
Kring...kring...
Suara telepon genggamku berdering.ganggu orang tidur siang aja, siapa sihh yang telpon,gumamku.
Ya,halo mas.ada apa?
dek, mas gak bisa pulang hari ini, ibuku lagi sakit.mas mau nginep di rumah ibu.
Iya mas.
Setelah sambungan teleponku terputus,ku putuskan untuk melanjutkan tidur siangku.belum juga mata ini terpejam sudah ada notifikasi masuk ke HPku.
Ka,buruan datang kesini.
Begitulah isi pesan dari ibuku.kira kira ada apa yah,ko aku di suruh cepat-cepat kesana,pikirku.aku pun bergegas ganti baju dan langsung meluncur kesana menggunakan taksi online,maklum motorku waktu itu di bawa Yudi dan sampai sekarang belum juga dikembalikan.
\*\*\*\*\*
Setelah sampai di depan rumah ibuku,aku langsung masuk.
Bu...Bu....
Iyah sahut ibuku.
ibu langsung menyuruhku tuk duduk.
__ADS_1
Ka, tolongin bapakmu ka.ucap ibu dengan wajah gelisah.
Tolongin, tolongin gimana bu.emang bapak kenapa.wajahku pun mulai gelisah.
Bapakmu nabrak orang ka.
Terus sekarang bapak dimana,dan bagaimana dengan orang yang di tabrak bapak Bu.
Bapakmu sekarang lagi pergi cari pinjaman.karena keluarga korban gak terima dan minta ganti rugi sebesar lima puluh juta.nada ibu masih memelas.
apah Bu,lima puluh juta.mataku spontan melebar saking kagetnya.
Iyah.
tiba tiba bapaku datang dari luar dengan wajah di tekuk.
bapaku menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi dekat ibu,sedangkan aku hanya memandang wajahnya yang tampak lesu.
Enggak Bu,apa bapak jual sawah ajah yah buat ganti rugi korban.
Pandangan ibu langsung tertuju padaku.
Ka,bagai mana kalau kamu sama Yudha aja yang membeli sawah ibu dan bapak.ibu kasih murah deh ke kamu.
Tapi Bu,Eka harus bicara dulu sama mas yudha.dia mau atau enggak.
__ADS_1
Ya udah telpon aja sekarang.wajah ibu penuh harap.
Gak bisa Bu,mas Yudha sekarang berada di rumah ibunya.
Hah,ngapain Yudha kerumah ibunya.bukanya mba Hasna masih marah sama kalian,dan tidak merestui pernikahan kalian.ucap ibuku penasaran.
Katanya ibunya lagi sakit.jawabku singkat.
Alaaahh palingan cuma pura pura sakit,biar anaknya datang terus ngasih uang banyak,sahut bapaku.
Aku hanya diam dan memikirkan ucapan bapaku.
Udah lebih baik kamu susulin suamimu itu ke rumah ibunya.nanti giliran suamimu disuruh nikah lagi gimana.dia pasti nurutin ibunya.
Iya juga yah,selama ini kan ibunya mas Yudha gak pernah menyukaiku.gumamku.
Ya udah Bu pa, Eka pamit mau nyusulin mas Yudha dulu ke rumah ibunya.
Lalu ku cium tangan kedua orang tuaku dengan takzim secara bergantian.dan langsung menuju ke rumah mertuaku.di tengah perjalanan aku mempersiapkan mentalku tuk menghadapi caci kaki dari mertuaku.
\*\*\*\*\*
setelah menempuh satu jam di perjalanan akhirnya aku sampai juga di depan rumah mertuaku.tetapi ada sesuatu yang membuat hatiku terasa panas.
kenapa ada motor di depan rumah mertuaku,dan sepertinya aku pernah melihat motor ini.tapi di mana.gumam hatiku.
__ADS_1
Dan aku terus berpikir dimana aku pernah melihat kendaraan roda dua ini.
Yah sekarang aku baru ingat,ini adalah motor sepupuku.Winda,tapi ngapain dia berada di sini,dan kenapa aku gak melihat mobil mas Yudha,di mana sekarang dia.apa jangan jangan dia sedang berduaan di dalam bersama perempuan centil itu.pikiran jelekku terus menguasain hatiku.