Pengkhianatan Suami Dan Adikku.

Pengkhianatan Suami Dan Adikku.
Episode 32


__ADS_3

Alex membawa Hanna ke toko bunga miliknya, ia akan memperkerjakan Hanna di sana.


"Sudah sampai," kata Alex.


Hanna melihat toko bunga yang sederhana, ada 2 orang wanita yang sedang merangkai bunga.


"Apa kamu mau bekerja di sini?" tanya Alex. Hanna pun langsung mengangguk sebagai jawaban.


"Terima kasih Alex, aku gak nyangka bakal dapat pekerjaan semudah ini," ucap Hanna dengan penuh haru.


"Baiklah, kalau gitu ayo masuk. Di sana ada 2 orang florist ini untuk mengajarkanmu,"


"Terima kasih,"


Tanpa sengaja Alex menggenggam tangan Hanna untuk masuk ke toko bunga.


"Selamat siang semuanya," sapa Alex.


"Siang pak Alex," jawabnya.


"Saya membawa teman saya untuk membantu kalian di sini, namanya Hanna. Tolong bimbing dia, ya," kata Alex pada bawahannya.


"Baik, pak," kemudian Alex menyuruh Hanna untuk belajar merangkai bunga. Hanna sangat senang, ternyata merangkai bunga itu sangat asyik baginya, apa lagi ia sangat menyukai bunga.


Alex memperhatikan Hanna dari jauh, hatinya berdebar saat melihat wanita yang pernah ia cintai. Dulu ia berhasil membuang perasaannya pada Hanna di saat Hanna menjadi milik Revan. Namun ternyata salah, ia masih menyimpan rasa itu pada Hanna setelah ia bertemu kembali.


Setelah selesai merangkai bunga, Hanna menghampiri Alex.


"Pak Alex, terima kasih sudah memperkerjakan aku di sini," ucapnya.


"Sama-sama, terima kasih juga karena kamu mau bekerja di tokoku. Semoga kamu betah di sini, dan kamu tak perlu mencari kontrakan. Aku sudah menyediakan tempat tinggal untuk pekerjaku," kata Alex dengan tersenyum pada Hanna.


"Terima kasih pak Alex,"


"Kalau begitu, ayo ikut aku. Aku akan menunjukan tempat tinggal untukmu," ajaknya. Kemudian Hanna mengikuti langkah Alex dari belakang.


Alex membawa Hanna ke belakang toko bunga, ia akan memberikan tempat tinggal yang layak untuk Hanna.


"Di sini tempat tinggalmu," Hanna langsung terpaku melihat ruangan yang begitu luas, bahkan ini seperti rumah mewah.


Toko bunga yang terlihat kecil dari depan, namun ternyata Alex menyediakan ruangan mewah di sana. Sangat menakjubkan bagi orang yang baru tahu, begitu juga dengan Hanna.


"Apa tidak salah aku tinggal di sini?" tanyanya.

__ADS_1


"Tidak, memangnya kenapa. Apa kamu tak mau tinggal di sini? Kalau gitu aku akan menyediakan tempat yang lebih nyaman untukmu," jawabnya.


Hanna langsung menggelengkan kepala, ia merasa lebih nyaman tinggal di sana. Bahkan lebih dari cukup Alex memberikan tempat tinggal untuknya.


"Aku nyaman di sini, hanya saja rumah ini terlalu besar untukku. Apalagi hanya tinggal sendirian," ujar Hanna. Karena Alex memberikan tempat itu hanya untuk Hanna. Sedangkan pekerjanya tinggal di tempat biasa namun nyaman bagi mereka.


"Kalau begitu aku akan menemanimu, apa kau mau?" godanya dengan tersenyum menatap Hanna.


"Tidak, tidak, mana mungkin aku minta ditemani. Kita bukan..." belum selesai bicara, Alex sudah menyelanya.


"Suami istri maksudmu," tanya Alex. Hanna langsung mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan Alex.


"Aku tahu itu, tenang saja aku hanya datang sesekali ke sini jika sedang rindu. Kau tak perlu takut, aku tak akan macam-macam padamu,"


"Rindu? Maksudmu rindu pada siapa," tanya Hanna bingung.


"Lupakan saja," balasnya. Alex tak mungkin jujur pada Hanna bahwa ia mencintainya. Ia akan menyembunyikan perasaannya sampai ia siap untuk mengungkapkan.


