Pengkhianatan Suami Dan Adikku.

Pengkhianatan Suami Dan Adikku.
Episode 36


__ADS_3

Hanna menatap kepergian Bram dan juga Sarah. Ada rasa sakit di hatinya, melihat pria yang pernah dekat dengannya ternyata menjadi kekasih adiknya.


"Selamat malam pak Alex," sapa seorang pria yang baru saja datang.


Alex langsung memeluk pria itu, dan saling mengobrol di depan Hanna.


"Alex, aku mau ke toilet dulu sebentar, ya," ucap Hanna meminta izin, ia merasa tidak nyaman bila ada orang lain didekatnya.


"Iya, jangan lama-lama,ya," balasnya. Hanna mengangguk mengiyakan ucapan Alex.


Kemudian Hanna pergi meninggalkan Alex yang masih mengobrol dengan temannya. Hanna meminta izin ke toilet pada Alex, namun ternyata ia bohong. Ia pergi keluar lewat jalan belakang, dan menuju parkiran. Hanna ingin menenangkan pikirannya di dalam mobil.


Tiba-tiba Hanna melihat Bram dan Sarah yang sedang berduaan di samping mobil Alex, ia terpaksa menghentikan langkahnya.


"Kak, terima kasih sudah mengajakku makan malam di sini. Aku senang sekali," ujar Sarah.


"Sama-sama," balasnya. Kemudian Sarah memeluk Bram dengan erat.


Hanna tidak mendengar apa yang sedang mereka bicarakan, Hanna berpikir mereka berdua memang saling mencintai.


Kemudian Hanna berjalan melangkah menuju mobil Alex, walaupun ada Bram dan Sarah di sana. Ia tak peduli.


"Kak Hanna wanita yang jahat. Seharusnya aku tidak seperti ini," ucap Sarah.


"Sudah, sudah, biarkan saja dia mendapat karmanya," kata Bram.


"Apalagi waktu ia masih memiliki suami, kak Hanna sering berhubungan dengan pria lain. Hingga aku harus menjadi korban suaminya, hiks," ucap Sarah mencoba mempengaruhi Bram.


Hanna mengepalkan tangannya mendengar apa yang dikatakan Sarah pada Bram. Ia pun menghampiri mereka berdua yang masih berpelukan di samping mobil Alex.

__ADS_1


Hanna menarik tangan Sarah secara kasar. Bram dan Sarah terkejut dengan kedatangan Hanna yang tiba-tiba.


Plakkk... Hanna menampar pipi mulus Sarah.


Seketika Sarah langsung meraba pipi bekas tamparan kakaknya, ia merasakan panas dan perih pada pipinya.


"Adik tidak tahu diri! Apa yang kau katakan pada dia, hah!" bentak Hanna.


"Kau yang sudah menjadi pelakor dalam rumah tanggaku, kau bilang aku yang sering bermain pria? Apa tidak terbalik dengan kata-katamu itu. Berani sekali kau menjelekkan aku dengan mulut busukmu itu. Adik tak tahu diri!" bentaknya.


Plakkk... Bram menampar Hanna, ia tidak suka dengan kata-kata kasar dari mulut Hanna.


"Jangan pernah berkata seperti itu pada adikmu, Hanna. Seharusnya kau sebagai kakak bisa menjaganya!" ujar Bram dengan tegas. Ia tak peduli pada tangannya yang sudah menampar Hanna.


Sarah tertawa dalam hatinya melihat apa yang dilakukan Bram pada Hanna.


"Apa maksudmu kau menamparku, mas? Kau tidak tahu apa masalahku dengan wanita murahan ini. Kau bilang aku yang harus menjaganya, kau tidak pernah tahu aku seorang kakak yang mengurusnya hingga ia dewasa. Namun setelah dewasa dia mengkhianatiku!" ucap Hanna dengan nada bergetar. Dadanya terasa sesak. Air matanya sudah tak terbendung lagi.


Sedangkan Alex melihat perlakuan Bram pada Hanna, ia ingin membalas perlakuan Bram. Namun Bram sudah berlalu pergi dari hadapan Hanna. Alex terpaksa membiarkannya.


'Lihat saja tanggal mainnya Bram. Kau sudah menyakiti wanita yang aku cintai,' ucapnya dalam hati.


Kemudian Alex melangkah menghampiri Hanna yang masih menangis. Kata-kata Bram lebih menyakiti hatinya dari pada tamparan yang telah Bram lakukan pada Hanna.


"Hanna!" panggil Alex.


Hanna yang mendengar suara Alex memanggil namanya, ia langsung memeluk Alex dengan erat dan menangis didalam pelukannya.


"Kau kenapa?" tanya Alex.

__ADS_1


Hanna tak menjawabnya, ia semakin menangis dalam pelukan Alex.


"Apa Bram menyakitimu?" tanyanya kembali. Hanna pun mengangguk mengiyakan ucapan Alex.


Alex mengepalkan tangannya, ia sangat marah pada Bram.


"Kalau gitu aku akan menemui Bram sekarang! Kau masuklah kedalam mobil," ujar Alex.


"Jangan! Tetaplah di sini. Aku tak mau kau dalam masalah, Alex. Bram pria yang memiliki segalanya, aku takut dia akan melakukan melakukan sesuatu padamu. Aku tak mau kau ikut campur dalam urusanku, Alex."


"Kenapa? Kenapa harus takut pada Bram. Kau pikir aku pria lemah, hanna?"


"Bukan, bukan seperti itu. Aku tak mau masalahku semakin panjang," Hanna menggenggam tangan Alex, ia tahu Alex sedang menahan amarahnya.


Tangan Alex yang tadinya mengepal, kini melemah saat digenggam oleh Hanna.


"Terima kasih sudah mengerti," ucap Hanna. Alex tersenyum pada Hanna. Walaupun hatinya sedang menahan amarah.


Alex menghapus air matanya dengan lembut. Kemudian ia mendekatkan wajahnya pada Hanna.


Cup... Ia mengecup bibir Hanna tanpa izin. Entah kenapa Alex menginginkan bibir itu.


Hanna terkejut apa yang dilakukan Alex tiba-tiba, Alex semakin berani padanya.


Namun semakin lama kecupan itu semakin membuat Hanna nyaman. Entah kenapa jantungnya semakin berdebar kencang saat didekat Alex.


Alex menempelkan bibirnya lama, ia ingin memberikan kenyamanan pada Hanna. Alex tersenyum melihat Hanna yang memejamkan matanya.


Di sisi lain ada seorang pria yang sedang mengepalkan tangannya, melihat Hanna dan Alex yang sedang melakukan kiss.

__ADS_1


'Alex... Beraninya kau menyentuh mantan istriku,' geramnya.


__ADS_2