Pengkhianatan Suami Dan Adikku.

Pengkhianatan Suami Dan Adikku.
Episode 28


__ADS_3

Hanna menyusul mereka berdua ke rumah sakit yang kemarin Dafa di rawat di sana. Namun ia tak menemukannya, tidak ada nama Dafa yang sedang di rawat.


"Kemana mereka?" Hanna mulai bingung ia harus mencari mereka kemana? Hanna mengambil ponselnya lalu ia menghubungi Bram. Akan tetapi Bram membiarkannya, ia sedang tidak fokus.


Kemudian Hanna kembali ke rumah dengan taxi tadi, ia akan bertanya pada bi Serly karena ia tidak memiliki nomor ponselnya. Hanna terpaksa harus kembali pulang untuk mencari tahu.


"Bibi," teriak Hanna dengan berlari mencari bi Serly.


"Ada apa Hanna?" tanyanya, bi Serly sedang panik, ia baru saja dihubungi oleh Bram.


"Apa bibi tahu Dafa di bawa ke rumah sakit mana?" tanya Hanna.


Bi Serly pun mengangguk, ia tahu karena ia baru saja dihubungi oleh Bram. Bi Serly akan pergi ke rumah sakit karena Bram yang menyuruhnya untuk menjaga Dafa.


"Ayo kita ke sana," ucap bi Serly, mereka berdua di antar pak Aceng ke rumah sakit.


Hanna mengepalkan jari-jarinya, dadanya terasa sesak. Ia takut anak asuhnya mengalami hal buruk. Hanna menyesal karena ia pergi ke super market di saat Dafa sedang tidur.


Setelah sampai di rumah sakit tujuan, Hanna segera berlari ke ruangan dimana Dafa sedang di rawat. Ia melihat Bram yang sedang berbicara dengan dokter, Hanna mendengarnya.


"Seorang yang mengalami listeriosis dapat mengalami gejala seperti demam tinggi, diare, sakit kepala, kaku leher, kehilangan keseimbangan, kejang, bahkan penurunan kesadaran. Dalam beberapa kasus, infeksi listeria dapat menyebabkan komplikasi hingga ke sistem saraf seperti radang selaput otak (meningitis). Anak anda terlalu banyak makan es krim, anda harus membatasinya karena itu bisa meregang nyawa. Untung saja anda segera membawanya ke sini," ucap dokter yang sedang menjelaskan pada Bram.


Setelah dokter itu pergi Bram kembali masuk ke ruang rawat. Kemudian Hanna dan bi Serly ikut masuk ke dalam.


Hanna melihat Bram sedang menggenggam tangan Dafa yang terbaring lemah.


"Mas, bagaimana kondisi Dafa?" ucap Hanna. Bram yang sedang menangis menggenggam tangan anaknya. Ia langsung berbalik badan ke arah Hanna. Bram sangat marah pada Hana yang sudah ke dua kalinya membuat Dafa seperti itu.


"Kau masih berani datang ke sini setelah apa yang kau lakukan pada anakku, hah!" bentaknya.


"Maaf, Mas. Aku juga ingin melihat keadaan Dafa. Aku khawatir, Mas," Hanna menundukkan kepalanya ia benar-benar merasa menyesal.


"Pergi kamu dari sini! Aku tak ingin melihatmu lagi setelah apa yang kau lakukan pada anakku!"


Hanna mengangkat kepalanya setelah mendengar ucapan Bram yang mengusirnya.


"Jangan pernah kembali ke rumahku lagi, kau sudah ke dua kalinya membuat anakku seperti ini. Sekarang pergilah dan kemasi barang-barangmu," ucap Bram dengan nada pelan namun masih terdengar di telinga Hanna.


Seketika Hanna berlutut di hadapan Bram, ia memohon dan meminta maaf padanya. Hanna tidak ingin pergi sebelum melihat Dafa sadar.


