Pengawal Tampan Idolaku

Pengawal Tampan Idolaku
episode 11


__ADS_3

"Kak, Manda gak yakin pergi ke sana"


"Memangnya kenapa?"


"Manda takut mereka nolak kedatangan Manda"


"Harusnya kamu berfikir lebih posisi Man, jangan negatif terus"


"Iya tapi Manda ngerasa kaya gitu kak, itu perasaannya tiba-tiba muncul gitu aja"


"Kamu gak perlu khawatir, kamu kan sekarang sama kakak"


"Semoga aja ini cuma perasaan Maanda aja kak"


Selama perjalanan Manda terus mengarahkan Rayhan menunjukkan jalan menuju rumah pamannya.


"Kita udah sampai kak, itu rumahnya! "


"Oke" Kemudian Rayhan menghentikan mobilnya diluar halaman rumah tersebut.


"Ayok dong Man! " Ajak Rayhan turun.


Kemudian Manda melangkah menuju kedalam halaman rumah tersebut.


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum"


Namun belum terdengar suara sahutan dari dalam rumah. Beberapa saat kemudian pintu terbuka.


Ceklekkkkkkk


"Waalaikumsalam, cari siapa ya? " Laki-laki paruh baya yang membuka pintu tersebut terlihat bingung dengan kedatangan Manda dan Rayhan.


"Paman, ini Manda"


"Manda" Seketika Pamannya menangis melihat kedatangan Manda kemudian langsung menyuruh mereka duduk di kursi teras rumahnya.


"Paman Manda sama kak Rayhan kesini untuk menemui paman"


"Maafkan Paman ya nak, Paman sudah tega ninggalin kamu sendiri"


"Gak apa-apa Paman, kak Rayhan udah nampung Manda sejak saat itu juga, Dia juga membiayai kebutuhan Manda, sekolah Manda, dan sekarang Manda udah kuliah Paman" Tutur Manda.


"Terimakasih nak Rayhan, karena sudah menolong ponakan saya, sungguh saya merasa sangat malu dengan diri saya sendiri, harusnya saya tidak meninggalkan Manda, saya mencari Manda kemana mana tapi tidak menemukan nya" Ucap Paman Manda.


" Tidak apa-apa Paman, biarlah semuanya berlalu, sekarang kita perlu melihat kedepan" Ucap Rayhan.


"Sungguh Paman merasa bersalah nak"


"Oh ya Paman, bibi mana?" Tanya Manda.


"Paman sama bibi bercerai setahun yang lalu Man, setelah kepergian kamu, Paman mendapatkan tawaran pekerjaan karena dibantu sahabat mendiang Ayahmu, setelah itu Paman berencana untuk menjemput Manda hanya saja Paman tidak bisa menemukan Manda"


"Jadi Paman pisah sama bibi karena Manda" Manda menangis merasa bersalah, Rayhan berusaha menenangkan.


"Tidak Man, bibi kamu tidak pernah menghargai Paman meski sudah memiliki pekerjaan, Ia tetap dengan egonya selalu ingin menang sendiri, hal itu salah satu alasan kenapa Paman sampai pisah sama bibi kamu" Jelas pamannya.


"Kalau Nadia gimana? "

__ADS_1


"Nadia ikut ibunya, setiap bulannya Paman selalu transfer uang untuk biaya Nadia"


"Pasti sekarang Nadia sudah besar" Ucap Manda sedih.


"Man, kamu tenang saja Paman itu laki-laki bertanggung jawab sama seperti almarhum kakak Paman Ayah kamu"


Rayhan terus menyimak percakapan mereka, kemudian Rayhan sengaja mengeluarkan suara.


Ekheeemm


"Maaf nak Rayhan kami terlalu sibuk bertukar cerita"


"Gak apa-apa Paman, sebenarnya kami kesini ingin meminta restu dari Paman"


Paman Manda tampak bingung kemudian Manda menjelaskan kembali.


"Begini Paman, Aku sama kak Rayhan berencana akan menikah, tentunya atas restu Paman"


"Paman bingung harus berkata apa, jujur Paman bahagia sekaligus merasa sedih mendengar kabar ini, tapi dengan segala rasa terimakasih untuk nak Rayhan, mungkin dengan restu Paman belum bisa membalas kebaikan nak Rayhan, Paman bersedia merestui kalian, asalkan Manda bahagia"


"Saya janji saya akan menjaga Manda dengan baik Paman" Ucap Rayhan.


"Saya percaya nak"


"Rencananya kami akan menikah dalam waktu dekat ini, untuk sementara kami akan menikah secara siri dulu Paman, karena kami juga tidak enak kalau tinggal serumah tanpa ada ikatan"


"Lalu bagaiaman, kenapa tidak secara resmi juga"


"Karena prosedur nya memakan waktu lama Paman, kami juga harus nikah secara Dinas"


"Baiklah, kalau begitu kalian bisa nikah disini nanti Paman akan membantu menyiapkan acara akad nya"


"InsyaAllah bisa jika acaranya sederhana saja"


"Gimana Man" Tanya Rayhan.


