Perempuan Bermuka Dua

Perempuan Bermuka Dua
bab.19 giandra


__ADS_3

sesampainya di teras rumah mertua.ku intip ke dalam rumah sepi senyap,tak ada tanda-tanda ada orang di rumah.lalu ku putuskan tuk masuk ke dalam rumah tanpa permisi karena pikiran pikiranku.


pasti mas Yudha sedang enak enakan pacaran di dalam dengan winda.gumamku.


sambil terus melangkahkan kaki menuju dapur.


dari ruang tengah samar samar ku dengar suara orang sedang ngobrol.ku dekati suara itu hingga dapur,ternyata itu suara Bu Hasna dan Winda, mereka sedang ngobrol santai.sesekali kulihat mereka saling tersenyum.hatiku begitu panas melihatnya karena berbanding terbalik sikapnya padaku.


ngapain kamu datang ke mari.tiba tiba mertuaku menatapku tajam.


aku tak ingin menjawab pertanyaanya.


kalau kamu mau mencari Yudha,dia tak ada disini.lebih baik kamu angkat kaki dari rumahku.usir mertuaku dengan meninggikan suaranya.


sabar Wa ,sabar,istigfar.lebih baik sekarang Winda anterin uwa kekamar ya,biar uwa bisa istirahat.bujuk Winda pada mertuaku.


Winda beranjak dari duduknya dan memapah mertuaku menuju kamarnya,sedangkan aku pergi menuju teras.tak lama kulihat Winda keluar dari kamar Bu Hasna,dan menghampiriku di teras.dia berdiri di sebelahku.


mbak, gimana kabar mbak sekeluarga.ucap Winda basa basi.


baik, jawabku datar.


oh, syukur lah kalau semuanya dalam keadaan baik, Winda masih menjawab dengan suara yang lemah lembut.

__ADS_1


kamu ngapain datang kemari.bukannya kamu gak ada hubungan apapun dengan keluarga ini.ucapku datar.


tadi saya cuma disuruh nganterin makanan buat uwa,sekalian liat kondisinya uwa aja.


alahhhhh,bilang aja kamu mau cari muka sama mertuaku kan,biar bisa merebut Yudha dari ku kan.suaraku ku naikan satu oktaf.


mbak,ko embak bisa nuduh aku kaya gitu,aku ini masih saudara embak loh.ucapnya pelan.


aku nggak nuduh,bukanya kamu dari dulu menginginkan Yudha kan.


terserah mbak lah,mau nuduh aku apa.lebih baik Winda pulang,cape jelasin sama perempuan cemburuan.sambil berlalu.


hatiku langsung panas mendengar ucapan Winda,langsung ku angkat tanganku keudara tuk menampar mulutnya yang pedas itu.tapi sebelum tanganku menyentuh pipi mulusnya,tiba tiba tanganku dicekal seseorang.


siapa kau,berani ikut campur urusanku dengan perempuan bin-*Al ini.ucapku dengan sorot mata tajam.


kulihat Winda tersenyum padanya.


sebaiknya kamu pergi dari sini,atau aku panggilkan warga tuk menghakimi.gertaknya


ha ha ha...silahkan.lagian warga tak akan perduli pada orang asing sepertimu.mereka pasti akan membelaku, karena aku adalah istrinya Yudha.


ooh jadi kamu istrinya Yudha,pantas saja ibuku tidak merestuinya.ucapnya menyepelekan ku.

__ADS_1


Ka Giandra,tiba tiba mas Yudha berada di belakangku.


wanita yang disebutkan namanya itu hanya menatap suamiku tajam.


Yudha lebih baik kamu bawa pulang istrikamu,ajari dia sopan santun.


ini ada apa sih mbak,ko embak tiba tiba marah marah.ucap suamiku yang masih bingung.


kamu tanya saja sama istri kamu,kenapa sampai aku memarahi dia.


mas Yudha langsung menatapku tajam.aku yang merasa di pandangi mereka merasa bingung.


mas,Eka juga gak tau salah Eka dimana.tadi embak giandra datang,dia langsung marah marah,mungkin karena Eka lagi nasehati Winda agar cepat pulang,soalnya tadi ibunya Winda telpon ke Eka,nyuruh Winda cepet cepet pulang.HP nya Winda katanya susah di hubungi.kujelaskan dengan suara lemah lembut.


Giandra dan Winda menatapku tajam sambil menggelengkan kepalanya.


dia berbohong Yud,apa kamu mempercayainya.tanya giandra.


maaf mbak aku lebih percaya ucapan istriku.lebih baik aku pulang bersama istriku.mungkin kedatanganku tidak diharapkan.ucap suamiku pelan.


kemudian mas Yudha membawaku pergi meninggalkan rumah ibunya.


yud,tunggu.yud teriak giandra.

__ADS_1


biarkan saja, mereka pergi Dra,suatu saat adikmu pasti akan menyesal jika sudah menyadari kesalahanya.ucap mertuaku yang sudah ada di belakang mbak Giandra.


sebelum menjauh kutatap wajah mereka dengan senyum kemenangan.


__ADS_2