"Aku minta maaf atas kesalahanku, Mas. Aku akan pergi dari sini, tapi tolong izinkan aku sebelum pergi untuk melihat Dafa sadar," lirihnya dengan air mata yang sudah membanjiri pipi mulusnya. Hanna sangat menyayangi Dafa, ia tidak akan pergi sebelum melihat Dafa bangun.


Bram melepaskan tangan Hanna yang memegang kakinya dengan kasar, lalu ia mundur satu langkah untuk menghindarinya.

__ADS_1


"Aku bilang pergi dari sini! Jangan pernah menemui anakku lagi. Kau hampir saja membunuh anakku. Pergi!" bentak Bram membuat hati Hanna merasakan sakit. Ia tak pernah melihat kemarahan Bram yang seperti itu.


Hanna berdiri, lalu ia meminta maaf kembali pada Bram.


"Aku minta maaf, Mas. Aku tidak bisa menjaga Dafa seperti apa yang Mas inginkan. Aku akan pergi dari sini, terima kasih sudah menolongku waktu itu dan sudah mempertemukan aku dengan Dafa. Aku sangat menyayanginya, tolong sampaikan minta maafku pada Dafa karena aku sudah meninggalkannya di saat ia sedang tidur. Aku minta maaf, Mas." ucapnya, Hanna mulai melangkah segera keluar dari ruangan itu.


"Tunggu!" Bram menghentikan langkahnya. Hanna berhenti di ambang pintu, tanpa membalikkan badannya.


"Aku akan mengirim uang untuk kamu mencari kontrakan," ucapnya.


"Tidak perlu, Mas. Aku akan pulang ke kampungku, uangku masih tersisa dan cukup untuk membiayai hidupku. Terima kasih sudah memberiku pekerjaan," ucapnya kemudian Hanna pergi meninggalkan Bram yang masih berdiri menatap kepergiannya.


"Maafkan aku, Hanna." Bram merasa menyesal telah mengusir Hanna, namun di saat ia menatap Dafa yang terbaring lemah. Rasa marah di dadanya sangat melekat.


Bi Serly yang menyaksikannya ikut sedih karena Hanna harus pergi.


Hanna berlari sambil menangis, ia tak menyangka Bram akan semarah itu padanya.


"Pak antar saya kembali ke rumah," ucapnya pada pak Aceng yang sedang menunggu di mobil.


"Baik, nona."


Setelah sampai sana, Hanna langsung masuk ke kamarnya lalu ia segera mengemas pakaiannya ke dalam koper. Ia akan pergi dari rumah Bram.


"Maafkan, Tante. Tante harus pergi karena ayahmu. Tante sangat menyayangimu, semoga suatu saat kita bertemu lagi. Tante pamit," ucapnya, lalu ia menutup kembali pintu kamar Dafa dan segera pergi dengan membawa kopernya. Ia meminta untuk tidak di antarkan pak aceng, karena ia tidak mau pak Aceng mengetahui kepergiannya. Hanna takut Bram akan mencarinya kembali.


Di sebuah ruangan yang luas dan mewah, baru saja seorang wanita terbangun dari tidurnya. Dia adalah Sarah yang telah dibawa oleh Alex ke tempat clubnya.


"Aku dimana? Apa Mas Revan membawaku kembali, tapi kenapa ruangan ini berbeda?" Sarah mulai bangun, lalu ia duduk di atas tempat tidur. Sarah merasakan sakit di kepalanya.


Namun tiba-tiba Alex datang. "Hai kau sudah sadar?" tanya Alex membuat Sarah kaget dengan kedatangannya.


"Kau siapa?" tanyanya.


"Aku Alex, aku yang sudah menolongmu."


"Terima kasih," balasnya.


"Sepertinya kau pergi dari rumah? Apa kau sedang ada masalah dengan keluargamu?" Sarah mengangguk mengiyakan ucapan Alex.


"Ya, suamiku telah mengusirku," jawab Sarah.


"What, suami? Kau sudah memiliki suami?" Sarah kembali mengangguk.

