
"Kak Ray," Ucap manda sambil melepas pekukannya.
"Ayo kita masuk dulu, kita bicara di dalam," Pinta Rayhan.
Manda hanya mengangguk menuruti perintah Rayhan.
"Kaka mau makan, Manda udah masak," Ajak Manda.
"Ayok, kaka juga lapar nih."
Dengan obrolan panjang dan keseruan yang dulu pernah mereka alami ternyata bisa mereka dapatkan lagi hari ini, Rayhan tak lupa menanyakan kehidupan Manda yang ia lalui selama kurang lebih 3 tahun terakhir semenjak kepergiannya.
Dengan sigap Manda menceritakan kisah hidupnya panjang kali lebar, namun Manda tidak menceritakan Rayhan tentang betapa digilainya Rayhan di Kampusnya bahkan Manda juga termasuk Fans beratnya Rayhan.
"Udah malam kita tidur yuk" Ucap Rayhan yang memang sudah merasa kelelahan.
"Baik kak, good night," Ucap Manda.
"Good night too Manda, nice dream."
Beberapa hari berlalu setelah kepulangan Rayhan seperti biasa setiap pagi Manda menyiapkan sarapan untuk Rayhan sebelum Rayhan terbangun, setelah itu baru Manda bersiap siap menuju ke kampus.
Namun tak lama dari kesibukannya Rayhan sudah siap dengan baju santai nya di meja makan.
"Kak Ray udah bangun ya, kok aku gak tau" Manda terlihat kikuk.
Namun Ray juga terlihat canggung melihat penampilan Manda yang rapi tak seperti biasanya, Manda yang menyadari tatapan Rayhan langsung menjelaskan.
"Hari ini Manda ke kampus, habis dari kampus Manda ke kantor kak, sekarang lagi ada launching produk baru, jadi Manda harus kesana" Jelas Manda.
"Jadi kamu kerja apa disana?"
"Aku jadi sales nya kak."
"Kirain jadi modelnya," Ledek Ray sambil tertawa girang.
"Hmmm, emang kalo aku ditawarin jadi model kaka ngizinin?"
"Tergantung jadi model apa dulu."
"Iya macam macam, kan pekerjaan model itu harus profesional."
"Kalo pake baju seksi gak bakal kakak izinin!"
__ADS_1
" Hahaha apaan sih kak, udah nih aku mau berangkat dulu. "
"Eett eett tunggu dulu" Dengan satu kali tarikan Rayhan tak sengaja membuat Manda terjatuh tepat diatas pangkuannya bahkan tubuh mereka sempat saling bergesekan, Ray merasakan sesuatu menyentuh dadanya, sedangkan Manda merasa sangat malu seolah tahu apa yang Ray pikirkan.
Manda menundukkan kepalanya namun beberapa saat kemudian Ray mengangkat dagu Manda hingga tatapan mereka kembali bertemu, Ray merasa ada tarikan yang membuatnya tiba tiba.
Cuppppppppp
Kecupan lembut mendarat dibibir Manda, sontak Manda kaget bukan main menerima perlakuan Rayhan terhadapnya, namun tak sampai disitu Rayhan lagi lagi mengecup bibirnya dengan lembut, seakan terbuai dengan perlakuan Rayhan Manda memejamkan matanya menerima setiap sentuhan dari Rayhan.
Mereka masih saling tidak menyadari apa yang tengah mereka perbuat, hingga pada saat Ray mulai menyentuhnya lebih dalam, Manda bangun dari pangkuan Ray kemudian berlari meninggalkan Ray sendiri.
"Ya Tuhan, apa yang aku lakukan tadi, kenapa aku ini, apa aku sudah gila, ahhhhh," Rayhan memaki dirinya sendiri dan mengusap wajahnya kasar.
Sedangkan diluar sana Manda yang sudah menyadari perasaanya terlebih dahulu terhadap Ray merasa bahagia, namun Ia juga merasa sangat malu atas kejadian tadi.
Manda berfikir bahwa perasaannya tidak sia sia, selama ini ia terus memikirkan Rayhan bahkan sering kali ia menyalahkan dirinya karena memendam perasaan terhadap kakak angkatnya itu.
"Kak Ray, apakah ini artinya kakak membalas perasaanku?" Gumam Manda sambil berjalan menuju koridor kampus.
Tak henti hentinya ia senyum senyum sendiri, bahkan sampai Kelas nya selesai Manda masih senyum tidak karuan, membuat Mia merasa bingung dan memijat mijat kepalanya yang tidak sakit.
"Huhh ni anak kenapa lagi, kesambet kali ya," Mia geleng geleng tanda tak mengerti.
"Man keluar yuk kita lliat apa yang terjadi, ribut banget dari tadi," Pinta Mia.
