Pengawal Tampan Idolaku

Pengawal Tampan Idolaku
episode 18


__ADS_3

Rayhan bersikap sangat romantis terhadap Manda, berpisah selama satu setengah bulan merupakan waktu yang cukup lama, meski tidak bisa mengungkapkan perasaannya dengan baik Rayhan tetap lah seorang laki-laki yang juga merindukan kasih sayang, Rayhan lebih suka memberikan perhatian langsung daripada hanya berucap.


"Rencananya dua minggu lagi kita ke kantor ya urus surat nikah"


"Mmmm, emang udah bisa kak"


"Udah, nanti kakak bilang sama Agus, nanti dia yang bantuin kita"


"Iya kak"


"Kamu senang kita nikah secara resmi?" sambil memeluk Manda dari belakang.


"Pasti seneng lah kak, Aku berharap ini yang terbaik buat hubungan kita, Aku gak mau ada kesalahfahaman di antara kita, jadi siapapun orang yang mencoba dekat bisa menjaga jarak"


"Hahaha kamu khawatir sama siapa?"


"Kok ketawa sih?"


"Yah itu untuk kita berdua maksudnya"


"Sekarang jujur sama Aku, laki-laki yang di vidio itu beneran deketin kamu gak?"


"Sebenarnya kejadiannya gini kak, waktu malamnya VC sama kakak, Aku kan ngambek tu sama kakak, cuman Aku malah kepikiran kak, Manda ngerasa bersalah karena udah bersikap tidak baik sama kakak, Aku takut kakak marah sama Aku, akhirnya Aku sampai gak fokus waktu di jalan, nah ketika Aku mau nyebrang tiba-tiba ada motor yang lewat hampir nabrak Aku"


"Kamu kenapa gak pernah bilang sama kakak, terus kamu luka gak"


"Alhamdulillah gak apa-apa kak, tapi orang yang hampir nabrak Aku itu Pak Dennis"


"Jadi namanya Dennis?"


"Iya, habis itu dia anterin Aku ke kampus kak" Manda menutup matanya karena takut Rayhan marah.


"Dibonceng?"


"Iya kak, Aku gak enak waktu dia bilang mau anterin Aku, terus dia keliatan ngerasa bersalah kak, Aku gak tega"


"Mmm, ya sudah gak apa-apa" sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tapi kak Rayhan keliatannya gak biasa biasa aja"


"Emang kakak harus gimana Man"


"Oh ya kak, mengenai program dari Pak Anwar itu" Ucapan Manda terhenti.


"Iya nanti kakak sama rekan-rekan kakak yang akan ngasih kalian pelatihan, emang kamu ikut juga?"


"Ikut kak, nanti kalau Manda gak ikut nilai Aku sama Pak Anwar jadi taruhan"


"Loh kok bisa"


"Soalnya setiap mahasiswa yang dapat mata kuliahnya harus ikut program yang dia adakan, minimal ikutnya sekali"

__ADS_1


"Sedangkan kamu gak pernah ikut sama sekali"


"Iya gak pernah, Manda sibuk kerja sampingan kak"


"Yang suruh kamu kerja siapa?"


"Gak ada, tapi Manda itu gak enak ngerepotin kakak terus, kakak udah baik sama Manda jadi Manda takut terus menerus membebani kakak"


Rayhan menatap Manda yang sedang asik menjelaskan perihal dirinya, sedang Rayhan sengaja mencari kesempatan untuk mendekati Manda, tanpa sadar Manda sudah dikejutkan dengan bibir Rayhan yang menempel di bibirnya, Manda merasa malu karena tindakan Rayhan secara tiba-tiba.


"Kamu kalau lagi ngomong terlihat sangat manis" Ucap Rayhan berbisik pelan di telinga Manda.


Manda tersenyum mendengar ucapan Rayhan dan langsung melingkarkan tangannya dileher Rayhan.


"Sekarang boleh"


Manda mengangguk dan terjadilah hal yang paling ditunggu seorang pasangan.


****


Di Kamar Rayhan


Rayhan terus memandangi wajah Manda dengan tatapan yang sangat intens, Rayhan mengusap pipi itu dengan penuh perasaan, membelai rambut gadis pemilik hatinya, namun Manda masih terbaring sangat lelap, tidak sadar dengan perlakuan Rayhan terhadapnya.