__ADS_1


"Gagal," ucap Alex dengan menepuk jidatnya membuat Sarah bingung.


"Apa maksudmu?" tanya Sarah. Alex melangkah menghampiri Sarah lalu ia mengangkat dagunya.


"Awalnya aku ingin menjualmu, karena kau terlihat masih muda. Namun ternyata kau sudah menikah," ucap Alex, Sarah menatap Alex dengan kagum. Alex tak kalah tampan dari Revan, Sarah juga melihat Alex yang sedikit mirip dengan Revan. Mungkin karena mereka bersaudara.


"Lalu kalau aku sudah menikah kenapa?"


"Aku tidak jadi menjualmu, kau kerja saja di sini dan menghasilkan uang banyak bersamaku," ucap Alex dengan tersenyum pada Sarah.


"Pekerjaan apa yang kau berikan padaku?"


"Layani pria yang akan menyewamu, kau akan mendapatkan uang banyak. Apa kau mau?" tanyanya. Sarah tersenyum pada Alex lalu ia menatapnya.


"Aku tidak mau! Tapi aku mau jika hanya melayanimu saja," ucap Sarah dengan menggoda Alex. Ia meraba dada Alex lalu ia meraba bibirnya yang terlihat manis.


Awalnya Alex yang ingin menggoda Sarah, namun ia malah yang jadi tergoda olehnya.


"Sepertinya kau sangat lihai," ucap Alex.


"Tentu saja, karena aku sudah berpengalaman."


"Aku tak menyangka wanita semuda dirimu sudah menikah?" ucap Alex, lalu Sarah tersenyum padanya.


"Ya, kau ingin tahu kenapa aku menikah? Karena aku mencintai suami kakakku, dan aku berselingkuh dengannya. Lalu kakakku pergi dari sana. Aku sangat bahagia setelah kakakku pergi karena aku bisa memiliki kakak iparku seutuhnya," ucap Sarah, tiba-tiba ia menangis mengingat Revan yang mengusirnya.


"Apa kau tahu setelah kakakku pergi? Aku menikah dengan suamiku, namun hanya bertahan satu Minggu. Ia menceraikanku dan mengusirku karena ia masih mencintai kakakku. Hatiku sangat sakit, Alex. Kalau saja aku tahu suamiku masih mencintai kakakku, aku tidak akan membuat kakakku pergi. Aku akan melayaninya saja walaupun dia tidak jadi suamiku, namun sayang sekali rencanaku gagal."


Alex melotot mendengar cerita kehidupan Sarah, ia tak menyangka Sarah sebagai pelakor di kehidupan rumah tangga kakaknya. Ia mengira Sarah wanita yang masih polos, namun ternyata bukan. Dia wanita yang sangat mengejutkan baginya.


"Kalau begitu, aku mau melayanimu tanpa di bayar. Asal aku tinggal di sini selamanya. Aku ingin kehidupan mewah seperti sebelumnya. Aku tak mau kembali ke rumah peninggalan orang tuaku yang ada di sana," ucap Sarah, ia membuka satu persatu kancing baju Alex.


Alex sedikit mundur, ia menahan tangan Sarah. Baru kali ini ia menemukan wanita seberani Sarah. Karena sebelumnya Alex lah yang selalu memulai pada wanita yang akan ditidurinya.


"Kenapa? Apa kau tak mau melayaniku seperti suamiku?" ucap Sarah menatap Alex. Lalu ia sengaja membuka pakaiannya satu persatu hingga tak satupun yang melekat di tubuhnya.


Sarah bertelanjang di depan Alex, hingga Alex dengan susah payahnya menelan ludah.


"Lihat tubuhku sangat menggoda, bukan?" Sarah mulai mendekati Alex kembali, lalu ia mengecup bibir pria itu.


Lelaki mana yang tidak akan menolak jika diberi gratisan. Kucing pun tak akan menolak jika diberi ikan.


Dan terjadi lagi...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2