrimu bawa dia masuk ke kamar saja jangan di depan pintu" ucap bibi sambil tersenyum dan terkekeh.


"siap Baginda ratu" dengan sigap Astha membopong Carissa dan membawanya masuk ke dalam kamar.


"Yuna kau ikut aku dan Alan kau pun tak terkecuali" ucap bibi sambil memasuki kamarnya.


"tidak. aku tidak mau" menaruh kembali paper bag tersebut. "kenapa"diiringi sorot mata Astha yang menghardik. "apa kau ingin membuat bibi marah" sambung Astha."kenapa bibi harus marah kepadaku" tanya Carissa.


"sudahlah bersiap dan pakai itu lalu kau tidurlah di kasur" sambil berdecak kesal. " tidak mau pakaian ini terlalu terbuka dan menonjolkan hal hal yang tidak senonoh." bantah Carissa.

__ADS_1


tok...tok ...tok...sebuah ketukan di pintu terdengar. dengan sigap Carissa mengambil paper bag itu dan langsung berlari ke kamar mandi. Astha pun bangkit dari duduknya dan membukakan pintunya.


"ya bibi ada apa" tanya Astha ringan. "Astha bibi ingin meminjam pengering rambut ada kan" sambil mencoba melangkah masuk kedalam. "bibi pada tiap kamar kan sudah tersedia" jawab Astha sambil menghalangi bibi masuk ke dalam kamar. "aa baiklah kalau begitu bibi kembali dulu ya" ucap bibi sambil terkekeh. kali ini bibi belum menyerahkan untuk memastikan bahwa hubungan Astha dan Carissa baik baik saja.


di dalam kamar mandi Carissa menguping perbincangan mereka. baiklah kali ini aku tidak bisa menolak. batin Carissa yang terasa belum ikhlas bila benar benar harus memakai baju tersebut.


Carissa keluar dari kamar mandi langsung berlari dan melompat ke tempat tidur dan menutupi tubuhnya menggunakan selimut.melihat Carissa sudah ada di posisi yang tepat Astha melepaskan jas dan kemejanya. dengan telanjang dada Astha berbaring di sebelah Carissa.


"hei jangan anggap ini serius, termasuk ciuman kita hari ini karna itu formalitas saja di depan bibi" ucap Astha sambil menutup matanya dan merebahkan tubuhnya."apa" sentak Carissa. "kau orang bodoh dan aku tidak mau bila harus menghabiskan hidupku dengan orang seperti mu" ucap Astha tanpa dosa.


menahan air mata agar tidak menetes itulah yang dilakukan Carissa saat ini, walau suaranya sudah bergetar. "apa mau mu?"tanya Carissa menahan dirinya."hei nona konyol kenapa kau menangis seharusnya kau berterima kasih kepadaku karna apa yang telah aku lakukan hari ini menyelamatkan mu dari kemarahan bibi ku" ucap Astha tenang.

__ADS_1


__ADS_2