Perempuan Bermuka Dua

Perempuan Bermuka Dua
Yulia.


__ADS_3

setelah Yudha meninggalkan rumah ibunya.Giandra mendekati ibunya.


bu, kenapa ibu berkata seperti itu pada Yudha. tanya Giandra sambil mendekati bu Hasna.


emang ibu salah Dra, kalau ibu sudah tidak mengakui Yudha sebagai anak ibu lagi.Yudha juga sudah tidak menganggap ibu ini sebagai ibunya.


Tapi bu, bagaimanapun juga Yudha tetap lah anak ibu. dimana mana tidak ada yang namanya bekas anak. jelas ku pada ibu dengan suara yang lemah lembut, tetapi tegas.


Memang benar Yudha itu anak ku, tpi aku tidak merestui Yudha menikah dengan perempuan kurang ajar itu. tegasnya.


Hhuuffffmmm, ku hembuskan nafafku dengan kasar.


kalau ibu masih mengakui Yudha sebagai anak ibu, berarti ibu mau kan mengakui anak tadi sebagai cucu ibu.


Tidak.


Bu, apa salah bayi itu. bayi itu tidak berdosa. yang melakukan kesalahan adalah orang tuanya, kenapa ibu juga ikut menghukum bayi yang masih suci.


ibu hanya memandang ku dengan tajam dan tidak menjawab ucapanku.


Lalu apa bedanya ibu dengan mereka. kalian sama sama egois, selalu merasa yang paling benar. ku ucapkan dengan mata yang berkaca kaca dan berlari meninggalkan ibuku yang masih berdiri mematung.


* * * * *

__ADS_1


sementara di tempat lain. ditempat temannya pak adham, Yudi baru terbangun dari tidurnya. dia mengucek kedua matanya lalu merenggangkan otot-ototnya.


Dimana aku, Yudi melihat sekeliling tempatnya tidur.


kemudian ia beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamar.


Sepi, gumamnya lagi.


Ehh udah bangun ngger. tiba ada suara yang menyapanya dari arah dapur.


Ngger pada bahasa Jawa adalah sebutan atau panggilan untuk anak laki-laki.


I-iyah, jawabku terbata.


Mari ngger kita sarapan dulu. ibu itu mengajaku sarapan.


nggih bu, jawabku sambil menganggukkan kepala.


kami pun duduk di ruang makan, ku lihat ibu itu tidak mengambil apa pun, sepertinya ada yang sedang ia tunggu, tapi aku juga tidak tau siapa yang sedang ia tunggu. ku lihat ia sering melirik jarum jam yang ada di dinding. dan benar saja tak lama terdengar suara bel berbunyi. ia pun lekas berdiri sambil tersenyum.


sebentar, saya buka pintu dulu. pamitnya sambil tersenyum manis.


Mamaahh, Lia kangen mamah. seorang gadis cantik berlari memeluk ibu itu. dan ada pria paruh baya di belakangnya.

__ADS_1


Kalian ko lama sih sampenya, mamah kewatir tau. ucap perempuan paruh baya itu.


saking penasaranya,Aku sengaja mengintip dari balik dinding penyekat.dan saat mereka berjalan kemari aku langsung berlari, pura pura duduk dan tidak kemana-mana.


Yud udah bangun, gimana keadaan kamu sekarang. tanya pria paruh baya itu.


Ba-baik om, jawabku, sambil mengingat ingat wajah lelaki itu. karna merasa familiar dengan wajahnya.


Oh iya Yud, kenalin keluarganya om.


ini Rini istri om,dan ini Yulia putri om.


wah cantik sekali, gumamku saat melihat gadis itu.


yah, sekarang aku ingat dia adalah om Tomo, sahabatnya bapaku.


maaf om, saya kenapa bisa ada di rumahnya om Tomo. tanyaku ragu ragu.


Oohh, semalem bapamu datang kemari sambil membawamu dalam keadaan pingsan.


aku mencoba mengingat ingat kejadian semalam, karna seingatku semalam aku sedang pesta minuman dirumah temanku.


Sebenarnya apa yang terjadi padamu yud, sampai kamu pingsan. tanya om Tomo yang membuatku gelagapan.

__ADS_1


__ADS_2