"Iya sebaiknya secara sederhana saja kak, yang penting lancar"


"Untuk sementara kalian bisa tinggal disini" Ucap Paman.


"Baik Paman, mungkin hanya Manda yang akan tinggal, saya bolak balik saja, karena harus kerja"


"Baiklah kalau begitu Paman setuju"


"Makasih Paman sudah bersedia membantu"


"Tentu nak"


Mereka berbincang sambil merencanakan acara yang akan digelar tiga hari lagi, Paman Manda mulai menghubungi orang-orang yang dapat membantu penyelenggaraan acaranya.


Malam harinya Manda menyiapkan makan malam untuk Rayhan dan Pamannya, Ia menata makanan di meja makan dengan sangat lihai, karena Manda sudah terbiasa dengan pekerjaannya saat itu.


drrrrrrrtttt drrrrrrrtttt drrrrrrrtttt


Bunyi handphone milik Manda terus berbunyi, Manda segera meraih ponselnya.


"Assalamualaikum, ya hallo"


"waalaikumsalam, Heii loe kemana aja, gue cariin ke kostan loe tapi loe nya gak ada disana, kata ibu kost, loe udah gak disana lagi, loe keluar dari kostan"

__ADS_1


"sssttt, Mi loe kalau ngomong gak bisa di rem ya, jalan terus kaya kereta api"


"makanya jawab pertanyaan dari gue, loe tinggal dimana sekarang?"


"gue lagi dirumah Paman gue Mi, gue tiga hari kedepan bakalan absen kuliah, gue minta tolong buatin surat izin untuk gue, soalnya lagi ada acara keluarga"


"sejak kapan loe tinggal dirumah Paman loe?"


"besok kalau gue udah ke kampus lagi, gue ceritain semuanya sama loe"


"janji ya kali ini loe gak bakalan lolos, pokoknya harus cerita dari A sampai Z, gue gak mau tau titik".


" ihhh loe mah ngancem mulu kerjaannya, gue janji Mi loe tau kan cuma loe sahabat deket gue"


"oke gue percaya sama loe, ya udah deh gue tutup dulu kalau gitu, Assalamu'alaikum"


"Waalaikumussalam" kemudian telepon terputus.


tutttttt tuttttttt tutttttt


"Siapa Man? "


"itu Mia kak, Aku tadi minta tolong sama dia buat izinin ke Dosen, karena gak masuk tiga hari kedepan"


"Ya sebaiknya emang kamu dirumah aja, nanti kalau udah selesai acara akad nya baru kuliah lagi"


"Mmm iya kak, Paman mana ya Manda udah masakin nih buat makan malam"


"Iya Paman habis dari kamar mandi tadi, ayok kita makan sama-sama" ajak Paman.


"Baik Paman" ucap Manda dan Rayhan serentak.


Mereka menyantap makanan dengan nikmat, kebersamaan mereka saat ini begitu hangat, kebersamaan yang sempat menghilang cukup lama kini bisa kembali mereka rasakan.


"Maaf nak Rayhan, apa orang tua nak Rayhan sudah tahu tentang pernikahan kalian? "


"Mmm saya gak punya orang tua Paman"


"Astaghfirullah, Paman gak tau nak"


"gak apa-apa Paman, saya sudah lama hidup sendiri, sejak kedua orang tua saya meninggal, saya dan Manda punya nasib yang sama, keluarga saya ada tapi mereka jauh sekali Paman, mungkin sebaiknya saya beritahu setelah saya menikah secara resmi saja"


"tapi apa mereka tidak akan tersinggung jika nanti nak Rayhan tdiak mengabari mereka?" tanya Paman lagi.


"nanti saya beritahu lewat telepon, namun kadang susah untuk menelpon kesana Paman, karena signal di sana buruk"


"ya sudah semoga akad nya dipermudahkan dan bisa berjalan dengan lancar".


Malam ini mereka mulai menyusun lembaran demi lembaran yang akan mereka ukir dalam acara sakral yang akan mereka adakan, rasa cemas dan bahagia muncul menjadi satu seakan diolah dalam hati mereka, mungkinkah ini yang namanya takdir, dipertemukan karena sebuah ikatan batin.


Rencana Tuhan memang tidak pernah bisa ditebak, segalanya terjadi atas dasar skenario yang sudah Tuhan tulis untuk setiap hambanya, akhir dari sebuah penantian, akhir dari sebuah pengajaran bahwa kesabaran bisa membawamh menuju hal yang lebih baik.


*****


...Hallo rider mohon maaf sebelumnya...


... riders Author yang cerewet ini, tidak bosan bosan ya mengingatkan untuk mendukung Author dengan cara like, favorit, vote, bintang ⭐ 5 dan jangan lupa komentar, salam manis untuk kalian semua para rider ❤💞...


Terimakaih sudah setia membaca sampai Bab ini 🙏🙏🙏

__ADS_1


...Dukung juga karyaku yang sedang mengikuti lomba team ya kasih vote banyak banyak terimakasih ✌🙏🙏🙏🙏...


__ADS_2