Malam berlalu begitu hening, kedua sejoli tengah terlelap ditemani selimut berdua, perasaan yang tumbuh begitu saja setelah bertahun-tahun saling mengenal.


Rayhan terbangun lebih dulu, membersihkan diri dari sisa semalam, Rayhan terus menerus tersenyum mengingat kejadian itu.


"Mau mandi sekarang"


"iya" Manda berjalan menuju kamar mandi dengan tatapan Rayhan yang terus mengikuti setiap langkahnya.


Beberapa menit kemudian Manda siap berangkat kuliah dengan pakaiannya yang sudah rapi, sedang Rayhan tengah duduk menunggunya di meja dengan makanan yang sudah tertata rapi.


"Kak Ray order makanan"


"Iya tadi kakak order, maunya sih kakak tadi masak tapi kakak harus ke kantor"


"Gak apa-apa kak, harusnya tadi Aku yang masak buat kakak"


"Udah kamu pasti capek, kakak gak mau kamu tambah capek"


"Ihhhh apaan sih jadi geli dengernya"


"Yoh emang salah, wajar kan kita udah nikah"


"hmmm tau ahhh"


"Kamu harusnya udah terbiasa bicara begitu sama kakak, mau sampai kapan terus-terusan risih kaya tadi"


"Mungkin setelah kita resmi nikah kak" Manda tersenyum menggoda Rayhan.

__ADS_1


"Hari ini kakak yang antar!"


"Mmm oke"


Selesai menyantap sarapan mereka berangkat menuju kampus Manda, sesampainya di kampus.


"Kita sudah sampai"


"Oke" Manda tersenyum kemudian menggenggam gagang pintu mobil, namun Rayhan menahan Manda untuk keluar.


"Kamu gak mau kasih kakak hadiah"


"Mmm hadiah" Manda terlihat bingung.


Dengan cepat Rayhan mencium tepat dibibir Manda.


"Aku mau hadiah seperti itu"


Manda masih melamun mendapat perlakuan dari Rayhan.


"Itu sudah kak"


"Itu kan hadiah buat kamu, sekarang hadiah buat kakak"


"Mmmm, baiklah"


Manda mendekati Rayhan dengan hati-hati, baru saja hampir menyentuh bibir Rayhan, Manda mengurungkan niatnya karena malu, namun Rayhan tidak membiarkan Manda menjauh darinya.


Rayhan berinisiatif sendiri kemudian mencium Manda kembali dengan lembut, bahkan lebih dalam dari sebelumnya.


"Nanti kalau kakak minta hadiah lagi, caranya seperti yang tadi kakak contohin" Rayhan tertawa melihat ekspresi Manda yang sedari tadi hanya diam mematung.


"Mmm kalau gitu Manda keluar dulu ya kak"


Rayhan hanya mengangguk sambil tersenyum licik melihat tingkah Manda yang sangat kikuk, Rayhan terus menyaksikan kepergian Manda hingga dari kejauhan tampak seorang laki-laki mendekati Manda sambil berjalan menyamai langkah Manda.


Rayhan tahu laki-laki yang bersama Manda adalah Dennis, Rayhan merasa bahwa Dennis memiliki perasaan lebih terhadap Manda, namun Rayhan tidak ingin membuat Manda merasa tidak nyaman jika membahas masalah Dennis.


Sedang Manda yang tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Dennis merasa tidak nyaman karena mobil Rayhan belum beranjak pergi, Manda merasa Rayhan sedang melihatnya dari jarak jauh, Manda berusaha untuk tetap menjaga perasaan Dennis namun disisi lain Ia juga harus menjaga perasaan Rayhan suaminya.


Terkadang menjaga perasaan seseorang itu tidak semudah saat kita mengorbankan perasaan sendiri, karena ketika hati kita yang terluka kita masih bisa menahan rasa sakitnya, tetapi jika hati orang lain yang terluka kita tidak akan bisa berbuat apa-apa.


Seperti itulah posisi Manda saat ini, ketika Ia cemburu melihat Rayhan bersama Hana, Ia masih bisa menahan rasa sakitnya, namun jika Rayhan yang terluka Manda akan merasa sangat sedih dan sangat bersalah karena tindakannya yang tidak sengaja melukai perasaan Rayhan.


****


...Haiii Rider terimakasih sudah membaca sampai bab ini, jangan lupa like 👍, vote, favorite ❤, rating 5 , dan jangan lupa tinggalkan komentar ya riders....


...Terimakasih semuanya...


...🙏🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2