Pengawal Tampan Idolaku

Pengawal Tampan Idolaku
Tiba-tiba sakit


__ADS_3

"Man, kakak kangen banget sama kamu, bisakah kita seperti ini sebentar," Sambil memeluk Manda dengan lembut.


"Kak Ray kenapa harus begini sih, aku gak mau perasaan ini terus bertambah semakin dalam, maaf kalau diam-diam Manda menyimpan rasa lebih sama kakak," Gumam Manda dalam hati namun detak jantung nya berdetak sangat kencang.


"Ada apa kak Ray, kakak lagi ada masalah," Tanya Manda sengaja mengalihkan perhatian Ray agar tak merasakan detak jantungnya yang mulai tidak karuan.


Namun Ray sudah mengetahui apa yang dirasakan Manda, itu lah yang membuat Ray semakin ingin lebih dekat dengan Manda, Ray merasa Manda satu satunya wanita yang bisa mengalihkan perhatiannya.


"Gak ada, kakak cuma."


Cuppp


Ray mengehentikan ucapannya dan menempelkan bibirnya tepat di bibir Manda yang merah merona.


Manda sedikit mendorong Ray kebelakang agar menghentikan ciumannya dan berhasil Rayhan melepaskan ciumannya, Manda menunduk malu dengan kejadian itu yang hari ini terus menerus terjadi berulang ulang.


"Maaf kak Manda lapar," Sambil melangkah pergi.


"Apa aku keterlaluan ya, tapi entah kenapa saat bersama Manda membuat ku selalu menginginkan lebih," Gumam Rayhan sambil membuang nafas nya dengan kasar.


Semenjak kejadian itu Rayhan maupun Amanda seolah saling menghindar, mereka beberapa hari ini tidak pernah bertatap muka, karena Rayhan mulai aktif Dinas ke kantor sedang Manda sibuk dengan pekerjaan dan kuliahnya.


***


Kampus*


Namun setiap 2 kali seminggu Rayhan selalu mengawal Hana ke kampus bahkan tak segan Hana nampol dengan pengawalnya itu, hingga membuat mahasiswi kampus merasa iri melihat pemandangan itu.


"Kak Ray mau pesen apa?" Tanya Hana dengan manja sambil melempar senyuman kearah teman temannya.


Sedang di depan, Rayhan melihat sosok Manda yang tengah asyik mengobrol dengan seorang laki-laki.


***


"Man, loe mau makan sama gue gak?" Tanya seorang lelaki yang seusia dengannya.


"Mmm, udah ada Mia nih Bar, maaf iya gue gak bisa," Tolak Manda lembut namun raut wajah Manda tiba tiba berubah saat melihat Rayhan tampak seperti bermesraan dengan seorang wanita yang tak lain adalah Hana anak dari atasannya.


"Kalo gitu gue boleh gabung gak sama kalian," Pinta Bara


"Boleh kok ucap Mia."


Sedang Manda hanya tersenyum tanda tidak keberatan.


**


Di sebrang sana tampak Rayhan melihat kedekatan Manda dengan seorang laki laki membuat Rayhan merasa kesal dengan memasang wajah tak sukanya.


"Apa iya Manda punya pacar, ahhh sial kenapa Man? Harusnya kamu ingat pesan kakak," Rayhan terus bicara dalam hati.


"Kak Ray sini Hana suapin?" Pinta Hana manja.

__ADS_1


"Maaf, ini bukan termasuk tugas dari Ayah and," Ray menolak dengan lembut.


Setelah jam kuliah selesai mereka berpisah dengan langkah masing masing.


*****


Kediaman Rayhan*


Kepulangan Rayhan dan Manda hampir bersamaan, Manda yang sudah lebih dulu masuk rumah, bersiap untuk memulai kegiatan memasak makan siangnya karena hari ini Manda libur ke kantor.


"Assalamu'alaikum," Ucap Rayhan.


"Waalaikumsalam," Jawab Manda.


Rayhan masuk ke kamarnya tanpa berbicara atau menyapa Manda terlebih dahulu, melihat sikap Rayhan yang cuek Manda merasa sedih namun tetap melanjutkan kegiatannya namun dengan dada yang sedikit sesak.


Selesai memasak Manda langsung menyiapkan menu diatas meja kemudian kembali ke kamar membersihkan diri, perutnya terasa sangat lapar namun entah kenapa ia enggan untuk keluar dari kamarnya.


**


Diruang tamu*


Rayhan tidak menemukan Manda disana.


"Apa Manda sudah makan, kenapa makanan masih rapi begini," Gumam Rayhan.


Rayhan mengetuk pintu kamar Manda berkali kali, namun tak ada jawaban, karena khawatir Rayhan membuka pintu kamar Manda dengan cepat, beruntungnya pintu tidak dikunci Manda dari dalam, dengan satu kali gerakan.


