Perempuan Bermuka Dua

Perempuan Bermuka Dua
bab.3 Rencana


__ADS_3

Sejak kejadian di rumah yuda,keluarga ku malu keluar rumah.


Aku gak bisa begini terus,aku gak mau usahaku selama ini sia sia.dulu aku memisahkan mas Yuda dari indah agar aku bisa memilikinya.


Bu...Bu..bapa mau keluar bentar.


teriakan ayahku membangunkan lamunanku.


Ibu lagi di dapur, jawab ku karena mungkin suara ayah gak kedengaran sampai dapur.


Bapa mau kemana sore sore gini.


Ada urusan bentar, jawabnya sambil memakai jaket.


Tak berselang lama terdengar suara motor menjauh.


*****


bapa dari mana ko pulang larut malam,itu air apa yang bapa pegang.tanyaku yang sedari tadi pemperhatikan botol kecil yang ayahku bawa.


Dari rumah temen.oh ini air biasa ko,udah pergi tidur sana udah malam.suruh ayahku,sambil berlalu.


keesokan harinya ayahku bangun dengan wajah bahagia,aku yang penasaran langsung menghampirinya.


Bapa ko kelihatan bahagia,ada apa?

__ADS_1


Nanti Eka juga tau apa yang buat ayah hari ini bahagia,jawab ayahku membuatku bingung.


Tak berapa lama ada suara orang mengetuk pintu.


Tok...tok...tok...


Mas....


ayah dan aku langsung menuju ke ruang tamu,ternyata disana sudah ada tiga orang laki laki duduk di kursi,satu diantaranya adalah mas Yuda.


Nduk cepat buatkan mereka minum,suruh ayahku sambil menatap tajam mas Yuda.


Iya pak,aku langsung pergi kedapur untuk membuatkan minum.tanpa sadar aku masuk dapur ternyata ibuku sudah membuatkan kopi hitam.


Nduk ini yang tengah buat Yuda ya,jangan sampe ketuker.


Lekas aku kedepan membawa minum,terdengar suara ayahku sedang bicara dengan mas Yuda.


Nak Yuda,saya sengaja menyuruh pamanya Eka untuk membawamu kesini.


Saya mau tanya apa nak Yuda benar benar sudah tidak mau melanjutkan hubungan dengan anak saya Eka?.tanya ayahku pada Yuda.


Gak pa,bukanya anak bapa yang mengembalikan cincin tunanganya,itu artinya anak bapa yang memutuskan hubungan ini,bukan saya.jawab mas Yuda tegas.


Ya sudah sambil diminum kopinya nak Yuda,keburu dingin.ayahku mempersilahkan minum.

__ADS_1


Padahal Yud selama ini banyak loh laki laki yang suka sama Eka,sampai kemarin ada yang mau melamar eka.apa kamu gak nyesel nanti kalau Eka nikah sama orang lain?kata ayahku tetap menatap mata mas Yuda .


Mas Yuda tidak menjawab,di kelihatan sedang berfikir,ya sudah om kalau gak ada ya di bicarakan saya pamit pulang.


Lalu mas Yuda mencium punggung tangan ayah dan ibuku.


Setelah mas Yuda menjauh,ibu langsung menutup pintu,dan memandangku yang sedang duduk menangis.


Udah Ka gak usah nangis,besok pasti Yuda datang kesini lagi sambil membawa cincinnya,kata ayahku dengan yakin.


Apa ini akan berhasil pae,ibu takut gagal.


Pasti berhasil Bu,tapi tadi udah di campurin kan ke kopinya Yuda,tanya ayahku memastikan.


Udah,jawab ibuku.


Aku yang sedari tadi mendengarkan percakapan orang tuaku merasa bingung,


Apa yang di campur pah,mah?,akhirnya ku keluarkan pertanyaanku.


air dari orang pintar,jawab ayahku enteng.


Apa jangan jangan air yang semalam bapa bawa pulang itu ya,sepontan aku mengingat semalam ayah membawa botol kecil.


Iyah,kita tinggal tunggu reaksinya saja,ibuku ikut menyahutinya.

__ADS_1


Aku langsung bahagia menunggu hari esok,mas Yuda akan datang dan memakaikan cincin tunanganya lagi ke jari manisku.


__ADS_2