
Dua Minggu setelah kejadian itu aku tidak bisa tidur,hatiku terus di liputi rasa takut.
Bagai mana jika aku hamil anaknya Farel,aku gak mau mengandung anaknya karena aku hanya ingin menikah dengan Yuda bukan dengan Farel.
Farel itu orang susah berbeda dengan Yuda dia itu pekerja keras,masa depannya cerah,hatiku terus mengatakan seperti itu.
Tok...tok...tok...
Ketukan pintu itu menyadarkan ku dari lamunan, gegas aku beranjak menuju ke arah sumber suara.
sebentar ....,siap..pa.suaraku terpotong karena melihat orang yang berdiri di depan pintu.
Mas Yu...da.aku kaget karna tak menyangka kalau Yuda akan datang kesini.
Silahkan mas masuk.duduk dulu.aku mempersilahkan masuk.
Ka, bapak sama ibumu ada di rumah?tanya Yudha.
Ada, sebentar Eka panggilkan.
Aku langsung beranjak pergi ke dalam tuk mencari keberadaan kedua orang tuaku.
Bu, pak ada mas Yuda di depan.panggilku.
Iyah sebentar,jawab mereka.
__ADS_1
mereka terus menusulku ke depan menemui Yudha.
Nak Yudha bagaimana kabarnya?tanya ayahku basa basi.
alkham dulilah baik pa.jawabnya.
Ada urusan penting apa sehingga nak Yudha datang ke mari,tanya ayahku.
Begini pa bu,saya ke sini untuk melanjutkan rencana pernikahan saya dengan Eka.jawabnya.
boleh saja, tapi ada syaratnya,jawab ayahku.
Apa syaratnya pa, tanya Yuda.
Bisa pa, tapi Yudha juga punya syarat pak bu.jawab Yudha.
Apa syarat mu nak,jawab ibuku yang di angguki oleh ayahku.
Saya tidak bisa memberikan mahar yang banyak.bu pak.
Oh kalau soal itu kami serahkan pada Eka,jawab ayahku.
Dan pandangan mereka semua tertuju kepadaku.
Baiklah,aku tidak keberatan.jawabku.
__ADS_1
Yah,setelah seminggu kedatangan mas Yudha kerumahku, akhirnya aku akan menjadi istrinya mas Yudha prasetyo.walau acara pernikahan kami di gelar secara sederhana, hanya acara ijab Kabul saja dan tidak di hadiri kedua orang tuanya mas yudha.tapi aku bersyukur karena aku tidak takut lagi jika aku hamil anaknya Farel.karna aku akan menutupi kejadian itu dari siapapun.
Saya terima nikah dan kawinya Eka Wulandari binti adham dengan mas kawin emas seberat 2 gram di bayar tunai.mas Yudha mengatakan ijab Kabul dengan jelas dan lancar.
Bagaimana para saksi sah? Tanya penghulu.
Sah.. jawab para saksi
Alkham dulilah.
Yess akhirnya aku sudah sah menjadi istrinya mas Yudha, batinku bersorak gembira.
Tapi sayangnya pada malam pertamaku mas Yudha tidak menyentuhku sama sekali.
Mas...suaraku ku buat semanja mungkin agar mas Yudha tertarik pada ku
Maaf ya Ka,mas capek gak bisa,
jangan di tanya bagaimana perasaanku saat ini ya pasti kecewa dan malu sudah di tolak,
Bagaimana jika aku sekarang sedang hamil anaknya farel sementara mas Yudha tidak menyetuhku sama sekali.bagai mana bisa aku menutupi kesalahanku ini.batinku terus berpikir.
ke esok harinya aku di ajak mas Yudha kerumahnya, tapi tak ku sangka setelah sampai di depan rumah mas Yuda aku langsung mendapatkan caci maki dari ibunya mas Yuda.
Dasar perempuan gak punya malu kamu, perempuan gak ada harganya mau maunya kamu di nikahi gak dikasih apa apa.sungut ibu mertuaku.
__ADS_1