Rayhan mendapati Manda tengah terbaring di lantai, sepertinya Manda sedang pingsan, tanpa pikir panjang Rayhan mengangkat tubuh Manda ke atas ranjang.


"Man, sadar Man, kamu kenapa," Rayhan berusaha membangunkan Manda namun Manda tetap belum sadar juga.


Seketika Rayhan merasa panik, segera Ia tepis perasaan itu dan mencoba untuk tenang, kemudian mencari sesuatu yang bisa membantunya menyadarkan Manda di kotak P3K, tidak butuh waktu lama Rayhan menemukan minyak kayu putih dan mengoleskan nya keleher dan hidung nya Manda.


Beberapa saat setelah itu Manda mulai mengernyitkan keningnya.


"Mmmm, kepalaku sakitt," Sambil memegang kepalanya sedang keringatnya bercucuran.


"Mana yang sakit?" Tanya Rayhan.


"Kak Ray tolong Manda," Ucap Manda lirih.


"Kak Ray panggil dokter dulu ya" Baru saja Ray melangkah.


Manda malah meraih tangannya dan berkata "jangan pergi kak, jangan tinggalin Manda, Manda takut sendiri." Manda menangis sambil menahan sakit.


"Tapi Man kamu harus diperiksa dokter."


Manda menggeleng dan berkata "aku mohon kak!"


Karena tidak tega melihat keadaan Manda Rayhan menuruti kemauannya.

__ADS_1


"Kakak ambil makanan buat kamu ya?"


Manda mengangguk tanda setuju, dengan telaten Ray menyuapi Manda, sesekali bibirnya tersenyum melihat Manda yang tampak manj ketika sedang sakit.


"Gimana kepalamu, udah baikan gak?" Tanya Rayhan.


"Udah lumayan kak, cuman perutku masih terasa keram?"


"Tunggu bentar ya, kakak mau telpon dokter dulu biar dikirimin resep obatnya," Pinta Rayhan.


"Mmm iya kak," Manda menjawab lirih.


Terdengar suara Rayhan menjelaskan sakit yang diderita Manda kepada dokter yang Ia telpon, 30 menit kemudian datang seorang kurir yang mengantarkan obat dari resep dokter yang tadi Ia telpon.


"Man, ini minum dulu obatnya," Lalu Ray menjelaskan aturan pakai obatnya sambil membantu Manda meminum obatnya.


"Kak Ray pasti belum makan, Manda udah baikan kok, kakak makan aja sekarang, kalo kakak sakit siapa yang bakal rawat Manda nanti," Senyum manda sedikit mengejek.


"Mmm kamu itu ya, oke lah kakak makan dulu kalo gitu," Jawab Rayhan meninggalkan Manda.


Malam ini suasananya tidak seperti biasa, Ray yang dari tadi selalu siaga menjaga Manda, membuat hawa menjadi panas, seperti sedang berada di dalam sebuah bus yang padat penumpang, belum ada diantara mereka yang berhasil memecah keheningan.


Sampai terdengar suara dari Rayhan yang memang sudah tidak tahan dengan kondisi yang saat ini sedang Ia alami.


"Masih sakit Man perutnya?" Ucap Rayhan pelan.


"Udah baikan kok Kak, kalo ada keperluan Kakak bisa tinggalin Manda sendiri," Manda berusaha membuat Rayhan tidak khawatir.


"Kakak gak ada keperluan kok, Kakak mau nemenin kamu disin," Ucap Rayhan enteng.


"Tapi kak, Manda baik-baik aja kok, kakak gak perlu khawatir," Jelas Manda.


"Udah kamu tidur aja, kakak juga mau tidur ini," Jawab Rayhan sambil mengambil kasur lantai yang ada di pojok, lalu menggelarnya tepat di bawah ranjang milik Manda.


Deg deg deg deg


"Kenapa jantungku jadi berasa main-main gini ya, aduh parah banget Kak Ray, ngapain juga tidur disini, bikin Aku salah tingkah aja," Manda terus menerus membatin terlihat tidak nyaman.


"Udah dong, kamu mau berkhayal sampai pagi ya," Ucap Rayhan sedikit menggoda.


"Apaan sih Kak, siapa juga yang berkhayal," Dengan cepat Manda menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, karena malu dengan ucapan Rayhan.


Sedang Rayhan hanya tersenyum geli melihat tingkah Manda yang digoda olehnya.


***


...sebelumnya Author mengucapkan banyak terimakasih, karena sudah membaca ☺☺ sampai bab ini....


...Silahkan dukung Author dengan cara like 👍 komentar diharapkan yang membangun agar Author lebih semangat nulisnya, berikan vote dan tambahkan kedalam daftar favorit dengan klik lambang ❤...


Salam manis untuk Kalian terimaksih 😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2