Pengawal Tampan Idolaku

Pengawal Tampan Idolaku
episode 22


__ADS_3

Seluruh isi kampus geger karena pasangan Rayhan dan Manda, bukan ini yang diinginkan Rayhan, namun apa boleh buat, Ia melakukan hal yang menurutnya paling tepat.


"Hari ini, kakak mau ke kantor urusin surat-surat nikah Dinas kita! . "


"Iya kak. "


"Kamu dirumah aja, jangan ke kampus dulu, tunggu kabar dari kakak selanjutnya. "


"Hmmm iya iya kak. "


Rayhan berangkat ke kantor dengan segala persiapan yang sudah Ia siapkan, hari ini Ia berencana akan mengurus surat nikahnya dan segala macam keperluan yang akan menjadi syarat nikahnya dengan Manda.


Sesampainya di kantor


"Gimana Gus, apa semua lancar."


"Iya Pak semua sudah saya siapkan, jadwal bapak juga sudah keluar. "


"Kapan jadwal saya Gus"


"Dua hari lagi Pak"


"Saya akan mengabarkan berita baik ini sama Manda Gus, dia pasti senang."


"Silahkan Pak, selamat ats pernikahannya Pak"


"Ahhh sudah lewat Gus."


"Tapi kan nikah resminya belum. "


"Hahaha iya iya"


"Uda malam pertama dong Pak"


"Hushhh gak baik nanyain itu!"


Sore harinya Rayhan pulang dari kantor untuk menemui Manda, Rayhan sudah tidak sabar ingin memberitahukan Manda terkait jadwal nikah Dinasnya yang sudah keluar, namun pada saat Rayhan pulang kerumah Ia tidak menemukan keberadaan Manda.


"Man, kamu dimana Man, kakak udah pulang nih! "


Tidak ada sahutan dari Manda, keadaan rumah sedikit berantakan, Manda tidak biasanya pergi dalam keadaan rumah seperti ini, Rayhan masih memikirkan apa yang sedang terjadi.


"Tolong, tolong! "


Suara jeritan minta tolong dari arah luar, Rayhan langsung berlari mencari sjmber suara itu, sebuah mobil berwarna hitam melaju sangat kencang membawa Manda pergi, Rayhan mencoba menelpon Agus.


"Gus kamu bantu saya mencari Manda, dia diculik, kamu cari saya lewat GPS, karena saya akan menyusul Manda lebih dulu. "


Rayhan mengendarai mobilnya mengejar mobil yang membawa Manda pergi, Rayhan kehilangan jejak, Ia melihat GPS untuk mencari keberadaan Manda namun gagal ponsel Manda sepertinya tertinggal dirumah.


"Man, dimana kamu, berikan petunjuk Man, " gumam Rayhan takut Manda kenapa-kenapa.

__ADS_1


Rayhan sampai disebuah jalanan yang sangat sepi, berjejer bangunan tua yang tidak terpakai, Rayhan terus mencari hingga Ia menemukan mobil hitam yang tadi.


Rayhan berlari menghampiri mobil itu.


"Ahhhhh, aaaaaaaa," suara teriakan kembali terdengar.


Rayhan mendapati Manda tengah tergeletak tak berdaya, baju yang ia pakai koyak, entah apa yang terjadi Rayhan tidak tahu.


Sedang beberapa orang dengan wajah ditutup itu masih berdiri dihadapan Manda membawa sebuah senjata api.


"Jangan mendekat kak, Aku mohon jangan kesini! "


Rayhan tidak mendengarkan Manda sama sekali, Ia berhasil menjatuhkan senjata milik penjahat itu, dan perkelahian tidak bisa dihindari, Rayhan berhasil melumpuhkan beberapa penjahat, naas penjahat yang lain mengancam menembak Manda jika Rayhan terus melawan.


"Berhenti atau gadis ini akan mati," ancam salah seorang penjahat itu.


Rayhan disekap penjahat tersebut kemudian senjata kini mengarah kepadanya, ketegangan mulai terjadi lagi, Rayhan sudah siap dengan resiko yang akan Ia Terima, namun tidak dengan Manda, ketakutan Manda semakin menjadi ketika penjahat tersebut mencoba menekan pelatuk senjata api tersebut.


Dorrrrrrrrrrrr


Agus dan teman-temannya tiba setelah bunyi tembakan itu terdengar, mereka meringkus penjahat tersebut sedang salah seorang dari mereka berhasil melarikan diri.


Rayhan merasa tidak berdaya, air dimatanya jatuh begitu saja ketika melihat Manda yang bersimbah darah, Manda masih memegang bagian perutnya, hingga Ia tidak bisa lagi bertumpu pada kakinya.


