
Bruuuukkkkkkkk
Manda tiba tiba terjatuh disamping Rayhan, beruntung Manda tidak sampai menindih tubuh laki laki itu, meski dengan tubuhnya yang kekar dapat menahan berat tubuh Manda, namun tetap saja hal itu dapat membuat cedera pada laki-laki itu.
"Huhhhhh, hampir saja" Manda mengusap matanya perlahan.
"Apanya yang hampir? " Tanya Rayhan tiba-tiba, membuat Manda sangat terkejut.
"Mmmm, anu Kak, Manda jatuh dari ranjang" Ucap Manda merasa tidak enak karena sudah membangunkan Rayhan.
"Haahahaha, kok bisa jatuh sih, dasar ceroboh" Ucap Rayhan santai.
"Kakak, gak marah sama Manda? ".
" Ngapain harus marah, kakak malah khawatir sama kamu" Jawab Rayhan.
"Maaf ya Kak, Manda gak sengaja".
" Gak apa-apa kok, begini lebih baik" Rayhan meraih Manda dan membawanya kedalam pelukannya, bahkan Rayhan mencium puncak kepala Manda dengan lembut.
"Kak" Panggil Manda lirih.
"Iya" Jawab Rayhan singkat karena masih menikmati kedekatannya dengan Manda.
Manda terdiam cukup lama sehingga membuat Rayhan penasaran padanya.
"Apa Man, kamu mau bilang kalau kamu suka dipeluk Kakak kan, hahahaha" Rayhan tertawa geli karena ucapannya sendiri.
"Apa-apaan sih kak, lepasin Manda" Sambil mencoba melepaskan diri dari Rayhan.
Namun Rayhan malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Udah kamu diam aja kalau dipeluk Kakak, lumayan kan dapat pelukan dari cowok Idola" Ucap Rayhan membanggakan diri.
"Idola dari mana Kak? " Ucap Manda menyangkal.
"Idola anak-anak ABG lah, siapa lagi".
" Ihhhh, nyebelin, terus Hana itu siapanya Kakak? " Tanya Manda dengan ketus.
"Bukan siapa-siapa, Dia itu cuma anak atasannya Kakak" Jelas Rayhan.
"Masak sih, tapi kok mesra gitu ya" Sambil memalingkan wajahnya.
"Kamu cemburu? " Tanya Rayhan sambil menatap Manda dengan nitens.
"Nggak tau deh" Jawab Manda ngasal.
"Kakak mau cerita sama kamu, tapi kamu jawab Kakak dulu dengan jujur! " Pinta Rayhan serius.
"Apa? " Tanya Manda cuek.
__ADS_1
"Kamu setuju atau tidak, jawab dul!" Pinta Rayhan.
"Oke, Aku setuju" Ucap Manda masih dengan cueknya.
Rayhan meraih dagu Manda menghadap dirinya dan bertanya dengan raut wajah yang sangat serius.
"Kamu cemburu? " Rayhan penasaran dengan jawaban Manda.
Deg deg deg deg
Suara denyut jantung mereka seakan saling bersautan, jantung Manda terus berdegup kencang melihat tatapan Rayhan yang begitu serius, sedang jantung Rayhan berdegup kencang karena menunggu jawaban dari Manda.
"Memangnya boleh kalau Manda cemburu? " Tanya Manda.
"Tentu saja boleh" Jawab Rayhan sambil tersenyum.
"Iya Manda cemburu" Namun saat mengatakannya Manda malah menangis tidak sanggup melihat wajah Rayhan yang begitu dekat.
Rayhan kembali membawa Manda dalam dekapannya, dan mengecup puncak kepala Manda dengan penuh perasaan.
"Kakak, mau jelasin semuanya sama kamu Man, sebelumnya Kakak mau jujur kalau saat ini Kakak, merasa aneh sama kamu"
Bingung dengan perkataan Ray, Manda mendongakkan kepalanya, lalu dengan lembut Ray mengecup kening Manda yang sedang mendongak.
"Kamu dengerin Kakak, selama ini Kakak terus mikirin kamu, Kakak khawatir dengan keadaan kamu yang tinggal hanya seorang diri, lalu setelah Kakak pulang, Kakak sudah tidak lagi melihat sosok Manda yang dulu"Ray mengambil nafas dalam kemudian melanjutkan ceritanya.
"Kakak belum pernah dekat dengan seorang wanita, belum pernah Kakak merasakan cinta atau semacamnya, mungkin karena Kakak terlalu sibuk dengan pekerjaan Kakak, tapi semenjak Kakak bertemu kamu kemaren, setelah 3 tahun berlalu, untuk pertama kalinya Kakak merasa mengagumi sosok seorang wanita" Sambil tersenyum Ray membelai lembut rambut Manda.
