
Prov.Eka
Mas mana cincin yang kemaren aku kembalikan kekamu?.
Gak ada.mas Yudha menjawab dengan muka datarnya
Gak ada gimana?,jelas jelas aku memberikannya padamu.suaraku kunaikan satu oktaf
mas Yudha diam saja dan malah meninggalkan ku di teras rumahnya,aku yang merasa tidak di perduliKanya langsung berteriak memanggil mas Yudha untuk keluar.
Mas Yudha..mas keluar kamu aku belum selesai bicaranya,keluar..
Setelah beberapa kali aku manggil manggil namanya,akhirnya yang punya namapun keluar.
Dengan muka yang sudah memerah dia menemui ku, mau apa lagi kamu? Bukanya tadi sudah kujawab cincinmu sudah tidak ada padaku lagi.
Apa maksudmu cincinnya sudah tidak ada padamu lagi?.
Ya..memang cincin itu sudah aku berikan pada ibuku.
Deg...
jantungku rasanya mau copot mendengar jawaban mas Yudha.
bagaimana bisa cincin itu kamu berikan pada ibumu?,aku menurunkan nada bicaraku.
__ADS_1
Bukanya kamu sendiri yang mengembalikan cincin itu padaku?,itu artinya kamu mengakhiri hubungan ini.jadi aku gak salah dan terserah saya mau aku berikan pada siapa cincin itu.
dadaku semakin sakit mendengar perkataan mas Yudha,dengan entengnya dia menjawab seperti itu.tanpa terasa air mataku mulai jatuh.
Kalau kamu menginginkan cincin itu kamu minta sendiri sana sama ibuku.
Tapi mas...kenapa kamu berikan pada ibumu?.
Kukira kamu udah gak butuh.dengan gampangnya mas Yudha menjawab.
Setelah hampir lima belas menit kami ribut, ada suara seseorang dari belakangku.
Ono opo iki ribut ribut neng teras?.
(ada apa ini ribut ribut di teras)
Iki loh Bu, Eka madosi ibu,jere enten sing Bade di omongna.(ini loh Bu,Eka nyariin ibu katanya ada yang mau bicara).
oh Yo Yo,mriki nduk lenggah rinyin.(oh iya,sini nak duduk dulu)sambil tangannya Bu Hasna menepuk Tempak duduk yang sebelahnya sudah ia duduki.
nduk adalah panggilan untuk anak perempuan dijawa.
mbade matur nopo to nduk?,(mau bicara apa nak).dengan suara lemah lembut.dengan pura pura tak tau maksud kedatangan ku.
Bu aku mau mengambil cincinku kembali.
__ADS_1
Dengan perasaan campur aduk aku berusaha mengatakannya,dan tidak perduli aku mau di nilai bagaimana oleh keluarga calon suamiku nanti.kalau kata orang Jawa KEPALANG TANGGUNG.dah malu dah sampai sini lagian aku yakin ibunya mas Yudha pasti dah tau maksud dan tujuan ku kesini,dia pasti hanya pura pura gak tau aja,gumam hati ku
loh kok bisa Eka ngondurake Peningset,opo Eka mboten di pikir pikir sit sadurunge nglako Ake.(loh ko bisa kamu ngembalikan Peningset itu,apa kamu gak mikir mikir dulu sebelum ngelakuin).
Peningset di ambil dari kata "singset" atau pengikat.
peningset merupakan suatu upacara penyerahan barang sebagai pengikat dari orang tua pihak calon pempelai pria kepada pihak calon pempelai wanita.
peningset juga merupakan tanda pengikat, yang diikat yakni hati, lisan dan perbuatan keluarga calon mempelai wanita.
Aku diam tidak bisa menjawab pertanyaan Bu Hasna.
Iki masalah serius loh nduk,opo bapak ibumu tau Yen Eka mbalekno peningset Iki.
Dengan wajah yang sudah merah padam aku langsung beranjak dari dudukku danTanpa pikir panjang HP yang dari tadi ada di genggaman tanganku,aku banting di depan mas Yudha dan ibunya.
deeggg....
Bu Hasna kaget
Aku emosi Bu,aku emosi
Ku naikan suaraku dengan bercucuran air mata.
wis wis nduk,Saiki Eka wangsul rinyin matur kalih bapa ibumu mengkin ndalu Ken mriki ibu mbade musyawarah.(udah udah,sekarang Eka pulang dulu,bicara sama bapa ibumu.ibu mau musyawarah).
__ADS_1
Aku sangat kecewa dengan jawaban ibunya mas Yudha,tapi mau bagai mna lagi aku pun pulang dengan rasa kecewa dan takut di marahin orang tuaku.