
Manda masih merasa canggung bertemu Rayhan, Ia masih menyalahkan dirinya, merasa tidak bisa menjaga dirinya sendiri, Ia merasa telah mengecewakan Rayhan, namun Rayhan tidak pernah merasa seperti yang Manda pikirkan.
"Man, kakak boleh masuk?"
"Iya," Manda membelakangi Rayhan.
"Man, kakak mohon jangan seperti ini, kakak gak bisa dicuekin gini sama kamu!"
"Kak, Manda udah gak pantes lagi buat kakak!"
"Aku mohon jangan pernah bilang begitu!"
Suara getar ponsel Rayhan terdengar, Rayhan langsung mengangkat panggilan dari ponselnya.
"Hallo"
"Iya Gus tolong atur ulang jadwalnya, sampai keadaan memungkinkan Gus!"
"Oke Gus makasih!"
Rayhan menoleh kembali memperhatikan Manda yang masih membelakangi dirinya, Rayhan bersedia mengalah asalkan Manda tidak bersikap dingin lagi terhadap nya.
"Assalamualaikum," ucap Mia dari ujung pintu.
"Waalaikumsalam masuk Mi," ajak Rayhan.
Manda masih dengan posisi yang sama, tidak ingin bertatap muka dengan orang lain, Mia merasa kasihan terhadap sahabat nya itu, Mia tidak sanggup melihat keadaan Manda seperti ini.
"Man, gue boleh ngomong sama loe gak?"
"Oke kalau gitu kakak keluar dulu ya," ucap Rayhan sambil melangkah pergi
"Loe gak mau ketemu gue Man?"
"Gue gak punya temen selain loe, bisa gak loe sembuh sekarang juga biar gue ada temen di kampus," Mia berusaha menghibur Manda.
"Mi, gue pengen pergi jauh Mi, gue gak mau disamping kak Rayhan lagi!"
"Man, kok loe ngomong gitu sih, kak Rayhan itu suami loe Man, dia tulus sayang sama loe, masak iya loe tega ninggalin dia gitu aja!"
__ADS_1
"Justru karena itu Mi, gue harus pergi ninggalin dia, gue ngerasa udah gak pantes lagi buat dia, harusnya gue udah gak ada lagi!" ucap Manda sedih mengeluarkan segala rasa yang mengganjal hatinya.
"Loe jangan bicara kaya gitu Man, gue tahu loe itu wanita yang kuat, selama ini loe bertahan hidup meski keluarga loe gak nerima loe, sebagai gantinya kak Rayhan datang buat nemeny hidup loe, apa loe tega tinggalin kak Rayhan sendiri disaat dia sayang banget sama loe!"
"Tapi mereka hampir melecehkan gue Mi, mereka dengan kasar merobek-robek pakaian gue, salah gue apa sama mereka, kenapa mereka tega nyakitin gue?"
"Loe yang sabar Man, gue yakin suatu saat loe akan dapat kebahagiaan yang semestinya, hari ini loe ngalamin hal yang sulit, dan besoknya loe akan dapat kebahagiaan, yakin Man!"
"Gue gak mau ketemu kak Rayhan lagi Mi, gue malu banget sama kejadian itu, harusnya gue bisa nyelametin harga diri gue!"
"Tapi mereka gak bisa nyentuh loe Man, dan kak Rayhan gak pernah mempermasalahkan apa yang sudah terjadi, bahkan dia masih setia nunggu loe berjam-jam cuma buat loe, jadi please jangan pernah sisa-siain orang yang selalu ada buat loe," jelas Mia mencoba meyakinkan Manda.
tok tok tok
"Boleh kakak masuk bentar?"
"Iya kak masuk aja!" balas Mia.
Rayhan membuka pintu itu kemudian membawa dua buang kantong plastik berisi makanan dan minuman, Rayhan sengaja tidak langsung bicara atau bertanya kepada Manda karena merasa takut jika Manda kembali menjauhi dirinya.
"Mi," menyebut nama Mia.
"Iya kak."
"Oke, ada lagi kak?"
"Bilang juga sama dia kalau kakak gak bisa hidup tanpa dia!"
"Oke siap kak."
Namun percakapan Rayhan dan Mia malah membuat Manda kembali meneteskan air matanya, Manda terlihat menghapus bulir-bulir yang sedari tadi membasahi pipinya.
