
Sementara ketika sedang asyik menunggu taksi bersama Mia, Manda teringat akan sesuatu yang Ia tinggalkan di Cafe tadi.
"Ya Tuhan, Mi gue ninggalin belanjaan gue di Cafe! "
"Astaga Man, loe gimana sih ceroboh banget" Ucap Mia terkejut.
"Ya udah deh gue balik dulu mumpung belum jauh ni" Dengan cepat Manda berlari meniggalkan Mia.
"Gue ikut Man! "
"Jangan, loe pulang aja, nanti kemaleman pulangnya. " Pinta Manda sambil berlalu pergi.
Akhirnya Mia pulang meninggalkan Manda.
Sesampainya di Cafe Manda langsung bertanya pada seorang karyawan yang ada di meja dekat kasir.
"Mbak, tadi saya ketinggalan barang belanjaan, di meja no10, tapi sepertinya barangnya sudah tidak ada" Jelas Manda pada karyawan didepannya.
"Ohh, iya mbak, barang Anda tadi sudah kami amankan, tunggu sebentar ya mbak! "
Manda menunggu karyawan Cafe tadi sampai kembali lagi.
"Apakah barang ini yang Anda maksud? " Tanya karyawan Cafe sambil menunjukan bungkus plastik yang ada ditangannya.
"Benar mbak, makasih banyak ya mbak" Ucap Manda kepada karyawan Cafe.
"Sama-sama mbak. "
Setelah itu Manda bergegas keluar dari Cafe agar cepat sampai di rumah.
Waktu menunjukkan pukul 20.15, karena balik ke Cafe dan jalanan sangat macet, untuk menghemat uang jajannya, Manda menaiki angkot untuk pulang kerumah, namun terpaksa harus turun di persimpangan jalan.
"Huhh, kenapa harus sepi begini sih" Gerutu Manda terus menerus sambil berjalan dengan langkah hati hati.
Tidak lama dari kejauhan tampak seorang laki-laki mengikutinya dari belakang.
"Ya Tuhan, apalagi ini" Manda membatin sambil mempercepat langkahnya.
****
Di rumah
Rayhan tampak khawatir dengan keadaan Manda, tanpa berfikir lama Rayhan berjalan keluar untuk memastikan Manda baik-baik saja.
Sesampainya di sebuah jalanan yang sepi Rayhan tampak melihat seorang gadis berlari ke arahnya.
Dengan cepat Rayhan menghampiri gadis yang berlari itu dan.
Brukkkkkkk
Gadis itu menabrak Rayhan dan hampir terjatuh karena dada bidangnya, namun dengan kuat Rayhan menahan tubuh gadis itu agar tidak terjatuh.
Dengan nafas yang terengah-engah gadis itu membuka matanya dan mendongakkan wajahnya ke atas.
"Kak Ray" Ucapnya lirih.
Namun Ray hanya diam dengan raut wajah yang tidak seperti biasanya, Rayhan seperti sedang marah, tanpa suara Rayhan menarik tangan Gadis itu kembali ke rumah.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan pintu rumah, dengan kasar Rayhan membuka pintu dan menarik gadis itu masuk kedalam dengan, bahkan pintu rumah yang tadinya terbuka Ia banting keras hingga tertutup kembali.
"Kemana kamu sampai malam begini" Tanya Rayhan sedikit emosi.
Manda hanya diam tanpa berkata apa pun, merasa takut dengan sikap Rayhan kepadanya, Manda memalingkan wajahnya sambil mengusap air yang jatuh di pipinya.
Namun melihat keadaan Manda seperti itu belum bisa membuat emosinya mereda.
__ADS_1
"Kenapa diam, kamu gak mau jawab" Gertak Rayhan.
"Kak, Manda mau istirahat, Manda capek banget" Ucapnya lirih.
Namun dengan kasar Rayhan mencengkram tangan Manda sampai membentur dada bidangnya.
"Belum pernah kakak semarah ini sama kamu Man" Ucap Rayhan tepat di telinga Manda.
Seketika Manda menangis tanpa suara namun air matanya terus menetes membasahi pipinya.
