Pengkhianatan Suami Dan Adikku.

Pengkhianatan Suami Dan Adikku.
Episode 29


__ADS_3

Hanna akan pulang ke kampungnya, ia sudah lama tidak pulang ke sana selama ia menikah dengan Revan. Awalnya ia ingin mencari pekerjaan melamar ke kantor, namun ia tak mau bertemu Bram lagi. Karena sebagian besar perusahaan itu milik Bram.


Hanna memilih untuk mencari kerja di kampungnya walaupun dengan gaji kecil, yang penting cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari.


"Aku rindu tempat tinggalnya yang dulu, dimana aku pernah hidup bahagia di saat masih ada ibu dan ayahku. Mungkin aku lebih baik tinggal di rumah peninggalan orang tuaku. Aku sudah lelah dengan hidupku yang banyak masalah," ucapnya dalam hati.


Setelah menempuh perjalanan 2 jam, akhirnya Hanna telah sampai di rumah peninggalan orang tuanya.


Rumah itu masih terlihat bersih dan rapih, karena ada orang lain yang mengurusnya. Bu Rohanah telah membayar orang untuk membersihkan rumah peninggalan orang tua Hanna.


Hanna masuk ke dalam rumah itu, ia menumpahkan segala isi hatinya yang selama ini ia pendam. Ia tak tahu harus ke siapa untuk mengadu? tak ada satu orangpun yang bisa di jadikan teman curhat, keluarga pun sudah tidak ada. Ia hanya sendirian setelah orang tuanya tiada. Adik yang ia sayang telah menghancurkan semuanya.


Hanna merebahkan badannya di atas tempat tidur, ia menatap langit-langit kamarnya.


"Ayah, ibu, aku rindu kalian. Kenapa hidupku harus seperti ini. Maafkan aku tak bisa menjaga amanat kalian," lirihnya. Tak terasa air matanya lolos begitu saja.


Hanna mulai merasakan lapar, ia segera bangun dari tidurnya untuk membeli makanan. Hanna berjalan ke sebuah rumah makan yang tak jauh dari rumahnya.


"Permisi Bu, saya mau beli nasi," ucap Hanna.


"Eh, neng Hanna sudah pulang? Kapan pulang neng?" tanya ibu pemilik rumah makan.


"Sekitar satu jam Bu, belum lama saya sampai di sini," jawabnya. Ibu-ibu yang lain menatap Hanna sambil berbisik-bisik dengan temannya.


"Neng, ibu dengar kamu sudah cerai dengan suamimu, ya. Apa benar adikmu yang menghancurkan rumah tanggamu?" tanya seorang ibu yang ada di sana.


"Ibu tahu dari siapa?" tanya Hanna.


"Ada orang yang memberitahu kami, kamu tahu gak? Sekampung sering bicarakan kamu, jika masih ada orang tuamu sepertinya mereka akan malu," ucap salah satu ibu yang di sana.


"Lagian si Sarah itu dari dulu sering berpakaian sexy, mungkin suamimu tergoda dengan adikmu itu. Harusnya kamu sebagai seorang istri harus bisa berpenampilan seperti Sarah. Kamu juga harus bisa memuaskan suamimu," ucapnya, membuat Hanna merasakan sakit di hatinya. Harusnya Hanna menerima saran dari mereka, namun mereka malah menyalahkannya. Seolah-olah dia lah yang salah dalam menjalin rumah tangga.


"Maaf Bu, mungkin saya dan suami saya bukan jodohnya lagi," balas Hanna, ia tak mau memperpanjang obrolannya.


"Aduh neng, kamu ini gimana sih? Gak bisa jagain suami sendiri, lagian kenapa kamu baik banget sama adikmu. Dia sudah dewasa mana cantik pula, kenapa juga dia diajak tinggal bersama. Jadinya suamimu direbut juga sama dia," ucap ibu pemilik rumah makan.


"Eh apa mungkin suaminya yang menggoda Sarah?"


Hanna sudah tak tahan lagi mendengar ucapan tetangganya yang menyakiti hati, dada Hanna terasa sesak mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut tetangganya.


"Nasinya jadi berapa bu?" tanya Hanna.


"Oh ini neng, 30 ribu semuanya."

__ADS_1


"Terima kasih, bu," ucapnya, Hanna langsung membayar semua makanan itu lalu ia segera pergi menjauh dari sana.


Hanna segera masuk ke kamarnya, lalu ia menumpahkan semua kekesalannya di sana. Entah kenapa semua orang menyalahkan dirinya. Padahal ia korbannya.


Perut yang tadinya lapar ingin segera makan, namun setelah mendengar ucapan para tetangganya ia langsung merasa kenyang. Hingga makanan yang baru saja ia beli dibiarkan sampai dingin.


Bram menerima kabar baik bahwa Dafa telah sadar, ia menghampiri Dafa yang sering menyebut nama Hanna.


"Tante, ayah Tante mana?" tanyanya pada Bram.


Seketika Bram bingung harus menjawab apa? Ia tak mungkin jujur bahwa ia telah mengusirnya.


"Tante pulang dulu ke rumahnya sayang, ia rindu keluarganya," ucap Bram mencoba membohongi Dafa agar ia tak sering bertanya.


"Kenapa Tante gak bilang sama aku, ayah?" ujar Dafa dengan wajah sedihnya.