Karena hari ini Manda sudah boleh pulang, Rayhan meminta Mia menemani Manda untuk sementara waktu, karena Rayhan harus mengurus kepulangan Manda dengan pihak rumah sakit.
Mia berusaha menyadarkan Manda dengan perkataan yang sangat hati-hati, sehingga Manda bisa menerima ucapannya dengan baik, Ia tidak ingin sahabat nya itu terus-menerus bersedih sampai harus melupakan laki-laki yang sudah setia menemani dirinya dalam suka maupun duka.
"Mi, bantuin kakak siapin barang-barang yang mau dibawa pulang ya, kakak mau ke depan dulu!"
"Baik kak."
__ADS_1
"Loe mau ganti baju gak, gue bantuin!"
"Mmm iya Mi."
Manda mengganti baju nya dengan baju yang sudah dibawakan Rayhan dari rumah, semua barang kebutuhan sehari-hari lengkap dibawa Rayhan, sepertinya persiapan Rayhan menemani Manda di rumah sakit benar-benar dipersiapkan dengan baik olehnya.
"Man, kak Rayhan orangnya benar-benar siaga banget ya, keperluan loe buat sehari-hari dia hafa banget dari yang dalam sampai yang paling liar."
"Mi dari tadi loe muji-muji kak Rayhan terus loe punya rencana apa?" tanya Manda sambil mengenakan baju gantinya.
Mia hanya tersenyum menanggapi Manda yang sedikit menginterogasi nya, beberapa menit kemudian Rayhan kembali ke kamar Manda.
"Apa semuanya sudah siap?"
"Iya kak udah selesai nih."
Rayhan membawakan kursi roda untuk Manda menuju pintu keluar rumah sakit tersebut, setelah mobil yang akan mengantar pulang tiba, Manda turun dari kursi roda dengan hati-hati karena luka tembak yang mengenai perutnya masih belum kering.
Rayhan membantu Manda masuk kedalam mobil sedang Mia mengikuti dari belakang, sambil memasukkan barang yang dibawa dari rumah sakit.
Tidak ada pembicaraan pada saat itu, Manda tetap dengan sikapnya, sedang Rayhan juga tidak ingin membuat Manda merasa sedih, mendengar ucapannya yang mungkin bisa membuat Manda teringat akan hal yang tidak diinginkan.
Sesampainya mereka dirumah, Rayhan meminta Mia membuka kunci pintu sedang Rayhan membantu Manda untuk turun dan masuk kedalam rumah.
"Apa masih sangat sakit Man?"
Manda menggeleng menjawab pertanyaan Rayhan, Mia menoleh ke arah mereka, merasa kasihan terhadap Rayhan yang mendapat perlakuan itu oleh Manda, bukan maksud Manda mengabaikan suaminya itu, namun Manda sadar akan sesuatu yang membuat Ia merasa bahwa Rayhan tidak pantas jika terus bersama nya.
"Kamu mau tidur dimana, di kamar kita atau," suara Rayhan tertahan ketika Manda melangkah menuju kamarnya yang dulu.
"Kak Rayhan yang sabar ya, mungkin untuk sementara ini, Manda masih butuh waktu sendiri, Ia ingin melupakan semua kejadian yang menimpa nya!"
"Kamu benar Mi, kakak mau order makanan dulu ya!"
Rayhan sebenarnya sangat sedih dengan sikap Manda namun apa boleh buat, semua butuh proses, meski ini pertama kalinya Manda bersikap dingin, Rayhan berharap besok Manda bisa kembali seperti sebelumnya.
Manda terus memikirkan hubungannya saat ini dengan Rayhan, menjalin sebuah hubungan bukan lah hal yang mudah, bagaimana mungkin Manda akan memutuskan hubungan hanya dengan sekejap mata, Rayhan selama ini sudah banyak berkorban untuk dirinya, Rayhan laki-laki yang telah rela membawanya pulang disaat keluarga nya tidak menginginkan nya, Manda menyadari kesalahannya terhadap Rayhan.
...Salam hangat untuk para rider, Author harus istirahat sejenak untuk up, karena beberapa kendala dari kondisi badan yang kurang fit sampai urusan rumah yang belum kelar, mohon maaf ya guys 🙏🙏🙏🙏...
__ADS_1
...Silahkan dukung Author dengan cara like 👍, favorite, vote, rating 5 dan jangan lupa komentar 😍😍😍...
...terimakasih riders...