Manda mengikuti Mia dengan penasaran, sesampainya di lokasi tampak seorang pria yang menjadi topik pembicaraan mahasiswi Kampus A sedang duduk menunggu seseorang.
Tak lama setelah itu Hana datang menghampiri pria tersebut dan menggandeng lengannya manja.
"Ternyata anak dari atasannya itu Hana, pantas saja kak Rayhan datang menemuinya."
Mendengar percakapan beberapa wanita tadi membuat Manda menepis semua pikirannya tadi pagi pada Rayhan.
"Mi, gue duluan ya, gue mau berangkat kerja dulu" Pinta Manda kemudian berlalu pergi.
"Loh Man, loe mau ninggalin gue sendiri, gimana sih kok main pergi gitu aja," Teriak Mia kesal karena ikut patah hati seperti yang lainnya.
Mendengar nama Manda disebut, Rayhan langsung menoleh ke arah sumber suara, benar ia melihat punggung Manda yang sudah membelakangi dan semakin menjauh darinya.
"Ternyata benar itu Manda" Gumam Rayhan.
Ray tidak menyangka kalau dirinya begitu populer di kampus A. Bayangan Manda masih menguasai batinnya, jika saja bukan karena perintah atasannya, Rayhan pasti sudah menemui Manda. Namun perintah tetaplah perintah, Rayhan harus menerima setiap tugas yang diberikan.
__ADS_1
*****
Di kantor Manda
Meski dalam keadaan bad mood Manda dengan senyum manisnya tetap terlihat cantik ketika melayani customer yang datang, dengan kulit mulus nan putih produk yang kini sedang launching berhasil menarik minat customer, bagaimana tidak salesnya saja sangat mulus bak putri raja.
"Mbak cantik, boleh dong kita tanya tanya dulu," Tanya beberapa customer wanita yang datang sambil senyam senyum merasa kagum dengan kecantikan Manda.
"Ahh tentu saja, dengan senang hati akan saya jawab."
Manda sangat ahli dalam berbicara dengan customer, bahkan tak segan melempar senyuman pada customer yang baru datang, hingga banyak sekali customer yang terpikat untuk menghampirinya.
Itu juga salah satu alasan kenapa Atasannya memeperbolehkan Manda bekerja hanya empat hari, karena atasannya selalu puas dengan kinerja Amanda.
Pukul 18.00. Manda pulang kerumah dengan tubuhnya yang letih karena menguras tenaga dan pikirannya membuat tubuhnya terasa remuk.
Manda membeli makanan dari luar agar tak lagi memasak dirumah karena tubuhnya sudah tidak kuat lagi untuk beraktivitas, setelah mandi Manda merebahkan diri diatas kasur bahkan sampai tertidur tanpa menutup pintu kamarnya.
Tak lama setelah Manda tertidur Rayhan mencari keberadaan Manda, terlihat pintu kamar Manda sedikit terbuka, karena penasaran Rayhan menghampiri kamar Manda sambil memanggil Manda.
"Man, kamu" Belum sempat menyelesaikan perkataan nya Rayhan sudah melihat Manda tidur dengan pulasnya, Rayhan menyaksikan wajah gadis itu dengan seksama hampir tak ada cela yang terlihat.
"Ya Tuhan apa perasaanku salah padanya," Gumam Rayhan.
Tubuh Manda bergerak gemulai sehingga Rayhan tak henti hentinya tersenyum melihat gadis dihadapannya.
"Kakak gak nyangka kamu bakal secantik ini Man, tapi perasaan kakak aneh, dulu kakak gak pernah ngerasa seperti ini, kakak selalu mengkhawatirkan kamu, gimana hidup kamu selama kakak pergi," Ucap Rayhan sambil membelai rambut Manda.
Manda yang tadinya tidur merasakan sentuhan lembut dipipinya, dan saat membuka mata Manda terkejut mendapati Rayhan sudah ada di sampingnya.
"Kak Ray," Manda langsung bangun dan duduk di kasurnya.
"Maaf ya kakak ngagetin kamu!" Ucap Rayhan sambil tersenyum.
Manda hanya diam dan teringat kejadian di kampus nya tadi siang, Manda berusaha menghindari Rayhan dengan mencoba turun dari kasur.
Namun belum sempat menginjakkan kakinya di lantai Rayhan menarik tangannya sampai terduduk kembali hingga tatatapan mereka kembali bertemu.
Rayhan seolah terhanyut dengan keadaan, selama ini Rayhan tidak pernah dekat dengan wanita manapun, bahkan tak pernah merasakan perasaan seperti yang Ia rasakan pada Manda saat ini.
**
Wah terimaksih sudah membaca, dukung Author dengan cara like, komen, dan klik tanda ❤ ya. salam dari Author
__ADS_1
komennya harus semangat biar Author nulisnya juga semangat 🔥 😉😉😉😉