Perempuan Bermuka Dua

Perempuan Bermuka Dua
aqiqah.


__ADS_3

tujuh hari sudah pasca oprasi cesaer, kini aku sudah berada di rumah. kata siapa hidupku akan selalu sengsara, buktinya kini aku sangat bahagia. aku dapat melahirkan seorang putra dengan selamat, walaupun harus menjalani oprasi cesaer. dan kini di tempatku sedang ramai orang.


semua orang sedang pada sibuk mempersiapkan acara untuk nanti malam, karna mas Yudha akan mengadakan acara puputan dan aqiqah putra pertama kami.


Puputan iyalah pemberian nama kepada bayi.


aqiqah memiliki arti memotong, yang berasal dari bahasa Arab "al-qathal-qath'u".


terdapat juga definisi lain yaitu nama rambut bayibayi yang baru dilahirkan. Menurut istilah aqiqah adalah proses kegiatan menyembelih hewan ternak pada hari ketujuh setelah bayi dilahirkan.


Berdasarkan tafsir sebagian besar ulama yang dinilai paling kuat, aqiqah hukumnya adalah sunah muakkad. Aqiqah ibadah yang penting dan diutamakan bila mampu tuk melakukannya, maka orang tua sangat dianjurkan tuk melakukan aqiqah anaknya saat masih bayi. Namun bagi orang tua yang tidak mampu melakukannya boleh meninggalkannya tanpa berdosa.


Di riwayatkan Al-HasanAl-Hasan dari samurah radhiyallahu'anhu, bahwa Rosulullah SAW bersabda.


"Semua anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelihkan pada hari ketujuh, dicukur dan diberikan nama".(HR.Ahmad 20722,At-Turmudzi 1605.dan dinilai shahih oleh Al-albani). Ini adalah hadits yang paling kuat disyariatkannya aqiqah.


Ka gimana keadaan kamu sekarang, ucap seseorang dari arah pintu kamarku.


Aku spontan menengok kearah sumber suara, lalu tersenyum.


alhamdulillah mba, udah agak baikan.silahkan mba masuk.

__ADS_1


Mba Marni pun masuk, Ka apa mertuamu datang menjengukmu.tanyanya padaku.


Aku hanya menggelengkan kepalaku.


ku lihat mba Marni hanya menghembuskan nafas dengan kasar.


oh iya, gimana persiapan buat acara nanti malam. apa ada yang perlu mba bantu. ucap Marni tuk mengalihkan pembicaraan.


semua udah diatur sama ibu dan bapak, mba di sini kan sampai malam kan. tanyaku memastikan.


Iyah, apasih yang enggak buat sepupuku ini yang baru menjadi seorang ibu. gurau mbak Marni.


Kami pun tertawa bersama.


mbak, mbak.. tunggu aku ikut. aku menghentikan langkah mbak Marni.


Mbak Marni pun berbalik dan membatuku tuk duduk di kursi roda. ia pun mendorongku hingga ruang tamu. mataku langsung terbelalak melihat yang sedang terjadi. suami dan adiku sedang beradu mulut, entah apa yang sedang mereka ributkan. akhirnya aku mendekati mereka.


Diaammm, ucapku setengah berteriak.


mereka pun diam, dan memandangku bersamaan. mas Yudha langsung berlari mendekatiku dengan wajah kewatir. sementara Yudi hanya tersenyum, dengan mata merahnya.

__ADS_1


dek, kenapa kamu kesini. tanya mas Yudha dengan posisi jongkok di depanku.


Eka tadi mendengar ribut-ribut, sebenarnya ada apa ini. apa yang kalian ributkan. tanya ku dengan suara lirih.


Lihatlah suamimu yang pelit ini Ka, aku hanya ingin meminjam uangnya saja, tapi dia menolak memberikanya padaku. jawab Yudi sambil berjalan sempoyongan ke arahku dan dengan tatapan serta tangannya menunjuk nunjuk kearah wajah suamiku.


Dan perbuatan Yudi itu makin membuat mas Yudha marah kepadanya.


dan kau, kau meminta uang atau meminjam uangku. tanya mas Yudha pada Yudi dengan tatapan tajam.


Aku pinjam, dengar. jawab Yudi dengan suara yang tak kalah keras dari Yudha.


Oke kalau kamu pinjam, kapan kamu mau mengembalikannya, sekalian dengan pinjaman yang dulu dikembalikan.ucap Yudha Dengan suara tegasnya


Yudi gelagapan tak bisa menjawab.


lihat lah suamimu, sama saudara sendiri saja perhitunganya minta ampun. yudi memandangku tpi tanganya menunjuk wajah Yudha.


padahal aku cuma minta 1.000.000 saja gak banyak. masa di suruh mengembalikan, uang segitu kecil lah buat dia.


kamu benar-benar, wajah mas Yudha sudah merah padam, dan mengepalkan tangan.

__ADS_1


Pandanganku pun perlahan mulai kabur,dan lama lama mulai gelap.


Brugh...


__ADS_2