Pengawal Tampan Idolaku

Pengawal Tampan Idolaku
episode 21


__ADS_3

Meski merasa masih sangat lelah, Manda dan Mia memutuskan untuk tetap pergi ke kampus karena ingin menyelesaikan tugas yang belum rampung, sedang ujian semester sebentar lagi akan berlangsung Manda dan Mia harus menyelesaikan tugasnya sebelum jadwal ujian keluar.


Hana merasa kesal dengan kedatangan Manda, dengan tingkahnya yang selalu berkuasa Hana berhasil menghasut beberapa mahasiswi untuk mengucapkan kata-kata kasar pada Manda.


"Cewek bar-bar mau lewat" ucap beberapa mahasiswi yang sedang duduk di koridor.


Mia merasa emosi mendengar ucapan teman-temannya tadi, namun Manda berusaha menenangkan Mia.


"Udah Mi ngapain kita ladenin mereka, mending kita ke perpus aja, oke" ajak Manda.


"Tapi Man mereka udah keterlaluan, mereka gak tahu apa yang sudah mereka ucapin itu bikin orang sakit hati"


"Mi, sekarang gue cuma mau fokus sama kuliah, terserah mereka mau anggap gue apa, yang jelas gue gak mau karena ngeladenin mereka masa depan kita jadi hancur, sekarang yang paling penting adalah lulus dari Universitas ini"


"Hmmm loe bener Man, ya udah kita buru-buru ninggalin mereka sebelum emosi gue naik lagi"


"Oke" Manda menggenggam tangan Mia menuju perpus.


Sementara di koridor kampus Hana merencanakan sesuatu untuk memberi Manda pelajaran, Hana dibantu temannya menempel beberapa photo di mading dengan caption yang tidak sepantasnya.


"Gue Manda si gadis penggoda, ganjen sama cowok-cowok kece, hahahahaha" tawa beberapa mahasiswa membaca tulisan yang menempel di mading.


"Wah parah banget sih Manda kemaren godain dosen, sekarang godain idola kita, ihhhh gak tau malu banget sih jadi orang" timpal mahasiswi lain.


"Namanya juga tukang sales murahan, ya wajar lah berbuat kaya gitu, biar hasilin duit banyak" tambah mahasiswi yang lain.


Hana merekam vidio yang memperlihatkan komentar langsung dari teman-temannya, kemudian mengunggahnya ke media sosial.


******


Di Asrama Militer


Agus memperlihatkan ponsel miliknya pada Rayhan.


"Ini apa Gus?"


"Silahkan bapak lihat sendiri!"


Rayhan segera melihat postingan tersebut raut wajah Rayhan tiba-tiba berubah, video yang memojokkan istrinya itu sudah sangat keterlaluan, tanpa fikir panjang Rayhan bergegas meninggalkan kantor.


"Gus kasih saya konci mobilnya!"


Agus dengan segera memberikan kunci mobil untuk Rayhan.


"Mau kemana pak"


"Menemui Manda di Kampus"


"Baik kalau begitu hati-hati pak"

__ADS_1


Rayhan melangkah menuju parkiran mobil dengan langkah terburu-buru.


****


Di Kampus


Manda yang dari tadi bingung dengan orang-orang di kampus yang terus menerus berbisik solah sedang mencaci maki dirinya, merasa sangat heran dengan dirinya.


"Mi gue kenapa ngerasa aneh kaya gini ya, gue ngerasa kaya lagi di omongin sama orang-orang yang liatin gue"


"Hmmm, bentar Man, gue curiga nih kalau ada sesuatu yang terjadi"


Mia membuka ponsel miliknya, Mia terkejut melihat postingan yang ada di media sosialnya.


"Man, loe bener Man, feeling loe gak salah"


"Maksud lie apa Mi"


"Coba loe liat postingan ini"


Manda meraih ponsel milik Mia kemudian menutup mulutnya karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Tega banget orang yang udah posting ini Mi, gue" Manda menangis tanpa melanjutkan perkataannya, Manda merasa sangat marah tapi Ia juga bingung harus marah pada siapa.


"Loe yang sabar Man, gue yakin mereka bakalan dapet balasan yang setimpal atas perbuatan mereka sama loe"


"Ya udah gue anter loe ya"


Namun tiba-tiba Mia mendapat panggilan dari seseorang.


"Mi, loe dipanggil ke ruangan pak Anwar" panggil salah seorang mahasiswi.


