Pengkhianatan Suami Dan Adikku.

Pengkhianatan Suami Dan Adikku.
Episode 38


__ADS_3

Hanna sedang merangkai bunga bersama teman-temannya. Semakin hari ia semakin bahagia tinggal di sana. Alex memberikan tempat yang nyaman untuk Hanna, hingga ia sangat betah tinggal di sana.


"Wah gaji sudah turun, pak Alex baik sekali," ucap teman Hanna yang bernama Lily.


"Han coba lihat gajimu, sudah masuk apa belum? Kamu kan anak baru, aku pengen tahu juga penghasilanmu," tanya Lily pada Hanna.


Kemudian Hanna mengecek ponselnya, dan benar saja ada transferan masuk dari Alex.


Seketika Hanna langsung melotot melihat nominal yang dikirimkan Alex.


Lily teman Hanna penasaran dengan nominalnya, ia kembali bertanya pada Hanna.


"Berapa gajimu, Han?" tanyanya.


"Em, ti-tiga juta Ly," ucap Hanna gugup. Ia tak mungkin menyebutkan nominal yang dikirim Alex.


"Wah lumayan juga, dulu aku juga digaji tiba juta sama pak Alex. Sekarang gajiku naik jadi dua kali lipat," ucap Lily. Hanna menanggapinya dengan senyuman.


Lalu Hanna pamit pada Lily karena pekerjaannya sudah selesai.


'Kenapa nominalnya sangat banyak? Apa dia salah kirim uang,' ucap Hanna dalam hatinya.


Kemudian Hanna menghubungi Alex.


"Ada apa?" tanya Alex saat menerima telepon dari Hanna.


"Apa kau salah kirim uang, Alex?"


"Tidak, itu memang gajimu," ucapnya.


"Ah, ini tidak mungkin. Kau pasti salah kirim uang. Kalau gitu aku ingin mengembalikannya," ujar Hanna di teleponnya. Bagaimana pun ia tak mungkin menerima uang sebanyak itu.


"Jangan, itu gaji untukmu. Terima kasih sudah ada dalam hidupku. Terimalah uangnya untuk kebutuhannya," kata Alex. Kemudian Alex mematikan ponselnya.


Hanna menatap telepon genggamnya. Ia belum selesai bicara tapi Alex sudah mematikannya lebih dulu.


Tak lama kemudian, tiba-tiba Alex sudah ada di kediaman Hanna. Seketika Hanna terkejut dengan kedatangannya.


"Alex! Sejak kapan kau di sini?" tanya Hanna terkejut.


"Baru saja, aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Apa kau mau?" ajaknya.


Hanna ingin menolaknya, tapi ia tidak tega melihat Alex yang sudah datang jauh-jauh untuk menemuinya.


Hanna pun mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan Alex.


Alex mengajak Hanna berbelanja ke mall, ia ingin sekali membelikan sesuatu untuk Hanna.


"Alex kenapa kau mengajakku ke sini?" tanya Hanna.


"Bukankah kau sudah mendapatkan gaji? Aku ingin melihat kamu berbelanja sepuasnya, Hanna," kata Alex. Lalu Alex menggandeng tangan Hanna menuju butik yang terkenal dengan harganya.


"Aku tidak mau ke sini, Alex. Ini terlalu mahal untukku," tolak Hanna.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, aku yang akan membelikanmu. Uang itu simpan saja,"


"Tapi Alex..." Alex langsung menempelkan jarinya pada bibir Hanna. Lalu ia menggelengkan kepalanya memberi kode pada Hanna untuk tidak menolak ajakannya.


"Ssstttts..." seketika Hanna langsung diam. Entah kenapa semakin hari, Hanna semakin nyaman saat didekat Alex. Bahkan ia melupakan sakit hatinya pada Bram. Alex terlalu memanjakan Hanna, hingga akhirnya Hanna merasakan nyaman.


Alex memilihkan pakaian untuk Hanna, bahkan tas branded yang terkenal dengan harganya.


"Alex, tasku masih bagus. Kau tak perlu memilihkan untukku," tolaknya. Hanna tak kuat melihat harga yang terpampang pada tas itu.


Alex menatap Hanna lalu tersenyum menanggapinya. 'Hanna, baru kali ini aku menemukan wanita yang selalu menolak pemberianku. Ternyata kau tidak hanya baik, tapi kau juga tidak matre. Aku semakin yakin untuk menaklukkan hatimu perlahan,' ucap Alex dalam hatinya. Hanna yang ditatap seperti itu, ia langsung mengalihkan pandangannya.


"Terima saja apa yang aku belikan untukmu, Hanna," ucapnya. Hanna terpaksa mengangguk, ia menuruti apa yang dikatakan Alex.


"Sayang, aku mau tas itu," ucap seorang wanita pada pria di sampingnya.


Seketika pria itu langsung menatap tajam ke arah Alex dan juga Hanna.


"Hanna!" ucap Revan. Ia melangkah untuk menghampiri mereka berdua. Sedangkan wanita yang disampingnya sangat bahagia, ia mengira Revan akan membelikan tas branded untuknya.


"Ehem," Revan berdehem dibelakang Alex dan juga Hanna. Mereka berdua langsung membalikkan badannya kearah suara.


'Mas Revan?' ucap Hanna dalam hatinya. Revan menatap Hanna dengan serius. Ia sangat merindukan wanita yang ada dihadapannya. Hanna semakin cantik dalam pandangan Revan, lalu Revan memberikan senyuman pada Hanna.


