
sementara di tempat lain, bu Hasna yang sedang asik memanen sayuranya di kebun di datangi seorang perempuan.
eeh, mbayu lagi panen to. ucap seorang perempuan yang sepantaran umurnya dengan bu Hasna.
iyah, Alkhamdulilah. jawab ku dengan tersenyum.
mbayu, tadi pas aku lewat depan rumahmu, aku melihat Yudha sama Eka datang kerumahmu.ucap perempuan itu lagi yang aku tau namanya Lekha. dia memang terkenal tukang gosip di kampung ini.
Oh, jawabku singkat sambil tetap fokus memetik sayur terong dan menaruh nya di keranjang.
Ko cuma oh jawabnya, teru aku juga dengar dengar semalam Eka di bawa ke Puskesmas, katanya kontraksi. tapi gak jadi lahirannya. ucap bu lekha lagi.
kenapa gak jadi, tanya bu nuning yang tiba tiba datang dari belakangku.
Iya katanya udah sampai membukaan lima, tapi tiba tiba menutup kambali. Jelas bu lekha lagi.
Ko bisa ya. apa jangan jangan karena selama Eka hamil suka berdiri di pintu yah, kan kata orang tua dulu dulu itu pamali. ucap bu Nuning sambil mengerutkan dahi.
Aahh itu sih karena kemakan omonganya sendri. dulu kan pa Adam pernah bilang kalau anaknya ada yang susah melahirkan, sekarang gak usah khawatir kan bisa di cesar. jawab ku penuh emosi.
Jangan gitu bu Hasna begitu juga Eka itu istrinya Yudha, anakmu dan sekarang dia sedang mengandung anaknya Yudha,itu artinya dia itu sedang mengadung cucumu. terang bu Nuning
tapi aku gak merestui nya, itu artinya dia bukan menantuku. tegasku.
Heyy ngrumpinya sambil petikin sayuran, biar cepat beres. nanti keburu siang. ucap juragan tarno sang pengepul sayuran.
Jadi kami pun bergegas memetik sayuran,agar cepat selesai.
__ADS_1
* * * * *
Bu tadi pagi Yudha datang. ucap Giandra pada ku saat kami sedang duduk santai di teras belakang.
Ibu udah tau, jawabku singkat.
Giandra mengerutkan keningnya. sambil menatapku.
Iyah, tadi pas ibu di kebun bu lekha datang memberitahu. jelas ku
Owh,
Tapi ada untungnya jugasih bu lekha datang ke kebun ibu, walau pun tuk gosipin keluarga kita. ucapku riang.
Apa bu. tanya anakku Giandra penasaran.
Ya jadi pekerjaan ibu cepet beres, kan ada bala bantuan. geratis lagi. jadi sayuran ibu bisa di bawa semua ke pasar oleh juragan Tarno.
kami pun tertawa bersama.
Eeh, tapi buat apa adikmu itu datang kemari Andra. sambil ku kerutkan dahiku.
Katanya mau ketemu ibu. jawab Giandra.
Buat apa, bukanya dia bilang udah gak butuh ibu lagi. ucapku penasaran.
Entah lah, Andra aja gak tau. di tanya juga anaknya gak mau terus terang. jelas anak perempuan ku.
__ADS_1
bu... bu... bu....
tok.. tok... tok...
Tiba tiba ada suara ketokan dari arah pintu depan.
Udah bu, biar Andra aja yang buka. ucap Giandra sambil melangkah ke depan tuk melihat yang datang.
aku yang penasaran pun menyusul Giandra kedepan.
Dra, ibu mana. mba mau ketemu, ada perlu. ucap mba Marni ketus.
Emang ada perlu apa sih sama ibuku, biar nanti Andra sampaikan. tanya Giandra lembut.
Orang luar gak usah ikut campur ya. balas Marni ketus sambil tanganya di lipat di dada.
Siapa yang bilang kalau Andra orang lain, dia itu anaku. jelas dia bukan orang lain. ucap ku tegas. kamu mau apa kesini, mau bikin ulah lagi.
Apa sih WA , marah marah terus. ingat umur udah tua. ucapnya lagi masih dengan gaya songongnya.
aku kesini cuma mau ngasih tau aja, Eka nanti sore mau di bawa ke rumah sakit pi*s.katanya mau menjalani oprasi cesar.
Terus apa urusan ku, langsung ku potong ucapanya.
Ya Uwa kan mertuanya, y te
Belum sempat Marni menyelesaikan ucapanya, pintu langsung kututup dan ku kunci.
__ADS_1
Makan hati aja dengerin sampah masyarakat seperti Marni itu, gumamku pada anaku Giandra.
Anaku hanya tersenyum, dan mengikutiku ke teras belakang, dan membiarkan Marni teriak teriak dan mecaci makiku di teras depan.