Perempuan Bermuka Dua

Perempuan Bermuka Dua
bab.15 ngidam


__ADS_3

Mas..mas...bangun dong,sambil ku guncang guncangkan tubuh suamiku.


Apa sihh dekk...,jawabnya sambil mengucek ucek matanya yang keliatan masih ingin merem.


Mas tiba tiba adek pengin banget makan rujak bebek,tapi cabenya harus lima gak boleh kurang gak boleh lebih, terus warna cabenya juga harus masih orange.


Hahh gak salah kamu Dek, malam malam begini kamu pengen makan rujak.


Gak mas,adek pengin banget mas.suaraku memohon.


Gak aahh,mas masih ngantuk, tangannya menarik selimut dan berbaring dengan posisi miring.


Ya udah kalo mas gak mau, biarin aja biar anaknya ileran.sambil mulutku ku majukan sedikit pura pura merajuk.


Aahhggggrrrr...mas Yudha bangun sambil tangannya menggaruk garuk kepalanya.


Baiklah mas cariin.


Dia kemudian beranjak dari tempatnya,dan langsung mengganti celananya dengan celana panjang lalu berjalan menyambar jaketnya dan keluar kamar,tak lama kemudian aku mendengar suara motor berjalan menjauh.


sambil menunggu mas Yudha datang membawa rujak bebek pesananku,aku mengambil benda pintarku dan langsung membuka aplikasi hijau yang ada gambar gagang telepon.rupanya ada chat dari ayahku


(Eka tolongin bapak, bapak butuh uang 5.000.000 buat bayar utang ke budemu).

__ADS_1


Begitu lah isi pesan dari bapaku.


Eka lagi gak punya duit pa.


Kan kamu tinggal minta sama Yuda, pasti nanti dikasih lah.besok bapak pagi bapa kesitu ambil uangnya.


Belum sempet aku jawab ku lihat HP nya udah gak online lagi.


Udahlah itu besok pagi aja aku pikirin ,ujarku.


Tiba tiba rasa ngantukku datang, aku pun terlelap hingga pagi.aku bangun jam 06.00,saat aku mau beranjak ke dapur aku di kagetkan ada seseorang yang sudah berada di depan rumah.dan saat ku lihat ternyata bapak dan ibuku.aku langsung membukakan pintunya.


masuk pa, Bu,mas Yudha masih tidur.Eka mau masak dulu buat sarapan mas Yudha.


Aku langsung menuju dapur untuk menyiapkan makanan tapi sebelumnya aku membuatkan teh dan kopi dulu buat orang tuaku.


Ini Bu, pak minum dulu sambil nunggu mas Yudha bangun.


Lalu aku menuju dapur lagi, dan mulai membuat sarapan.aku akan masak nasi goreng spesial untuk mas Yudha.


Tak lama ku lihat mas Yudha datang dengan pakaian yang sudah rapi.dan ia menoleh ke arah orang tuaku dan tersenyum.ia langsung menghampirinya lalu menyalami orang tuaku bergantian.


Udah lama datangnya Bu pa?

__ADS_1


Belum ko nak Yuda.


Oh,mari Bu pa kita sarapan bareng.suamiku mempersilahkan orang tuaku sarapan bersama.


Iya nak Yudha.jawab kedua orang tuaku sambil menuju tempat makan.


di sela sela waktu makan bapak mengutarakan isi hatinya.


Nak Yudha ,ibu sama bapak kesini mau minta tolong sama nak Yudha apa boleh?


Minta tolong apa pak, kalau Yudha bisa bantu pasti Yudha bantu.


Bapak mau pinjam uang 5.000.000 nak,buat bayar utang ke budenya Eka.


Baiklah pak, nanti Yudha pinjamkan.lalu mas Yudha membuka tas kerjanya dan merogoh uang.ini pak Bu uangnya.


Terimakasih nak Yudha.ucap bapakku sambil tangannya menerima uang dari mas Yudha.


Sekalian bapak dan ibu mau sekalian pulang.


Baik pa Bu hati hati di jalan.


Dan mas Yuda juga berangkat kerja

__ADS_1


__ADS_2