
Kamar yang tadinya biasa saja, malah jadi terasa sangat nyaman, setelah semalam dua sejoli berhasil mengungkapkan rasa yang sudah lama mereka pendam, ada perasaan lega yang menghampiri mereka.
Ketika Manda mulai memicingkan matanya yang sudah lama terlelap, Ia tampak meraba-raba sesuatu yang semalam masih bersamanya, namun kini malah hilang entah kemana.
" Ya Tuhan, jangan bilang kalau yang tadi malam hanya mimpi " Manda mengoyak rambutnya frustasi.
Ceklekkkkk
"Apanya yang mimpi? Hari ini Kakak mau ke Kantor makanya Kakak bangun duluan, gak enak bangunin kamu juga" Ucap Rayhan.
"Jadi semalam itu bukan mimpi kan? "
"Hahaha, mimpi yang menjadi kenyataan"
"Mulai lagi deh"
"Mandi sana, abis itu sarapan, Kakak udah buat sarapan tadi! "
"Mmmm so sweet"
"Hahaha Mmm sejak kapan kamu jadi penggoda? "
"Sejak semalam Kak"
"Hahahaha, godanya nanti malam aja"
"Ihhhh kok mesum sih"
"Siapa yang mesum, kamu tu yang duluan, cepetan mandi kakak tunggu di meja makan"
"Siap kak"
15 menit kemudian Manda keluar dengan rapi karena akan berangkat ke Kampus.
"Cepat banget mandinya, jangan-jangan gak mandi"
"Kemapt sih suka nuduh gitu" Manda memasang wajah cemberut.
"Iya habis kamu ini cuma 15 menit udah rapi, cewek itu kalau mandi berjam-jam"
"Siapa bilang? "
"Waktu anterin Hana kemaren, Kakak nungguin sampe 1 jam lebih Man, dandannya juga lama banget hahahaha"
"Gak lucu kak"
"Iya deh maaf" Sambil meraih tangan Manda yang sedang ngambek.
"Yuk makan, atau mau disuapin aja"
"Ihhh apaan sih, Manda bisa makan sendiri" Sambil tersenyum karena ulah Rayhan yang terus menggodanya.
"Mau Kakak anterin? "
"Uhuukk uhhuukkk" Manda tersedak mendengar ucapan Rayhan.
Dengan cepat Rayhan menyodorkan air minumnya.
"Kamu gak apa-apa kan Man?"
"Mmm iya Kak, gak apa-apa"
__ADS_1
Ray melanjutkan sisa makanannya yang belum habis.
"Mau kakak antar? "
"Jangan kak, Manda berangkat sendiri aja"
"Ya udah kalo gitu"
"Kakak duluan gih, Manda mau beres beres dulu baru berangkat" Pinta Manda pada Rayhan.
"Oke" Ray meraih pucuk kepala Manda kemudian mengecupnya.
"Assalamu'alaikum, kakak berangkat dulu"
"Waalaikumsalam, hati-hati ya Kak"
Ray melambaikan tangannya ke arah Manda, sementara didepan Rayhan tampak Agus yang tengah berada di dalam mobil melotot menyaksikan tingkah Rayhan.
Ketika sudah berada di dalam mobil Rayhan sama sekali tidak memperhatikan Agus yang masih dengan wajah bingungnya melihat Rayhan senyum-senyum sendiri.
"Maa pak, boleh saya bertanya? "
"Silahkan"
"Bapak tadi melambai sama siapa"
"Itu bukan urusan kamu" Seketika wajah yang tadi bahagia berubah menjadi dingin.
"Wah, sudah gila mungkin ya" Gerutu Agus sambil menjalankan mobilnya.
"Saya dengar semuanya"
*****
Di Asrama militer
Semua anggota tengah berbaris di lapangan bersiap menerima perintah dari sang atasan. Sesuai perintah dari atasan, mereka akan melakukan latihan menembak ekstrem dimana semua anggota harus fokus dengan objeknya masing masing.
Rayhan sebagai pemimpin pasukan memberikan instruksi secara bertahap, karena latihan yang akan mereka lakukan harus dilakukan dengan serius.
"Kalian siap, menerima latihan" Teriak Rayhan pada semua pasukan.
"Siap pak"
Kemudian latihan pun dimulai, tembakan demi tembakan terus meluncur ke arah obyek.
"Kalian harus tetap fokus, pikirkan obyek yang ada di depan kalian"
"Siap" Pasukan menjawab serentak.
****
Di Kampus
Di group Pengawal Idola, terpampang photo Rayhan yang lengkap dengan seragamnya tengah memegang senapan di tangannya.
