Perempuan Bermuka Dua

Perempuan Bermuka Dua
kerumah ibu


__ADS_3

esok paginya aku dan mas Yudha pergi mengunjungi rumah bu Hasna, ibunya mas Yudha. walau hatiku enggan tuk menjenguk mertuaku yang hobinya marah marah dan suka mendoakanku yang jelek jelek.


Dek buruan, jangan lama nanti keburu ibuku pergi ke kebun.


iyah mas. Eka juga sudah siap. jawabku sambil menyelendangkan tas kecilku.


akhirnya mobil mas Yudha mulai membelah jalanan.di dalam mobil hanya ada keheningan. kami larut dengan pikiran masing masing.


Semoga setelah kami sampai sana ibu mertuaku yang cerewet itu sudah pergi, biar aku gak harus minta maaf padanya.


ngapain aku harus minta maaf orang aku gak salah ko, aku di suruh minta maaf. harusnya dia yang minta maaf padaku, bukan aku yang minta maaf.kata kata itu cuma ku ucapkan dalam hati.seandainya benaran ku ucapkan pada lelaki di sebelahku sudah pasti aku langsung di talak.aku gak mau itu terjadi karna mas Yudha adalah mesin ATM keluarga ku.


Dek ayo turun, kita sudah sampai.suara mas Yudha membangunkan ku dari lamunan.


Iyah mas, aku langsung membuka pintu mobil dan turun.


mas ko sepi, kayanya gak ada orang.


Iyah, dek. ayo coba kita ketika dulu, siapa tau mba Giandra ada di dalam.ajak mas Yudha sambil menggandeng tanganku.


Tok ...tok .... tok...


Assalamu'alaikum bu.


ini Yudha bu.


Setelah pintu dibuka menampilkan sesosok perempuan.


mau apa kamu kesini Yud. tanya Giandra ketus.


Mba, Yudha ingin ketemu ibu, ibu di mana mba. jawab suamiku pelan.


Untuk apa lagi kalian mencari ibu, mau bikin ibumu emosi lagi. biar tensi darah ibu naik lagi, Iyah begitu. suara Giandra naik satu oktaf.


tiba tiba ada suara yang memanggil namaku dari belakang.


Eka, Yudha. dari mana kalian.


sepontan kami langsung berbalik menengok arah suara itu.

__ADS_1


Eh iya mba marni.dari rumah.jawab ku sambil berjalan mendekati mba marni.


mba marni ini memang masih terbilang saudara ku dari bapaku.


Mau cari bu Hasna ya, tadi dia sudah pergi ke kebun. jelas mba marni.


Ka main yu ke rumah mba, ajak mba marni.


Iya mba,jawabku antusias.


mas, Eka kerumah mba marni yah sebentar.pamitku pada mas Yudha.


Iya dek. jawabnya.


mas Yudha lalu masuk ke dalam rumah menyusul kakanya.


****


Setelah aku sampai di rumah mba Marni, aku langsung di ajak masuk kedalam rumah.


Duduk dulu Ka.,


Iya mba.


kemudian marni berjalan menuju dapur, kemudian keluar sambil membawa segelas minuman.


Ini Ka di minum dulu. ucap Marni sambil menaruh segelas teh hangat di hadapanmu.


Iya mba makasih.jawabku sambil tersenyum.


Ka mba lihat kamu dan mertuamu itu gak bisa akur akur.


ya gitu deeh mba.aku memasang wajah sedihku.


Yang sabar ya Ka.apa segitu cintanya kamu sama Yudha, hingga kamu masih mau bertahan punya mertua cerewet dan suka marah marah kaya bu Hasna itu. Tanya Marni penuh selidik.


aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaannya.


Udah lah Ka, jujur saja sama mba. kita ini masih saudara.

__ADS_1


Sebenarnya saya juga benci banget sama Hasna itu, udah tua, cerewet, hobinya marah marah dan anehnya gak mati mati lagi. ku ucapkan dengan penuh emosi.


he he he, mba Marni hanya tertawa mendengar pengakuan ku.


Kalau saja dia bukan ibunya mas Yudha, mungkin udah aku jambak jambak tuh rambutnya terus aku kasih cabe mulutnya biar pedas.


Ka, apa kamu gak pengin bales perbuatanya.


Ya pengin sih mba. Tapi aku gak berani, takut mas Yudha menceraikan ku.


alah di luar sana masih banyak pria yang lebih segala galanya dari Yudha.


sekarang kamu mengalah dulu pada mereka, kamu porotin semua harta mereka, setelah mereka jatuh miskin, baru kamu tinggalkan Yudha.


aku hanya diam mendengar ucapan mba Marni, sambil memikirkannya.


Dek, ayo kita pulang. tiba tiba mas Yudha sudah dibelakang ku.


Aku terperanjat, apa jangan jangan mas Yudha tadi mendengar obrolan kami yah, wah bisa mampus nih gua kalau dia dengar. gumam batinku.


Dek, dek ayo mau ikut pulang mas gak. ajak mas Yudha sambil tangannya di kibas kibaskan di depan wajahku. karna aku masih diam mematung.


i-iyah mas, m-mas u-udah lama berdiri di situ. ku jawab dengan suara terbata saking gugupnya sampai mengeluarkan keringat dingin di dahiku.


eeemmm, enggak mas baru nyampai ko, jawab mas Yudha sambil tersenyum.


lagi ngobrolin apa sih, ko kayanya asik banget sampai mas datang aja gak tau.


Oh, biasalah urusan ciwi ciwi, cowo gak boleh tau. jawab mba Marni sambil tersenyum.


Aku pun ikut tersenyum, sedangkan mas Yudha hanya mengerutkan dahinya.


Asalkan jangan suka nggosipin orang aja. ucap mas Yudha sambil tersenyum.


Udah ah, ayo mas katanya mau pulang. ku tarik tangan suamiku itu tuk keluar.


kami pulang dulu ya mba. pamitku pada pada mba Marni.


Iya Ka, hati hati di jalan, sering sering main yah kemari. jawab Marni.

__ADS_1


Aku dan mas Yudha tersenyum.


__ADS_2