'Aku merindukanmu, Hanna. Kau wanita yang pernah hidup denganku, kau secantik ini sekarang. Aku merindukan kasih sayangmu yang dulu,' ucap Revan dalam hatinya.


Alex yang menyadari itu, ia mulai cemburu melihat Revan yang tidak mengalihkan tatapannya pada Hanna.


"Aku sedang berbelanja. Rupanya kau masih bersama mantan istriku, apa kau tahu nanti akibatnya," bisik Revan pada telinga Alex.


Alex tersenyum menanggapinya. Ia tak takut sama sekali dengan ancamannya.


"Aku tak peduli, dia wanitaku," balasnya dengan berbisik. Revan mengepalkan tangannya, ia ingin memukul Alex sekarang juga. Namun ia tahan, ia tak mau berbuat keributan di sana.


Wanita yang bermanja-manja pada lengan Revan, membuat Hanna merasa jijik melihatnya. Selama ini Revan sering berganti-ganti wanita seperti pria Casanova, dan Hanna baru mengetahui itu.


"Ayo, sayang," ajak Alex pada Hanna. Alex menggandeng tangan Hanna untuk menjauh dari Revan. Revan yang melihat itu ia sangat cemburu.


"Hanna," ucap Alex.


"Ya, ada apa?" jawabnya.


"Apa kau masih berharap pada Revan?" tanya Alex.


Hanna langsung menggelengkan kepalanya, ia sama sekali sudah tidak berharap lagi. Hanna sudah melupakan Revan sejak ia dikhianati. Hanna sudah membuang rasa cintanya pada Revan. Ia tak memiliki rasa sedikitpun.


"Kenapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja aku sudah tak berharap lagi. Setelah apa yang diperbuat," jelasnya.


"Aku hanya takut kau akan kembali padanya, Hanna," ujarnya.


"Tidak akan! Aku tidak akan pernah kembali padanya, aku sudah tidak memiliki rasa lagi," ucap Hanna, ia berkata tegas pada Alex.


"Terima kasih," kata Alex. Hanna menatap bingung pada Alex, kenapa ia berkata terima kasih?

__ADS_1


"Kenapa kau melihatku seperti itu Hanna?" tanya Alex.


"Aku bingung, kenapa kamu berkata seperti itu?" seketika Alex menghentikan langkahnya, lalu ia menghadap pada Hanna.


"Karena aku memiliki kesempatan untuk mendapatkanmu, Hanna," ucapnya.


"Maksudmu?" tanya Hanna.


"Tidak ada pria dan wanita berteman, namun tidak memiliki perasaan. Kau pasti mengerti apa maksudku," ucap Alex.


Seketika Hanna langsung gugup dengan kata-kata Alex. Jantungnya kini berdebar kencang, jari tangannya semakin mengeratkan pada tangan Alex. Alex kembali menghentikan langkahnya, ia menghadapkan tubuh Hanna padanya. Alex menatap serius pada Hanna.


'Cantik, kau sangat cantik jika sedang gugup seperti ini,' ucap Alex dalam hatinya sembari tersenyum pada Hanna. Alex mendekatkan wajahnya... Hanna yang menyadari itu, ia langsung mendorong tubuh Alex dengan kasar. Hanna menyadari Alex akan menciumnya didepan umum.


'Ah, kenapa aku susah sekali untuk mengontrol keinginanku. Aku sangat bodoh! Jiwa casanovaku masih ada dalam diri ini,' ucap Alex dalam hatinya. Alex menarik nafasnya perlahan, lalu ia mengejar Hanna yang sudah meninggalkannya.


"Hanna, tunggu aku!" panggilnya dengan sedikit berlari.


"Ada apa, Alex. Kau saja yang lama jalannya," gerutu Hanna.


"Maaf, maafkan aku soal tadi. Aku terlalu..." Hanna menyelanya.


"Terlalu gila, kamu gila ingin menciumku di depan umum. Dasar pria mesum!" ujarnya.


"Apa kau mau jika di tempat sepi?" tanya Alex dengan menggoda.


"Aku tidak mau! Kita bukan pasangan halal," balasnya.


"Kalau gitu, ayo menikah!" ucap Alex membuat Hanna menghentikan langkahnya.


"Apa katamu?" tanyanya.


"Ayo kita menikah!"


"Menikah tanpa dasar cinta, aku tidak mau," ujar Hanna.


"Aku mengajakmu menikah, karena aku mencintaimu, Hanna. Sudah lama aku memendam rasa ini," seketika Hanna langsung menatap Alex dengan serius.


"Aku mencintaimu, aku cemburu melihatmu jika sedang bersama pria lain, aku mencintaimu!" ucapnya, Hanna memalingkan tatapannya. Entah kenapa jantungnya semakin berdetak kencang dengan pengakuan Alex.


"Aku mencinta..." Alex menghentikan ucapannya saat melihat anak kecil yang datang memeluk Hanna.


"Tante... Aku merindukanmu," ucap Dafa yang baru saja datang memeluk Hanna.


Dafa dan Bram sedang berada di mall yang sama.


"Sayang, kau ada di sini?" ucap Hanna, ia langsung mengecup anak itu. Hanna sangat merindukannya.


Bram dan Alex saling bertatap, Alex tak menyukai keberadaan Bram didekatnya.


'Alex asal kau tahu, calon istrimu sangat menyukai anakku. Kau lihat itu,' ucap Bram dalam hatinya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2