"Man, loe perhatiin deh Kak Rayhan benar-benar tampan, bikin gue tambah falling in love aja" Ucap Mia pada Manda.
"Hmmm, kira-kira siapa ya yang buat akunnya Kak Rayhan Mi, masak iya disaat Dia lagi serius latihan minta di jeprat-jepret"
"Astaga Man, ***** banget sih loe, iya pasti gak mungkin lah, Kak Rayhan yang buat Akun itu, secara seorang Angkatan Militer harus berpose seperti seorang model iklan"
__ADS_1
"Lahh jadi kesimpulannya? " Tanya Manda lagi.
"Pastinya ini yang buat itu Fans fanatik nya Dia?. "
"Ada ya orang yang kurang kerjaan kaya gitu"
"Idihhh, iya jelas ada lah, mungkin orangnya kaya atau mungkin salah seorang anak dari Angkatan Militer juga, dan masih banyak lagi opini yang lain."
"Anak Angkatan, jangan-jangan" Belum berhenti dengan ucapannya Mia malah membungkam mulutnya dengan cepat.
"Diem loe jangan Kenceng-kenceng ngomongnya" Ucap Mia.
"Menurut loe? " Dengan wajah penasaran.
"Gue juga mikirnya gitu tapi gak harus disebut di depan umum segala Man, ntar bisa ruwet masalahnya. "
"Upss gue lupa Mi! "
"Sepertinya Hana itu tergila-gila sama Kak Rayhan, atau mungkin dia cuma mau dapat popularitas doang" Ucap Mia menjelaskan.
"ahhh masak sih Mi, mungkin Dia cuma iseng aja kali" Ucap Manda.
"Kalau cuma iseng ngapain coba dia harus capek capek buat akun segala, sampai aktivitas sehari-hari nya kak Rayhan sampai bisa iya update, hampir setiap hari"
"iya bener juga sih, tapi gue masih belum yakin seratus persen Mi, mungkin ini hanay pemikiran kita aja" Mencoba untuk menepis pikiran negatif nya.
"Ya sudah lah ngapain juga harus pusing mikirin Hana, sekarang loe libur kerja gak?" Tanya Mia.
"Libur sih, mang kenapa kalo gue libur? " Jawab Manda.
"Jalan yuk ke Mall, udah lama banget gak pergi jalan-jalan, semenjak masuk kuliah, gue juga pengen cari suasana baru secara kita kan sama-sama jomblo" rengek Mia.
"Hahahaha, dasar loe gak pake bilang jomblo juga kale, ya sudah gue temenin loe kemanapun, asal jangan ke ujung dunia"
"kalau gue mau ke ujung dunia, loe harus ikut biar kesasar nya barengan, hahahahahaa" Mia yang tertawa dengan girangnya sedang Manda geleng geleng melihat kelakuan sahabat nya itu.
Setelah pulang dari Kampus, Manda dan Mia berangkat menuju Mall, dengan wajah bahagianya mereka keluar masuk butik untuk memilih model pakaian yang mereka inginkan setelah lama dengan ritual shoping nya akhirnya mereka membeli beberapa pakaian, kemudian berjalan menuju sebuah Cafe di Mall tersebut.
Mereka pun memesan menu yang sudah ada dimeja mereka.
Ketika mereka sedang asik menyantap makanannya, mereka salah fokus dengan seseorang, mereka mencoba memperhatikan dengan seksama siapa orang yang tengah duduk di pojok sana.
Setelah beberapa
"Duh, bukannya itu Hana ya pemilik akun palsu hehehehe" Ejek Mia dengan suara pelan.
"Ya Mi kamu bener itu memang Hana" Jawab Manda.
"Kelihatannya lagi nunggu seseorang deh, jangan-jangan" Belum sempat menuntaskan perkataannya Mia terkejut dengan siapa yang datang.
Manda hanya diam menyaksikan kejadian didepannya, dengan raut wajah yang sedih Manda membuang wajahnya ke arah lain.
"Gue iri sama Hana, Dia bisa dekat banget sama Kak Ray, sedang kita cuma bisa ngeliat dari jauh."
"Pulang yuk! udah sore ini, gue takut pulang kemaleman. "
Akhirnya Manda dan Mia memutuskan untuk pulang dari Mall.
****
...Halloooo Riders terimaksih sudah setia membaca sampai Bab ini, tanpa dukungan dari kalian Author tidak akan bisa up, untuk bisa lanjut ke Bab berikutnya, mohon untuk mendukung Author dengan cara klik like 👍, beri tip, tambah favorit ❤ ya, jangan lupa dukung Author... terimakasih untuk kalian Riders tercinta 😍😍...
__ADS_1