Pengawal Tampan Idolaku

Pengawal Tampan Idolaku
episode 19


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana program yang Pak Anwar adakan akan diselenggarakan di Asrama Militer, peserta yang sudah mendaftarkan diri akan mendapatkan pelatihan terkait cara menyelamatkan diri dari bencana alam maupun bahaya dari tindakan kejahatan.


Seluruh peserta sudah datang menghadiri kegiatan yang akan segera dilaksanakan, Rayhan dan beberapa rekannya termasuk Agus berdiri dihadapan peserta, mereka tengah bersiap untuk menerima pelatihan dari panitia.


"Apa semua peserta sudah hadir pak?" tanya Rayhan pada pak Anwar.


"Saya sudah mengabsen seluruh peserta dan Alhamdulillah semuanya hadir pak"


"Baik kalau begitu bisa kita mulai sekarang"


"Ohh tentu saja pak, silahkan"


"Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri, nama saya Rayhan Pratama"


Belum selesai dengan perkenalan nya mahasiswi disana sudah bersorak kegirangan mendengar ucapan Rayhan, Sedang dari baris paling belakang Manda dan Mia terlihat bersikap seperti biasa, Rayhan sedikit tersenyum menyaksikan Manda secara diam-diam.


Hana sama histeris nya dengan mahasiswi yang lain bahkan sempat salah tingkah ketika pandangan Rayhan sedikit mengarah padanya.


"Baik bisa saya lanjutkan?"


"Bisaaaaaa" teriak seluruh peserta.


"Saya selaku Ketua team panitia disini yang akan menjelaskan beberapa materi sebelum kita lanjut ke bagian praktek, saya minta kepada kalian semua untuk memperhatikan dengan baik"


"Baikkk pak"


Kemudian Rayhan menjelaskan beberapa poin penting yang harus peserta ingat dengan baik pada saat menghadapi bencana dan bahaya yang tidak terduga, Rayhan tampil dengan sangat gagah, seluruh peserta beserta panitia pun menyimak dengan baik penjelasan darinya.


"Baik ada pertanyaan sebelum kita lanjut ke praktek?"


"Saya ingin bertanya pak" Hana mengangkat tangannya.


"Silahkan?"


"Sudah punya pacar belum?" kemudian seluruh mahasiswi berteriak kencang.


Manda tersenyum tidak percaya Hana senekat itu menanyakan hal yang sangat pribadi.


"Itu bukan pertanyaan yang perlu di ajukan"


"Tapi kita semua mau tahu pak" teriakan beberapa mahasiswi serempak membuat Rayhan tersenyum geli mendengar nya.


"Kalau begitu saya minta salah satu mahasiswi yang berada di baris paling kiri belakang maju kedepan!"ucap Rayhan membuat seluruh peserta menoleh ke arah Manda.


" Manda ayo maju" panggil pak Anwar.


Hana terlihat kesal melihat Rayhan menunjuk Manda bukan dirinya.


Manda melangkah ke arah depan menghampiri Rayhan, semua mata kini tertuju pada sosok Manda yang terlihat cantik natural dengan riasan sederhana dan polesan lip balm berwarna merah muda membuatnya terlihat segar.


"Kamu siap mengikuti pelatihan?" tanya Rayhan sedikit tersenyum.

__ADS_1


"Siap kak, eehh pak" Manda hampir salah menyebutkan panggilan untuk Rayhan, karena gugup Manda hanya menunduk.


Rayhan dan Manda mempraktikkan apa yang sudah dijelaskan sebelumnya, ketika Manda hampir saja terjatuh Rayhan dengan sigap menangkap tubuh Manda dengan cepat.


Seluruh peserta merasa iri dengan Manda terlebih lagi Hana yang sudah sejak tadi merasa kesal dan terus menggerutu dalam hati.


"Enak aja si sales mau nyaingin gue, liat aja nanti, gue kasih pelajaran buat loe"


Manda dan Rayhan diam-diam saling berpegangan tangan pada saat selesai memberikan contoh pelatihan pada seluruh peserta, namun Hana yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik mereka melihat semua yang mereka lakukan, Hana merasa marah dan sangat kesal karena kejadian tersebut.


"Terimakasih untuk Manda yang sudah bersedia maju kedepan" ucap Rayhan masih dengan senyuman mesra nya yang sengaja Ia lempar untuk Manda.


"Sama-sama pak" Manda tersenyum sambil melangkah kembali menuju barisannya.


Semua peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan dipandu oleh panitia masing-masing, untuk memudahkan peserta dalam memahami pelatihan yang diberikan.


