
mas, bapakku mau jual sawah.
emmm,jawab mas Yudha cuek.
mas sebenarnya dengerin Eka nggak sih,dengan sedikit kesal
Iyah Iyah,mas dengerin.lalu mas Yudha menatapku.
bapak mau menjual sawahnya.bapak minta tolong sama kita,buat membeli sawah bapak.katanya biar tanah warisan ya gak jatuh keorang lain.bapak minta di bayar perubinya sejuta ajah,sentara yang sebelah sawahnya bapak kemarin udah laku dua juta setengah per ubinya.jadi gimana mas mau gak?.ku jelaskan panjang kali lebar agar suamiku tertarik tuk membelinya.
emang berapa ubin sawah bapamu.dengan nada heran.
cuma seratus ubin mas yang mau dijual.
berarti totalnya seratus juta ya dek.kayanya mas gak bisa.
loh bukanya mas punya tabungan,kenapa gak dipake buat beli tanah aja mas.itung itung investasi mas.
Iyah emang isi tabungan mas ada seratus juta,tapi uang itu mau mas pakai buat bikin usaha baru sama temennya mas.
tapi mas,bapakku lebih membutuhkan mas.kalau bikin usaha baru kan bisa lain kali mas.ucapku dengan suara sedih.
emang untuk apa sih uangnya.
bapakku kemarin gak sengaja nyerempet orang,terus orangnya masuk rumah sakit.dan keluarga korban gak terima,jadi bapakku di minta ganti rugi lima puluh juta.ku tundukan wajahku, hingga tak terasa air mataku mengalir.
kalau sampai dirawat, berarti lukanya cukup parah dong.
__ADS_1
Iyah mas,kalau bapak gak mau ganti rugi,bapakku akan di jebloskan ke bui.
hu hu hu,tangisku pun pecah.
baiklah dek mas akan bantu,ucap suamiku sambil mengangkat daguku.
beneran mas,mas mau bantuin bapak,sambil ku hapus air mataku.
Iyah,lebih baik sekarang kita istirahat,besok kita kerumah bapak untuk membicarakannya.
kami pun segera masuk ke kamar tuk istirahat agar besoknya bisa merasa lebih segar.
*****
keesokkannya kami mendatangi rumah ibuku, tuk membicarakan tentang jual beli tanah.di sana ternyata kedua orang tuaku sudah menunggu kedatangan kami.
baik pa, Yudha akan membayar sawah bapak.tapi Yudha ingin agar surat suratnya langsung di balik nama,bagai mana apa bapak setuju.
baik nak Yudha,soal itu gampang nanti bapak sendiri yang urus,biar nanti nak Yudha tinggal tanda tangan saja.
kalau bisa membayarnya cash dan sekarang juga apa bisa.ucap ayahku.
bisa pa,kebetulan Yuda juga sudah membawanya,apa Yudha bisa lihat sertifikat tanahnya dulu.
oh,baik nanti bapak ambilkan sertifikatnya.
Bu bisa ambilkan sertifikatnya.
__ADS_1
Iyah pa jawab ibuku,
kulihat ibu masuk sebentar ke dalam kamar,dan keluar dengan membawa map warna biru Dongker.
ini pa sertifikat tanahnya.sambil menyodorkan map ke bapaku.
bapaku menerimanya,dan langsung memperlihatkan ke mas Yudha.
kulihat mas Yudha membaca sertifikat itu dengan terliti.
baik lah pa,Yuda akan membayar sawah bapak sekarang,tapi Yudha butuh dua orang saksi.ucap mas Yudha.
duh maaf nak Yudha bukanya bapak gak mau mencari orang buat saksi
tapi jam segini orang orang udah pada pergi aktifitas,jadi gak mungkin ada orang.ucap ayahku menjelaskan.
apa nak Yudha gak percaya sama ibu sama bapak,hingga nak Yudha minta ada saksi,kami kan orang tuanya eka.dia itu istri kamu,kami mertua kamu.jelas ibuku dengan nada memelas.
bukan begitu pak,bu.yudha gak ada fikiran kesitu.baik lah Yudha berikan uangnya sekarang,gak ada saksi gak papa lah.sambil tangan mas Yudha meletakan sebuah amplop cokelat yang cukup besar di atas meja.
terima kasih, terima kasih nak Yudha mau membantu bapa sama ibu.biar nanti yang urus balik namanya biar bapa saja.
ya sudah,saya mau pergi ketemu temen temen dulu pa bu.dek kamu mau ikut mas atau mau di sini dulu.
mas, Eka disini dulu ya, Eka mau bantuin bapak buat ngurus Gati ruginya.
ya udah mas pergi dulu.
__ADS_1