"Cuma gue yang dipanggil?"


"Iya Mi" timpal mahasiswi tadi.


"Ya udah Mi loe pergi sana biar pak Anwar gak marah" Ucap Manda.


"Terus loe gimana Man, gue gak mungkin ninggalin loe sendiri"


"Udah gue gak apa-apa kok" ucap Manda meyakinkan Mia


"Ya udah deh kalau gitu, lie hati-hati ya"


"Iya" Manda melangkah keluar melewati halaman belakang kampus.


Semua mata terasa seperti memojokkan Manda saat ini, mereka berkomentar tanpa henti, rasanya Manda ingin menyembunyikan wajahnya sampai tidak terlihat lagi, Manda terus berjalan menunduk menghindari tatapan orang-orang yang sedang mencaci maki dirinya, hingga Ia menabrak seseorang yang entah datangnya darimana.


Orang itu memeluk Manda, sadar dengan perlakuan orang tersebut Manda berusaha melepaskan diri.

__ADS_1


"Tenang, jni Aku" Ucap Rayhan menenangkan Manda.


"Kak Ray, Manda takut"


Rayhan berjalan sambil mendekap tubuh Manda yang sedang ketakutan.


"Maaf wanita ini bukan wanita penggoda seperti yang kalian bilang" ucap Rayhan menimpali mahasiswi yang tadi membicarakan Manda dengan kasar.


Manda mengeratkan pelukannya.


"Dia gadis yang sudah membuat saya jatuh cinta, dia gadis yang saya pilih sebagai pendamping hidup saya" ucap Rayhan dengan tegas, beberapa mahasiswi yang mendengar ucapan Rayhan langsung merekamnya.


Manda melongo tidak percaya apa yang dikatakan Rayhan "Kak Ray" Manda menggeleng.


"Kamu tenang aja, Agus sudah mengurus semuanya"


Manda melirik ke arah sekitar melihat orang-orang yang tadinya mencaci maki dirinya kini malah terdiam seribu bahasa.


Mungkin mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan Rayhan tadi, hingga mereka hanya menatap tanpa memberi komentar lagi.


"Kalian harus dengar, saya tidak pernah digoda Manda, saya rasa kalian harus tahu bahwa saya lah yang member Manda perhatian lebih terhadap Manda"


"Itu semua karena saya tertarik padanya, jadi apa kalian sudah faham dengan penjelasan saya, permisi!" Rayhan membawa Manda pergi dari kampus.


Dari kejauhan Dennis tidak sengaja menyimak perkataan Rayhan, tadinya Dennis ingin menemui Manda karena postingan tersebut namun yang Ia dapatkan malah rasa kecewa karena Rayhan sudah lebih dulu berada disamping Manda ketika dalam keadaan sulit.


Dennis kembali ke ruang dosen dengan fikirannya yang masih melayang memikirkan Manda, Dennis sepertinya sudah kehilangan harapan untuk mendapatkan Manda.


Melihat Rayhan dengan tegas membela Manda di hadapan semua orang, Dennis ingin menenangkan Manda saat ini, namun apa lah daya Rayhan selangkah lebih depan darinya.


"Hmmm, sejak kapan Manda mengenal Rayhan, apa semenjak ikut pelatihan itu, ahhh tidak mungkin secepat itu, pelatihannya kan cuma sehari" Gumam Dennis pada dirinya sendiri.


"Apa aku sudah gak punya harapan lagi ya" duduk sambil memejamkan matanya di kursi.


"Man, Man, apa kamu punya perasaan juga sama Rayhan, apa kamu juga akan menerima perasaan Rayhan Man!"


Dennis terus berfikir tentang kejadian tadi siang, Ia hampir melupakan pekerjaan nya yang belum selesai.


******


Mia keluar dari ruangan pak Anwar, Mia melihat beberapa mahasiswi yang berkomentar buruk terhadap Manda sudah tidak mengeluarkan suara lagi, Mia merasa bingung karena tidak tahu apa yang tengah terjadi sekarang setelah Ia keluar dari ruangan pak Anwar.


*****


...salam hangat untuk kalian semua para rider, mohon dukung Author dengan cara like 👍, favorit ❤, rating 5, vote dan tips kalian, dan jangan lupa tinggalin komentar kalian dibawah. ...


...Salam hangat untuk kalian semua...


...Terimakasih 🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2