
Drrrrrrrtttt drrrrrrrtttt drrrrrrrtttt
Getar ponsel milik Rayhan terdengar, dengan cepat Rayhan mengangkat ponsel miliknya.
"Hallo"
Rayhan terdiam setelah mendengar suara dari ponselnya, matanya terus menatap lurus kedepan.
"Baik Pak, siap laksanakan"
kemudian sambungan telpon tadi terputus, Rayhan terlihat sedikit bingung, namun dengan sikap seperti biasa Ia berjalan menuju dapur menemui istrinya.
"Belum selesai masaknya?"
"Bentar lagi kak"
"Mau dibantuin? "
"Mmm, gak usah, udah mau selesai kok"
"kamu gak capek Man"
"sedikit, emang kenapa?"
"mau ya kakak bantu"
"udah gak usah, selesai" dengan wajah bahagia nya Manda tersenyum nakal didepan Rayhan.
"Asikkk makanan udah jadi"
Sambil menyiapkan makanan di meja makan Manda terus fokus dengan pekerjaannya, setelah semuanya sudah siap Manda dan Rayhan duduk di meja makan dengan romantis.
"Man, kakak minta kamu berhenti kerja ya mulai sekarang!"
Manda terdiam kemudian tersenyum.
"Kakak khawatir kamu pulang malam, sekarang kamu udah tanggung jawabnya kakak, semua kebutuhan kamu kakak yang tanggung"
"Baik kak, besok Manda akan ke tempat kerja bawa surat Resign"
"Kamu gak marah kakak suruh berhenti kerja"
"gak lah kak, kakak kan suami Manda sudah seharusnya seorang istri menuruti kemauan suami selama itu baik"
"Oke, kakak juga mau bilang kalau besok kakak berangkat tugas lagi"
"Berapa lama kak?" tanya Manda berusaha terlihat tegar.
"sekitar tiga bulan Man"
"Iya sudah kak, kakak hati-hati ya jaga diri disana"
"Kamu gak sedih, Mmm sedih tapi dikit"
"kok dikit sih"
"Kalau banyak nanti kakak gak jadi pergi dong"
"Kalo kamu kangen, kita bisa saling chat, tapi kalau kakak balesnya lama kemungkinan kakak lagi sibuk, kamu ngerti kan sayang"
"Mmm iya, Manda sayang sama kak Rayhan"
"udah kita makan dulu habis ini kita kangen-kangenan dulu"
"mulai sudah"
"hahaha, gitu aja ngambek"
Setelah selesai dengan makanannya Rayhan dan Manda terus menghabiskan waktu berdua, mulai dari packing baju dinas untuk Rayhan, makan cemilan berdua, nonton televisi berdua sampai sore pun tiba.
"Kak malam ini tidurnya lebih cepat ya biar Manda bangunnya pagi"
"sekarang pukul berapa?"
"baru 21.00 kak"
"berarti masih sempat"
__ADS_1
"maksudnya!"
"Masih sempat berduaan sama kamu"
"ohhh"
"kita ke kamar sekarang ya"
"Oke" Manda melangkah menuju kamar mereka, sedang Rayhan sudah mengunci pintu kamarnya.
Rayhan mendekati Manda yang sedang duduk di ditepi ranjang, Rayhan bertingkah seperti anak kecil yang sedang menginginkan sesuatu tapi entah kenapa Manda belum juga merespon.
Dengan berani Rayhan mencium leher bagian belakang Manda hingga Manda langsung bangun dari duduknya.
"kenapa tanya Rayhan"
"enggak kak cuma kaget aja"
Rayhan tampak kecewa, kemudian berbaring di atas ranjang tanpa memperdulikan Manda yang masih melotot karena terkejut.
"Kak Ray" panggil Manda.
"hmmmm"
"Kakak mau tidur"
"hmmmm"
Rayhan seperti orang yang sedang malas menjawab semua pertanyaan Manda, keadaan itu membuat Manda frustasi, Manda terus berfikir apa yang harus dia lakukan.
Dengan rasa tidak percaya diri Manda ikut membaringkan tubuhnya di atas ranjang kemudian memeluk Rayhan dari belakang.
Rayhan merasakan saat ini Manda merasa gugup, jantungnya terus berdetak kencang seperti orang yang sedang berlari. Rayhan membalikkan tubuhnya mengahadap ke arah Manda yang saat itu menutup matanya sambil menyembunyikan kepalanya.
"Kamu kenapa"
"Aku takut kak"
"takut kenapa?"
"takut kakak cuekin Manda"
"Kakak" belum selesai bicara Manda malah mencium bibir suaminya itu.
Rayhan merasa terpancing dengan tindakan Manda, Rayhan mencoba menelusuri setiap inci bagian tubuh istrinya itu dengan lembut.
"Kalau kakak minta sekarang, apa kamu siap?"
Manda mengangguk tanda setuju, Rayhan tersenyum kemudian melanjutkan aksinya yang panas itu, Manda terlihat sedikit kewalahan karena baru pertama kali, namun berbeda dengan Rayhan meski baru pertama kali Rayhan cukup menguasai permainan.