Rayhan menangkap tubuh itu dengan tangannya, Ia tidak menyangka bahwa ini semua akan terjadi.


"Man, bangun Man, kita ke rumah sakit sekarang, kamu harus bertaha"


"Sus cepat tolong istri saya Sus!"


"Baik Pak."


Manda langsung dibawa ke dalam ruang operasi, Rayhan menunggu dengan wajah yang sangat cemas.


"Maaf Pak kami datang terlambat," ucap Agus merasa bersalah.


"Tidak Gus, ini bukan salah kamu!"


"Bapak yang sabar, kita berdoa saja yang terbaik!"


******


Ditempat lain seorang wanita tengah kesal karena itu suruhannya tidak berhasil kabur dari insiden itu.


"Kalian memang tidak becus, percuma saya membayar kalian mahal!"


"Wanita itu terkena tembakan saya bu, ibu hanya menyuruh kami menculik tapi suaminya tiba-tiba datang menyelamatkan wanita tersebut, karena merasa gugup saya menembakkan satu peluru ke arah suaminya tapi wanita itu menghalangi bu!"


"Kalian sudah membuat saya dalam maslah besar, seharusnya kamu lebih hati-hati!"


"Baiklah sebaiknya kita sembunyi, jangan sampai polisi menemukan kita," sambungnya lagi.

__ADS_1


******


Di rumah sakit proses operasi sudah selesai, namun dokter tersebut masih belum keluar dari ruang operasi, Rayhan tengah gugup menunggu kedatangan dokter yang menangani isterinya itu.


Setelah beberapa menit menunggu dokter tersebut akhirnya keluar.


"Siapa wali pasien?"


"Saya dokter, saya suaminya!"


"Bisa ke ruangan saya sebentar!"


"Baik dok."


Rayhan berjalan mengikuti dokter tersebut masuk ke dalam ruangan.


"Boleh saya tahu apa yang sebenarnya terjadi Pak?"


"Pada saat saya baru pulang kerja, isteri saya dibawa beberapa orang dok, dan saya mengejar mereka, tadinya mereka ingin menembak saya tapi isteri saya menghalangi," Rayhan menceritakan kronologi kejadiannya.


"Begini Pak, isteri anda hampir mengalami tindakan kekerasan seksual, namun spertinya belum sempat terjadi, tapi beberapa lebam membuktikan bahwa Ia juga menerima tindakan kekerasan, Ia mungkin akan sangat tertekan atas kejadian yang menimpanya, untuk sementara bapak jangan menanyakan hal yang bisa membuatnya merasa terganggu!"


"Baik dok."


"Semoga isteri bapak segera membaik!"


"Terimakasih dok, saya permisi dulu!"


"Baik Pak silahkan!"


Manda dipindahkan ke ruang lain setelah kondisinya mulai membaik, Rayhan menunggu Manda sadar dengan hati yang gelisah, Ia menyalahkan dirinya atas apa yang tengah terjadi terhadap Manda.


"Kenapa harus kamu sih Man, kakak gak bisa hidup tanpa kamu."


Rayhan terus berbicara pada dirinya sendiri bahkan terus menyalahkan dirinya, satu jam kemudian Manda terbangun dari tidurnya, namun ketika melihat Rayhan, Manda malah mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


"Man, kakak seneng kamu udah sadar, kakak," belum sempat melanjutkan perkataannya Manda mulai angkat bicara.


"Kak, Manda pengen sendiri dulu, sebaiknya kakak pulang aja," pinta Manda pada Rayhan.


"Gak Man, kakak mau nemenin kamu disini. "


"Kak, please Manda gak mau ada orang lain saat ini, Manda pengen sendiri," ucap Manda lirih.


"Oke kakak akan tunggu diluar, tapi kakak gak akan pulang."


Rayhan berjalan meninggalkan ruangan, Ia memperhatikan Manda secara diam-diam, Rayhan sadar kejadian itu pasti sangat membuat Manda sedih, Manda terlihat terus menerus mengusap air matanya, ingin sekali Rayhan menghapus air matanya, namun apa boleh buat Manda tidak ingin Ia berada di dekatnya.


...salam hangat untuk kalian semua para rider, mohon dukung Author dengan cara like 👍, favorit ❤, rating 5, vote dan tips kalian, dan jangan lupa tinggalin komentar kalian dibawah....


...Salam hangat untuk kalian semua...

__ADS_1


...Terimakasih 🙏🙏🙏...


__ADS_2