Padahal Alex seorang Casanova, pria yang bisa menaklukkan hati wanita. Wanita manapun akan bersedia melayaninya, apalagi Alex pria tampan bahkan kaya raya. namun saat di dekat Hanna ia tak seperti pria penggoda. Alex lebih terlihat seperti pria yang sopan dan baik hati.


Bram mencari tahu tempat tinggal Hanna pada Revan lewat orang suruhannya, dan ia mendapatkan alamat itu. Bram akan segera ke sana untuk menemui Hanna dan membawanya kembali.


"Dafa, ayah akan cari Tante Hanna dulu. Kamu tak perlu ikut, tunggu di sini dengan bi Serly, ya," ucap Bram memberi pengertian pada Dafa.


"Iya, sayang. Ayah pergi dulu, kamu jangan nakal," ucapnya dengan tersenyum, lalu mengelus rambut Dafa dan mengecup keningnya.


"Baik, ayah," kata Dafa dengan memeluk ayahnya.


Bram masuk ke dalam mobilnya, lalu ia segera pergi meninggalkan rumahnya.


'Hanna semoga aku bisa menemukanmu,' lirihnya. Bram sangat berharap bisa bertemu dengan Hanna lagi, ia ingin meminta maaf atas kesalahannya yang kemarin. Saat itu ia terlalu emosi hingga ia mengusirnya. Bram sungguh sangat menyesal.


Setelah menempuh perjalanan 2 jam, akhirnya Bram telah sampai di tempat tinggal Hanna. Ia mencari tahu pada warga di sana dengan memperlihatkan foto Hanna. Bram pernah memotretnya diam-diam saat Hanna sedang duduk di taman belakang rumahnya, dan ia menjadikan foto itu untuk menemukan Hanna.


"Permisi, Bu. Apa saya boleh bertanya?" tanya Bram pada warga di sana.


Ibu itu terdiam dan terpesona melihat ketampanan Bram yang gagah.


"Bu saya bertanya," ucap Bram dengan mengibaskan tangannya pada wajah ibu itu.


"Ah iya, ada apa? Apa ada yang bisa saya bantu," tanyanya.


"Ibu ibu mengenal nama Hanna yang tinggal di kampung ini?" tanyanya.

__ADS_1


"Hanna, di sini memang ada yang bernama Hanna," jawabnya.


Kemudian Bram mengambil sebuah foto dari sakunya.


"Apa ibu mengenalnya?" tanya Bram dengan menunjukkan foto Hanna. Seketika ibu itu langsung menutup mulutnya.


"Hanna, ya saya mengenalnya. Dia tetangga saya," ucapnya. Bram langsung memegang dadanya, akhirnya ia bisa menemukan Hanna.


"Kalau gitu, bolehkah antar saya untuk menemuinya?"


"Memangnya mas ini siapanya Hanna? Hanna sudah pergi dari sini, katanya dia mau kembali kerja ke kota," seketika raut wajah Bram berubah, baru saja ia senang akan bertemu dengan Hanna. Namun ternyata Hanna sudah tidak ada.


"Kalau boleh tahu dia kerja ke kota mana?"


"Kayanya ke Jakarta,"


"Kalau begitu, terima kasih Bu. Saya permisi dulu," ucap Bram. Lalu ia memberikan beberapa lembar uang untuk ibu itu karena sudah memberitahunya.


Salah satu warga menghampiri ibu itu karena penasaran.


"Dia siapa jeng?"


"Saya juga tidak tahu, pria itu mencari Hanna. Si Hanna hebat ya bisa menaklukkan hati para pria tampan. Dulu suaminya juga tampan, apalagi yang ini tampan dan gagah bahkan kaya raya. Dia memberi saya uang banyak, lihat nih," ucapnya dengan memperlihatkan uang yang diberikan oleh Bram.


Setelah tahu bahwa Hanna kembali ke Jakarta, ia juga kembali pulang. Walaupun ia tak bertemu dengan Hanna, tapi ia masih punya kesempatan untuk bertemu di Jakarta. Ia akan mencari tahu keberadaannya.


...----------------...


Bonus visual.


Hanna.



Bram.



Alex.



Author suka artis China hehe...

__ADS_1


__ADS_2