Baru saja memulai ****** Manda terlihat menahan rasa sakit yang luar biasa.
"kamu gak apa-apa"
Manda menggeleng.
"kakak gak usah lanjutin ya, kakak gak tega liat kamu kesakitan"
Manda malah ingin terus melanjutkan, karena Ia berfikir belum bisa memenuhi tugasnya sebagai seorang istri, Manda juga takut kalau Rayhan akan tergoda wanita lain jika hasratnya tidak terpenuhi.
Namun karena Manda meminta Rayhan pun melanjutkan aksinya hingga berhasil menumpahkan hasrat yang selama ini sudah lama Ia tahan, setiap kali bersama Manda.
Rayhan mengecup pucuk kepala Manda dengan lembut kemudian memeluknya dengan mesra.
"Man, maafin kakak udah buat kamu ngerasa sakit"
"udah seharusnya kan, Manda itu istri kakak"
Rayhan tersenyum bingung harus mengatakan apa, karena sejujurnya Rayhan tidak ingin menyakiti Manda, namun inilah pernikahan cepat atau lambat semuanya akan terjadi, Rayhan berharap kepergiannya nanti tidak membuat Manda merasa sedih.
"Mau mandi bareng" tanya Rayhan sengaja menggoda.
"enggak ah"
"kenapa?"
"malu"
__ADS_1
"tadi gak malu, malah suka"
"ihhh gak suka deh kak bilang gitu"
"jangan suka ngambek ntar ketagihan kakak gak kasih jatah mau?"
"tu kan kakak ini emang sengaja kan godain Manda?"
"iya emang salah godain istri sendiri"
"hmmmm Oke deh kakak menang"
"ya udah mau mandi bareng gak"
"gak, Mamda duluan, baru saja mulai melangkah Manda merasa ada yang aneh"
"kenapa"Rayhan cemas melihat keadaan Manda.
" enggak apa-apa kak" Manda berusaha berjalan dengan pelan agar Rayhan tidak mencemaskannya.
Setelah masuk kedalam kamar mandi Manda mengguyur tubuhnya dengan air dingin sampai merasa lebih baik.
"mungkin ini karena kejadian tadi makanya Aku ngerasa sakit" Manda membatin di sela-sela ritual mandinya.
Beberapa menit kemudian Manda keluar dengan wajah yang lebih segar, kemudian menuju ke arah meja rias, Manda mengambil sebuah hairdryer untuk mengeringkan rambutnya yang basah.
"Beneran gak apa-apa Man?"
"iya beneran kak"
Rayhan terus menatap Manda dengan pandangan yang tidak biasa, Ia merasa bersalah dengan keadaan Manda.
"beneran kak Manda gak apa-apa, sakitnya cuma sedikit kok"
Rayhan tersenyum melihat Manda yang lucu, berusaha untuk menghiburnya dan membuat nya tidak merasa panik.
"lagian liburnya bakalan sampai tiga bulan jadi Manda aman selama itu"
"hahahaha, awas ya nanti kalau kakak pulang kamu harus siap tempur"
"ihhhh mulai deh kakak"
"siapa suruh godain kakak duluan"
"Manda gak pernah menggoda kakak aja yang sukanya ngomong kaya gitu"
"ya sudah kakak mandi dulu biar bisa tidur sambil pelukan"
Manda melempar tisu ke arah Rayhan, sedang Rayhan trrus terkekeh sambil masuk kedalam kamar mandi.
Tidak butuh waktu lama dengan ritualnya Rayhan selesai dari mandinya kemudian mengganti pakaiannya dengan piyama, Manda tampak menyaksikan dada bidang suaminya itu dengan senyum-senyum sendiri.
"liat apa?"
"ahhh gak, lagi liat cicak di samping lemari, kayanya seru liatnya"
"kamu kira kakak anak kecil"
"hahahaha ya udah kalau tahu ngapain nanya"
"Mmm dasar kamu ya, harusnya kamu udah pinter bohongnya, kan udah gede"
"Nanti kalau Manda banyak bohongnya kakak gak sayang lagi sama Manda"
"kamu itu ya, perasaan kakak sama kamu itu sekarang gak bisa diungkapkan dengan kata-kata, kamu udah buat kakak luluh padahal kamu itu cuma anak kecil yang baru gede"
"tapi ngangenin"
"nagangeninnya pakai banget Man, udah ahh katanya mau bobok lebih awal"
"ehhh iya lupa"
"biar cepet bobok sini kakak peluk"
Dengan cepat Manda mengambil posisi manja di hadapan Rayhan, memeluk Rayhan seperti anak kecil yang masih lugu, Rayhan pun membalas pelukan Manda kemudian mengecup puncak kepala Manda dengan penuh kasih sayang.
*******
__ADS_1
...Haiii rider Author minta dukungan terus ya dari kalian, kasih like, favorit, vote dan rating 5 ya 👍👍, terus kalian jangan lupa tinggalin komentar dibawah biar Author bisa tahu kalian para rider 🙏🙏🙏🙏🙏...
...Semoga kita selalu diberikan kesehatan biar upnya lancar terus Amiinnn ☺☺☺☺ kalian semua terbaik 👍💯...