"Maaf kak, Manda tadi ketinggalan sesuatu jadi Manda kembali mengambilnya lagi, dan Manda gak tau kalau Manda bakalan pulang sampai semalam ini" Jelas Manda.
"Lalu kenapa kamu lari tadi"
"Itu karena Manda merasa takut" Manda membuang wajahnya ke arah lain menghindari tatapan Rayhan.
"Kamu sadar gak kalau kamu udah buat kakak khawatir"
"Untuk apa mengkhawatirkan Manda, bukanya kakak lagi asik jalan sama Hana"
"Maksud kamu? "
"Iya, Kakak membuat Manda berharap lebih sama Kakak, kita diluar seperti orang asing, sedang bersama gadis lain Kakak tampak begitu mesra! "
Entah dari mana keberanian itu datang, Manda membentak Rayhan dengan berbagai macam tuduhan yang belum tentu benar, namun jika dipikir lagi Manda juga sangat tersiksa menahan segala unek-unek tentang kedekatan Rayhan dengan Hana.
"Bukankah hal ini sudah pernah kita bahas sebelumnya? "
"Tapi tetap saja Aku bingung dengan sikap Kakak sama Manda, atau mungkin kakak cuma anggap Manda hanya sebagai gadis pelampiasan sesaat saja" Dengan wajah yang putus asa Manda mengusap matanya yang mulai panas.
"Man, kakak cuma gak mau terjadi apa-apa sama kamu, kakak gak mau berdebat" Ray membelakangi Manda.
Baru saja mulai melangkah Manda kembali memancing emosi Rayhan.
Manda berlari menuju kamar, sedang Rayhan segera berbalik dan mengikuti dari belakang, ketika sudah berada di kamar Manda, Rayhan meraih tubuh Manda kemudian melemparkan tubuh itu ke atas ranjang.
"Man, kamu benar-benar keterlaluan"
Rayhan mengunci tubuh manda hingga tak berdaya, Rayhan ****** bibir kecil itu dengan kasar, tak sampai disitu Rayhan menyusuri bagian leher Manda kemudian memberikan gigitan kecil, hingga meninggalkan bekas ******** dibagian sana.
Manda hanya bisa pasrah mendapat perlakuan kasar dari Rayhan, Ia tidak tahu jika Rayhan akan sangat marah dengan ucapannya.
"Kak Ray please, stop kak"
Menyadari keadaan Manda yang tak berdaya itu, Ray bangun dari tubuh itu sambil mengusap rambutnya kasar.
"Kamu salah Man, kamu menuduh Kakak dengan tuduhan yang menyakitkan" Ray menyesali perbuatannya terhadap Manda.
"Kakak fikir kamu udah faham dengan semua penjelasan Kakak, apa kamu tahu kakak benar-benar khawatir sama kamu, terlebih lagi dengan kejadian yang dulu pernah kamu alami, harusnya kamu bisa ngerti Man"
Namun Manda hanya bisa menangis sampai sesenggukan di ranjangnya.
"Kakak kecewa sama kamu Man, apa perasaan Kakak sama kamu gak ada artinya buat kamu? "
"Kak Ray please, cukup Manda tahu kalau Manda salah, Manda terlalu kekanak-kanakan, Manda cuma mikirin diri sendiri" Suara Manda terhenti karena tenggorokannya terasa kering.
"Tapi, kakak harus tahu perasaan Manda sama Kakak itu udah buat Manda gila, udah buat Manda kehilangan akal, sampai melihat Kakak dekat dengan gadis lain Manda merasa sakit" Manda semakin menangis merasa tak sanggup jika Rayhan membencinya.
"Maafin Kakak Man" Rayhan memeluk Manda yang tengah menangis sesenggukan.
"Please kak, jangan pernah membenci Manda"
"Kakak gak pernah benci sama kamu Man, tapi Kakak minta sama kamu jangan lagi mempermasalahkan Hana, Dia itu hanya anak dari atasan Kakak tidak lebih"
"Apa Kakak sayang sama Manda"
__ADS_1
"Jika mengkhawatirkan kamu sampai sejauh ini, apa bukan sayang namanya"
"Aku butuh pengakuan Kakak! "
Cuppppppppp
Dengan lembut Rayhan mengecup bibir itu sangat lama, bahkan Manda sempat membalas perlakuan Rayhan. Setelah beberapa saat Rayhan melepaskan ciumannya.