"Maafkan Tante, ya. Dia ada urusan mendadak," Dafa pun mengangguk mengerti walaupun ia sangat kecewa karena Hanna tak memberitahunya.


"Dafa sama bi Serly dulu, ya. Ayah ada urusan sebentar," kata Bram.


"Iya, ayah."


Bram langsung keluar dari ruang rawat, ia pergi ke parkiran lalu ia masuk kedalam mobilnya.


"Hanna, apa kau semarah itu padaku?" ucap Bram, ia tak menyadari bahwa dirinya telah menyakiti hati Hanna. Hingga Hanna menjauh darinya.


"Apa aku salah padamu, Hanna. Maafkan aku sudah membuatmu pergi," lirihnya.


Bram merasa menyesal ia telah mengusir Hanna, hingga ia tak bisa menghubunginya lagi. Sedangkan Dafa selalu menanyakan Hanna.


"Arghhh..."


*


Malam ini Revan akan bertemu dengan Alex di clubnya. Sudah lama ia tak pernah datang ke club Alex selama ia menikah dengan Hanna. Baru kali ini ia akan mengunjunginya lagi.


Revan mengendarai mobilnya menuju club, entah kenapa ia ingin mendatangi club untuk menenangkan pikirannya.


"Sarah," panggil Alex.


"Iya, sayang. Ada apa?" tanyanya.


"Nanti temani aku untuk menemui saudaraku," ajaknya.

__ADS_1


"Boleh, aku akan menemanimu. Kalau gitu aku akan mandi dulu," kata Sarah, lalu ia mengecup bibir Alex dan berlalu pergi dari hadapannya.


Setelah selesai, mereka berdua turun ke bawah untuk menemui saudara Alex. Sarah menggandeng tangan Alex dengan mesra, membuat Alex merasa risih. Alex memang pria yang selalu memainkan wanita, tapi ia tidak suka dengan wanita yang terlalu berani apalagi manja yang membuatnya menjadi risih.


Revan sudah duduk di sana dengan segelas minuman di tangannya. Ia menikmati dentuman music yang menggema ke seluruh ruangan. Sekarang ia merasa lega, karena pikirannya tidak selalu tertuju pada Hanna lagi. Ia melihat banyak wanita yang menurutnya lebih sexy dari mantan istrinya. Akan tetapi tetap saja, ia ingin mencari istri seperti Hanna yang baik.


"Hallo, Rev. Apa kabar," sapa Alex pada Revan.


Revan mengangkat wajahnya melihat Alex bersama dengan wanita yang selama ini ia kenal.


"Mas Revan!" ucap Sarah dalam hatinya, ia terkejut dengan keberadaan Revan dihadapannya.


"Sarah! Kau di sini?" tanya Revan.


Alex bingung pada Revan yang mengenali Sarah.


"Kau kenal dengan Sarah, Rev?" tanya Alex penasaran.


"Iya aku kenal," ucapnya. Sarah menunduk, ia malu pada Revan.


"Ternyata kau emang wanita murahan, untung saja aku sudah membuangmu, Sarah!" kata Revan, Alex semakin penasaran dengan ucapan Revan.


"Apa maksudmu, Rev. Sebelumnya apa kalian saling kenal?"


"Dia mantan istriku, yang baru dua hari ku ceraikan. Rupanya dia sudah bermain dengan pria lain." Revan menatap tangan Sarah yang menggenggam erat pada tangan saudaranya. Ia tersenyum sinis menatap Sarah.


"Apa! Jadi kau mantan suaminya Sarah? Apa benar begitu Sarah?" tanyanya pada Sarah, Sarah pun mengangguk mengiyakan pertanyaan Alex padanya.


Alex benar-benar tak menyangka ia mendapatkan wanita bekas saudaranya. Alex jadi teringat dengan ucapan Sarah yang kemarin.


"Jadi kau adik Hanna?" tanya Alex pada Sarah. Sarah pun mengangguk kembali, ia tak berani mengeluarkan suaranya.


Alex langsung melepaskan tangan Sarah secara kasar, ia tak menyangka Sarah sejahat itu pada kakaknya. Sebenarnya Alex sudah lama mencintai Hanna sebelum Revan menikahinya, ia memendam perasaan pada Hanna sejak lama.


"Hanna," ucapnya dalam hati. Alex teringat pada Hanna yang selama ini ia mencoba melupakannya.


"Sekarang kau sudah tahu dengan wanita yang ada disampingmu kan?" tanya Revan.


"Kau pantas mendapatkannya, Alex. Dia wanita hyper yang ingin dilayani banyak pria. Kau jual saja dia pada pria hidung belang, hahaha," ucap Revan membuat hati Sarah terasa sakit mendengarnya. Revan menertawakan Sarah dengan puas, ia tak menyangka mantan adik ipar sekaligus mantan istrinya itu wanita murahan.


Namun Alex tak mempedulikan Revan yang mengejek Sarah. Ia teringat pada Hanna yang sudah bukan istri Revan lagi.


Apa Alex punya kesempatan untuk mengambil hati wanita yang selama ini ia cintai?

__ADS_1


Bagaimana rasanya dicintai oleh 3 pria hehe... menurut kalian cocok yang mana pria untuk Hanna?


__ADS_2