Manda dan Mia satu kelompok dengan Hana, namun kini yang memandu bukan Rayhan melainkan Agus, Hana masih merasa kesal karena Manda yang sedari tadi mengambil alih perhatian Rayhan.


"Loe jangan sok kecantikan, loe itu cuma seorang sales, gak pantes sama kak Ray" Ucap Hana dengan kasar pada Manda.


"Ehh loe kok nyolot sih" timpal Mia membela Manda.


"Emang bentar kok teman loe itu seorang sales" Hana dengan nada mengejek.


"Udah Mi, biarin aja, gak perlu diladenin" ucap Manda menahan Mia yang terpancing emosi.


"Urusan kita belum selesai sampai disini, loe itu harus banyak-banyak ngaca biar loe nyadar kalau loe itu cewek kegatelan, gak tau diri" Ucap Hana terus memaki Manda.


Manda yang saat itu merasa sedih dengan ucapan Hana, langsung meminta izin panitia untuk kebelakang, Rayhan yang melihat Manda tiba-tiba meninggalkan lapangan langsung berjalan mengikuti dari belakang.


Manda hampir berteriak dengan kencang, namun berhasil di bungkam Rayhan dengan tangannya, Rayhan memperhatikan Manda yang sepertinya habis menangis, Rayhan masih bingung dengan keadaan Manda, Rayhan bahkan bingung dengan apa yang terjadi.


"Kamu nangis"


Manda menggeleng kemudian menundukkan kepalanya kebawah.


"Bilang sama kakak, kamu kenapa?"


"Manda gak apa-apa kok" kemudian Manda memeluk Rayhan.


"Manda cuma kangen sama kak Ray" sambung Manda.


"Hmmm, Man kamu jangan nangis lagi, kakak khawatir sama kamu" sambil mengeratkan pelukannya.


"Kak, Manda mau keluar takut ada yang curiga"


"Kenapa emang, baiarin aja mereka tahu"


"Kakak gimana sih, kita kan belum nikah secara resmi"


"Hmmm tapi kan udah sah menurut agama"

__ADS_1


"Tapi tetap saja kesannya berbeda kak"


"Apalagi kita ketemu nya sembunyi kayak gini"


"Kamu tenang aja, nanti kakak bilangin .sama Agus"


"Hmmm Agus panitia kelompok Manda?"


"Iya Man, Agus itu orang kepercayaan kakak jadi kamu tenang aja"


"Ya sudah kak, Manda mau keluar sekarang ya"


"Ya sudah, sebentar kakak liatin keluar dulu"


Setelah Rayhan merasa keadaan diluar sudah cukup aman baru Rayhan menyuruh Manda keluar.


"Sekarang udah aman"


"Makasih kak" ucap Manda lalu berlalu meninggalkan Rayhan sendiri.


Manda kembali mengikuti latihan dengan baik tanpa memperdulikan Hana yang masih saja terlihat kesal melihatnya.


Waktu menunjukan jam istirahat, seluruh peserta diberikan waktu untuk memulihkan tenaga kembali dengan menyantap makanan yang sudah disediakan panitia acara.


Baru saja mulai menyantap makanannya, Hana sengaja berjalan dan menyenggol Manda hingga makanan yang tadi dibawanya terjatuh ketanah, Rayhan yang melihat kejadian tersebut langsung menghampiri Manda.


"Man, biarin aja makanan nya" ucap Rayhan.


"Tapi" belum sempat Manda melanjutkan Rayhan sudah menarik tangan Manda menuju tempat duduknya.


Rayhan memberikan kotak makanannya kepada Manda.


"Gak usah kak" ucap Manda merasa tidak enak dengan teman-teman Rayhan yang dari tadi memperhatikan nya.


"Ada yang lagi PDKT nih kayaknya" timpal Agus mengejek.


"PDKT apaan Gus, Manda ini emang" Manda menarik tangan Rayhan berusaha menghentikan ucapannya.


"Manda siapanya pak"


"Udah jadian atau gimana nih, kita siap dukung Pak"


"Bagus kalian bisa vote sebanyak-banyaknya kalau ingin mendukung"


"hahaha gini nih kalau punya atasan kayak bapak"


Mereka bercanda, Rayhan bahkan menyuapi Manda dengan romantis, membuat semua rekannya histeris atas perlakuannya terhadap Manda, namun berbeda dengan Manda yang dari tadi sudah memerah karena malu.


*****


...Haiiii haaiii haaaaiiii riders dimana pun kalian berada, terimakasih atas dukungan kalian semua, bab ini tidak akan bisa up tanpa kalian. ...

__ADS_1


...Silahkan like favorite vote dan tinggal kan komentar kalian di bawah 👇 ya, salam hangat dari Author...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏...


__ADS_2