"Kakak sayang sama kamu Man, jangan pernah ulangi kesalahan tadi, karena kamu segalanya buat Kakak"
Tanpa malu-malu Manda memeluk tubuh kekar itu sedang Rayhan membalasnya dengan dekapan dan sentuhan yang lembut, tidak seperti saat terjadi konflik tadi.
"Malam ini Manda pengen tidur sama kakak" Pinta Manda.
"Iya Kakak bakalan tidur di sini nemenin kamu" Apa Rayhan.
Rayhan ini ditepi ranjang sambil mengusap iya Manda dengan iya.
"Tapi kamu mandi dulu sana, Kakak tunggu iya disini"
"Iya Kak" Manda berjalan menuju kamar mandi dengan menenteng handuknya.
Selesai dari dari mandi Manda sudah siap dengan piyamanya, sedang Ray masih memainkan Hanpdhone miliknya.
"Udah selesai" Sambil melihat Manda yang tampak sudah segar berjalan ke arah ranjang.
Manda berbaring di atas ranjang atas menarik selimutnya hingga menutupi ini.
Ray masih bermain dengan Handphone miliknya.
"Kakak gak tidur? " Tanya Manda.
"Bentar lagi, iya tidur dulu gih" Iya Rayhan.
Manda memejamkan matanya namun aku bisa tidur, beberapa menit kemudian Rayhan mematikan lampu dan yang menyala hanya lampu kamar, Rayhan mengusap rambut halus Manda, membelai aoq yang tampak sangat cantik.
"Kamu berhasil membuat Kakak gak bisa jauh dari kamu Man, apa mungkin ini yang namanya cinta, jika ini cinta mungkin kakak telah jatuh cinta dengan gadis kecil sepertimu." Gumam Rayhan dalam hati.
Manda yang merasakan Rayhan menyentuhnya langsung membuka matanya.
"Kak Ray"
Suara Manda membuat Rayhan merasa jantungnya tidak beraturan, Rayhan seakan tersihir untuk menyentuh Manda lebih dalam, naluri laki-laki yang tiba-tiba muncul tengah menguasai dirinya.
Rayhan mencium lembut bibir itu, kemudian ******* dengan penuh perasaan, Rayhan terus bermain dengan bibir manis itu, Manda yang tadinya tidak merespon kini mulai menikmati setiap sentuhan dari Rayhan.
Merasa bahwa Manda menerima perlakuannya, Rayhan semakin berani mencium Manda sampai kebawah leher jenjangnya, mereka terhanyut menikmati kenikmatan itu.
Tangan Rayhan bahkan menyentuh bagian ***** yang masih terbungkus pakaian itu, Manda mulai mengerang mendapati sentuhan itu dari Rayhan, hingga membuat Rayhan semakin terprovokasi untuk melakukan lebih dan lebih.
Ketika mereka hampir sama-sama polos Rayhan menghentikan aksinya kemudian bangun dari ranjang panas itu.
"Man, maafin Kakak harusnya kita tidak melakukan ini" Rayhan keluar dari kamar Manda.
Manda terdiam merasa malu pada dirinya terlebih lagi Rayhan.
"Harusnya tadi Aku menolak, kenapa denganku, Aku ini terlihat seperti gadis murahan yang merelakan tubuhnya di sentuh laki-laki yang bukan muhrimnya" Gumam Manda membatin.
"Tapi anehnya Aku menginginkan hal itu" Manda menangis termenung sambil memeperbaiki pakaiannya, karena merasa lelah manda mulai tak sadarkan diri lalu tertidur.
*****
...Hayyyy para riders terimakasih sudah setia membaca sampai bab ini, dukung Author dengan cara like π favorit vote tambahkan favorit β€...
jangan lupa kasih semangat untuk Author agar bisa terus Up, karena dukungan kalian sangatlah berharga βΊβΊππ
__ADS_1