Perempuan Bermuka Dua

Perempuan Bermuka Dua
bab.16 Emosi Farel


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal cek kesehatan kandungan,rencananya mas Yudha mau mengantarkan saya ke puskesmas.tapi hingga kini ia tak jemput.tiba tiba terdengar suara telepon genggamku berdering


Dertttttt dertttttt


Ya halo,mas ko gak datang datang sih.jadi nganterin adek cek kandungan gak sih.adek capek tau nunggunya.mas sebenarnya ada di mana sih,ko gak nyampe nyampe.


Maafkan mas dek,mas gak bisa nganterin cek kandungan.soalnya tiba tiba bosnya mas ngajak miting dadakan.udah yah hati hati di jalan.


belum sempat aku menjawab tapi telponya sudah di matikan.sebenarnya kesal juga pada suamiku itu, tapi mau bagaimana lagi.kalau dia sudah bilang soal pekerjaan udah gak Bisa di ganggu gugat.akhirnya aku memutuskan untuk pergi sendiri.langkah pertama yang aku lakukan adalah memesan taksi online.dan tak lama taksi pesananku pun datang aku langsung keluar rumah tak lupa aku mengunci pintu dulu, takutnya ada maling masuk.


atas nama ibu Eka, tanya sang sopir taksi.


Iyah,itu saya.jawabku singkat.


Baik lah silahkan,sambil membukakan pintu mobil.


Pak ke puskesmas ya.


Baik Bu.jawabnya ramah.


Dan tibalah aku di tempat tujuanku,aku langsung turun dan tak lupa membayar ongkosnya terlebih dulu.


tak lama menunggu antrian masuk, akhirnya kini giliranku yang di periksa.


Silahkan Bu Eka, langsung saja kita periksa.


Ok,semuanya baik,ibu dan anaknya juga sehat.ini saya tuliskan resep obat.


Terimakasih dok.

__ADS_1


Saat aku sudah di luar puskesmas tiba tiba aku di kagetkan dengan tarikan tangan seseorang.


Eka,sayang ini kamu?.kamu lagi ngapain disini.sambil tangannya masih memegang tanganku dan matanya menatapku dari ujung rambut hingga ujung kaki.


Ma-mas Fa-Farell,kamu ngapain di sini.wajahku langsung pucat,


ucapanku terbata saking kagetnya.


Karna semenjak kejadian di hotel kami tidak pernah lagi bertemu atau pun berkomunikasi.


Kamu sedang hamil ka.tanyanya lagi.


Iyah,jawabku datar.


Berapa bulan,apa yang kamu kandung itu adalah anakku.matanya terus menatap pupil mataku.


Apa itu anaku,dia terus terusan menatap kedalam mataku,seperti sedang mencari kejujuranku.


Aku langsung memalingkan pandanganku.


Jawab KA,apa yang kamu kandung itu anakku.suaranya meninggi satu oktaf.


Bukan,suaraku keraskan sedikit.


Lalu,itu anak siapa.


Dan tiba tiba aku melihat ada seseorang yang sedang berlari mendekatiku.


Sayang gimana hasil pemeriksaanya,tanya suamiku setelah mencium keningku.

__ADS_1


Alhamdulillah semuanya baik mas.jawabku agak gugup karna ku lihat Farel masih menatapku dengan pandangan yang sulit ku artikan.


Oh iya dek,ini siapa.sambil mata mas Yudha menatap farell.


Kenalkan saya Yudha suaminya Eka.ucap suamiku sambil menyodorkan tangannya kepada Farel.


Sepontan jantungku berdebar sangat kencang ,seperti susah tuk bernapas,melihat mas Yudha mengajak berkenalan dengan farel.


Farell,saya temanya Eka,jawab farel sambil menerima jabatan tangan mas Yudha.


Hati langsung plong mendengar jawaban farell pada mas Yuda.


apa istrimu gak pernah cerita tentang aku,tanya farell sambil menatap mas Yuda.


Gak,aku malah gak tau kalau Eka punya teman cowok.


haahhh,memang keterlaluan yah kamu Ka,masa kamu gak pernah menceritakan persahabatan kita sama suamimu,jangan jangan kamu juga pernah cerita apa aja yang pernah kita NGLAKUIN.farel menegaskan kalimat terakhirnya pada ku.


Dan kulihat mas Yudha kelihatan agak bingung dengan ucapan farell.


Oh iya,maaf ya mas kayanya aku harus cabut sekarang.soal nya lagi buru buru ada perlu.


Oh iya,pada hal kita baru ngobrol sedikit.


Kapan kapan boleh dong kita ngobrol lagi.


Boleh dong mas,mas main aja kerumah.istri mas ajak sekalian,Eka tau ko alamat rumah ku.


farel pun berlalu meninggalkan kami berdua.

__ADS_1


__ADS_2