Perempuan Bermuka Dua

Perempuan Bermuka Dua
bab.11 syarat


__ADS_3

Dah sampai,ayok turun.ajak ku sambil turun dari motor.


Hah....gak salah kamu Ka,ngajak aku kesini.matanya menatap melihat sekeliling.


Mungkin dia heran,karna aku malah mengajaknya ke sebuah penginapan.jangan salah,walau aku tinggal di desa,tapi di daerahku sudah mulai kayak dikota.sudah banyak bangunan hotel,vila,mall,dan masih banyak lagi yang lainya,karna di daerahku banyak agro wisata yang menarik.dan kita kembali lagi ke Eka dan Farell


Ya enggak lah,kamu keberatan.jawabku singkat sambil menarik tangan farell.


Farell hanya tersenyum kepadaku,dan mengikutiku


Sampai di depan resepsionis aku langsung memesan kamar.


mbak,saya mau satu kamar ya.


baik mas ,mbak,sebentar


atas nama siapa ya?


Farell


Baik mbak,ini nomor kamar dan Kuncinya


Baik mba,makasih.ucapku sambil tersenyum.


Eka kamu ko pesen kamar atas namaku

__ADS_1


Ya gak papa kan,jawabku sambil berjalan melewati lorong hotel.


Kulihat dia hanya tersenyum.dan tak lama kami pun sampai di depan kamar.tanpa menunggu lama aku langsung membuka pintu.


langsung aku menuju jendela melihat pemandangan di luar,yah aku sengaja mengajak farel ke hotel ini,hotel yang berada dekat pantai,aku ingin menanyakan banyak hal padanya sekalian rifresing.


Kau tadi mengajukan dua syarat padaku,agar kau mau memaafkanku.sekarang katakan.farel tiba tiba sudah di belakangku.


Baiklah,sebelum aku mengatakanya.aku ingin bertanya padamu.


Dia hanya diam, mungkin menunggu pertanyaanku.


Siapa saja yang tau, kalau kita pernah tidur berdua? Tanyaku penasaran.


Baiklah,aku akan kasih tau syaratnya sekarang.


Yang pertama,aku ingin kita melakukanya lagi,sampai aku bisa hamil.


Dan syarat yang kedua, aku gak mau ada yang tau apa pun yang telah terjadi di antara kita.


Eka kamu gak salah dengan yang kamu ucapkan barusan,tanyanya heran matanya memelalak menatapku


Enggak,jawabku acuh


Terus setelah kamu hamil,apa yang akan kamu lakukan?apa kau akan meminta pertanggung jawaban padaku.

__ADS_1


Tentu saja,


Baik lah,aku tidak keberatan.aku akan menikahimu.jawabnya dengan wajah supringah.


Aku tidak mau menikah denganmu,dengan ketusnya ku jawab.


Lalu,bukankah kau tadi bilang,setelah kau hamil anaku,kau meminta pertanggung jawaban ku.


Iyah,benar.tapi aku pertanggung jawaban yang ku inginkan,setelah aku hamil,kau pergi menjauh dariku.


Tapi...kenapa.wajahnya menatapku ingin me minta jawaban jujur.


Kau tak perlu tau alasanku apa.


ku lihat dia hanya diam memandangku sambil berfikir.


Bagaimana,kalau tidak setuju lebih baik aku pergi.aku berjalan meraih tas yang tadi ku letakan di atas meja.


Baik lah,aku setuju.


Aku tersenyum penuh kemenangan.dan kulihat dia menatapku datar.tapi aku gak perduli,yang terpenting tujuanku tercapai.itung itung menyelam sambil minum air.aku berjalan mendekatinya,dan memeluknya.tanpa ku duga dia membalas pelukanku dengan erat dan berbisik di telingaku


Aku sangat merindukanmu,aku sangat mencintaimu.bisiknya dengan lirih


Aku tak ingin menjawabnya,walau sebenarnya aku juga sangat merindukannya.aku gak mau dia mengetahui perasaanku kepadanya.tiba tiba kurasakan kecupan di leher jenjangku yang terus,terus naik keatas menuju ke bibir merahku.yah kami saling berciuman,dia mencium bibirku dengan beringas.ku rasakan ada sentuhan lembut di dadaku,tangannya menyelinap ke balik bajuku meraba pelan pelan keatas menuju gunung kembarku dan meremas remasnya denga pelan dan lembut,dan sesekali memainkan putingnya.

__ADS_1


__ADS_2