
sesampainya di rumah aku langsung berlari
Dek...,suara mas Yudha menghentikan langkahku.
kutatap wajah suamiku dengan tatapan sayu,
mas siapa wanita si**lan itu, hingga kau lebih membelanya ketimbang aku istrimu.
kulihat wajah mas Yudha memerah dan mengepalkan tangan.
dek..jaga ucapan mu,orang yang kau hina itu kakakku.dengan nada tingginya mas Yudha menjelaskan.
bohong, kau bohong mas,kenapa aku gak pernah lihat foto atau orangnya.
hiks... hiks...
ya karena selama ini ka Giandra ikut suaminya tinggal di kota dan dia gak suka foto foto.jadi kami gak punya fotonya tuk di pajang.jelas mas Yudha suaranya mulai melemah.
tapi mas tetep saja aku ini istrimu,aku yang harusnya kau Li indungi bukan dia.kenapa malah dia yang kau bela.
dek, ka Giandra gak mungkin bersikap seperti itu kalau gak ada pemicunya.
jadi mas lebih percaya dia ketimbang aku istrimu,
aku langsung berlari masuk kamar sambil mengelap air mataku dengan kasar.
ku keluarkan sedikit baju bajuku dan memasukannya kedalam tas.
setelah semuanya selesai aku keluar kamar dengan menenteng tas besar,ku lihat mas Yudha sedang tiduran di atas sofa.aku sengaja melewati depan mas Yudha berharap mas Yudha akan menghentikanku tuk pergi.tapi hasilnya nihil,nyatanya hingga aku sudah berada di depan rumah mas Yudha masih diam di dalam rumah.
apa dia sudah gak perduli lagi kepadaku dan bayi yang ada didalam perutku ini,gumamku.
__ADS_1
neng jadi naik gak,ucapan tukang ojek membuyarkan lamunanku.
eh iya jadi mang,ke kampung cisalak ya mang.
iya neng,sini biar tasnya di taruh di depan.sambil tangannya meraih tas besar yang berada dalam genggamanku.
iya mang.
****************
begitu sampai depan rumah kulihat ibu sedang menyapu teras.
loh dhuk ko mau datang kesini gak bilang bilang dulu.
aku langsung berlari memeluk ibuku.
hiks...hiks...Bu...mas Yudha Bu..
aku mau tinggal disini bu.mas Yudha jahat Bu.
apa Yudha tau kamu pulang kesini ,apa dia gak menghentikanmu.
tau,tapi mas Yudha gak menghentikanku,dia gak perduli sama Eka dan bayi ini lagi.
apah,emang apa yang membuat Yudha menjadi seperti itu, suara ayah dari dalam rumah.
gara gara wanita bar bar itu yah.
ayah dan ibuku nampak menautkan alisnya mungkin heran.
wanita bar bar,maksud kamu siapa
__ADS_1
Giandra,kalanya mas Yudha Bu.
loh bukanya Yudha itu anak tunggal,ko tiba tiba dia punya Kaka.ko ibu gak pernah lihat.
jadi selama ini dia ikut suaminya tinggal di kota Bu.
udah nduk gak usah nangis terus,biar ini jadi urusan ayah,kamu taunya beres.
Iyah yah.Eka istirahat dulu.
Bu,kita harus melakukan sesuatu tuk anak kita.kita bikin perhitungan sama anak itu.
iya pa,ibu setuju.
Yudi kemana Bu gak kelihatan,
ada di kamar pa,bentar ibu panggilkan
...----------------...
yud sini ayah ada pekerjaan buat mu.
ada bayarannya gak yah,kalau gak Yudi ogah
tentu ada,kalau ini berhasil kita bisa punya banyak duit.
oke,siapa yang harus aku beresi yah,
Yudha,Kaka ipar tersayang mu.sini ayah kasih tau caranya.
Yudi langsung mendekatkan telinganya ke depan wajah Adam.
__ADS_1
setelah mendengar penuturan Adam, yudi tersenyum menyeringai