"Kakak gak tau apa yang Kakak rasain sama kamu Man, tapi jujur cuma kamu yang bisa buat jantung Kakak berdegup sangat kencang, bahkan sering tanpa sadar Kakak seperti terdorong buat nyentuh kamu, sungguh Kakak udah coba menahan diri, tapi gak bisa Man" Ray semakin mendekap Manda seolah takut Manda akan berpaling.
"Apa kakak salah Man, punya perasaan seperti itu sama kamu? "
"Kakak" Manda membalas pelukan Rayhan dengan kencang sambil menangis melepaskan segala rasa yang bercampur menjadi satu.
"Man, Kakak gak bisa nolak, jika harus mengawal Hana ke Kampus, karena keselamatan Hana itu adalah tugas kakak dari Ayahnya"
Manda mengangguk mengerti.
"Kemudian tugas Kakak sebagai pengawal pejabat negara itu cukup beresiko Man, Kakak harus siap dengan berbagai serangan yang datang secara tiba-tiba, karena itulah selama 3 tahun kakak harus fokus dengan tugas kakak"
"Bahkan kakak harus bolak balik keluar negeri hanya untuk mengikuti latihan"
"Kamu masih dengerin kakak kan? " Tanya Rayhan.
Manda kembali mengangguk.
"Man, Kakak bisa ditugaskan lagi sewaktu-waktu dan Kakak harus siap akan itu"
"Bagaimana dengan perasaan kamu sama kakak Ma? " Tanya Rayhan pada Manda.
"Manda sayang sama Kak Ray, selama 3 tahun ini Manda selalu berharap Kakak bisa membalas perasaan Manda, namun Manda takut jika perasaan Manda malah membuat Kakak benci sama Manda" Dengan mata yang berkaca-kaca Manda melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
"Apalagi semenjak Manda diusir dari rumah, Kakak menolong Manda dari preman-preman itu, lalu Kakak memberikan Manda tempat tinggal, tidak sampai disitu, kakak juga membiayai sekolah Manda bahkan sampai masuk Universitas".
" Manda memang bukan wanita yang dewasa Kak, tapi Manda yakin bisa membuat Kakak merasa nyaman".
"Memangnya umur kamu berapa? " Tanya Rayhan tersenyum mendengar ucapan Manda.
"19 tahun jalan kak".
"Berarti kamu masih bocah" Jawab Ray.
"Jadi Kakak gak mau nih sama Aku, ya udah gak apa-apa, banyak kok yang mau sama Manda".
" Ohh jadi diam-diam kamu pernah pacaran ya? " Tanya Rayhan kesal.
"Loh kok jadi nuduh gitu sih Kak! "
"Kamu sendiri yang bilang"
"Kapan Aku bilang gitu, Aku gak pernah ya pacaran, Aku itu gadis penurut Kak, gak pernah ngelawan"
" Oh ya, kamu bisa dipercaya gak? "
"Tentu saja, serius Kak Manda gak pernah pacaran"
"Kakak percaya sama kamu"
"Ya udah, sekarang udah tengah malam, yuk kita tidur, tapi di ranjang ya, badan Kakak pegal nih tidur dibawah"
"Hahhha tidur berdua kak? " Tanya Manda serius.
"Iya, lagian cuma tidur aja kok, janji gak bakalan macem macem"
"Ya udah deh"
Baru saja muali berbaring Rayhan malah memeluk Manda dengan genitnya.
"Katanya gak macem-macem? " Tanya Manda kesal.
"Cuma meluk aja kok, boleh ya? " Dengan nada memohon.
"Hmmm ya udah gak apa-apa, tapi awas kalau macam-macam"
"mau apa kalau Kakak macem-macem, nanti kali macem-macem kamunya yang kesenengan"
"ihhhh Kak please, katanya mau tidur, Aku udah ngantuk banget ni, gak bisa ditahan lagi"
"ya udah kalo gitu kamu tidur aja sambil Kakak peluk"
Malas berdebat Manda yang tidak tahan dengan rasa kantuknya mulai terlelap begitu juga dengan Rayhan.
*****
__ADS_1
...Salam Manis buat kalian dari Author, yang suka baca terus pantengin ya, kasih komentar yang membangun Author agar terus semangat nulis buat kalian, yang mau babnya lanjut terus, dukung Author dengan like 👍 sebanyak-banyaknya, kasih tip juga boleh, klik favorit juga. karena tanpa dukungan dari kalian semua Author kesulitan ngeluarin ide, terimaksi untuk kalian yang sudah setia baca tiap Bab, Salam dari Author 😉😉😉😉...