Perjalanan Berandal Pujaan

Perjalanan Berandal Pujaan
Bab.1 Penangkapan


__ADS_3

"Tangkap anak itu! jangan sampai lolos!" teriak seorang pria berbadan kekar dan berjaket kulit hitam pada beberapa temannya yang berpakaian sama juga.


Terlihat beberapa anak sekolah berseragam SMU yang telah diwarnai berbagai warna cat dikejar oleh 10 orang berbadan kekar berjaket kulit hitam.


Setelah 6 anak tertangkap akhirnya mereka dikumpulkan disalah satu sudut lapangan yang agak terlindung oleh pohon.


Dilihat dari pengenal yang ada diseragam mereka ternyata 5 diantaranya 1 sekolah dan yang satu lagi berbeda sekolah.


"apakah yang ini bos? Dia berbeda sekolah dengan yang lainnya..!"tanya salah seorang berbadan kekar itu kepada pimpinannya sambil memegang tangan dan baju salah satu anak sekolah itu.


"ya..benar!" kata pimpinan gerombolan setelah memastikan dengan meneliti wajah anak itu.


"apa kalian mengenal anak ini?" tanya pimpinan itu kepada 5orang anak lainnya sambil menatap mereka bergantian.


"tidak pak!" jawab mereka serempak.


"baiklah,kalian pulanglah!"


"awas kalau sampai melihat kalian berkelahi,akan kuhabisi kalian!" katanya mengancam kelima anak itu.


"antar mereka ke gerbang sekolahnya dan lepaskan!" lanjutnya memberi perintah pada anak buahnya.


"siap bos!" jawab anak buahnya lalu segera pergi membawa kelima anak tersebut.


"tutup mata anak ini,kita bawa!" perintahnya kemudian pada sisa anak buahnya disana.


"baik bos!" jawab salah satu anak buahnya.


Anak itu yang tidak punya kekuatan hanya pasrah ketika salah satu dari pria tersebut mengikat kedua tangannya kebelakang dan menutup kepalanya dengan kain penutup berwarna hitam pekat.


"mau dibawa kemana aku dan siapa orang orang ini?" batin anak itu keheranan.


Entah berapa lama berada didalam mobil yang membawanya,dia tak tahu karena matanya tertutup saat dibawa gerombolan itu hingga tertidur karena lelah.


"hei bangun!"


Sebuah suara membangunkannya dan membawanya turun dari mobil.


Mereka berjalan beberapa saat dan anak itu hanya menuruti saja kemauan mereka.


"dimana ini? Apa dilaut? apa aku akan dibunuh disini?" tanya anak itu pada orang yang membawanya saat mendengar deru suara mesin perahu.


"diam kau atau kubunuh disini!" jawab orang itu mengancam.


Karena tak sanggup melawan dan tangannya terikat akhirnya anak itu diam saja menurut pada orang yang membawanya.


Entah berapa lama mereka diatas perahu itu yang akhirnya berhenti.


Setelah turun dari perahu dan berjalan beberapa saat akhirnya anak itu merasakan kalau dia dibawa memasuki sebuah bangunan,beberapa suara jerit kesakitan terdengar ditelinganya.


"masukan dia kedalam ruang A dan ikat dia!" perintah seseorang yang ternyata ditujukan pada orang yang membawanya.


"baik bos!"


Setelah ikatan kedua tangannya dilepas,kedua tangan anak itu kembali diikat dengan cara yang berbeda.


Kedua tangannya direntangkan ke atas dan diikatkan pada dua pilar dikanan kirinya tanpa dibuka penutup kepalanya.


Setelah selesai mengikat kedua tangan anak itu lagi,dua orang itu terdengar berjalan menjauhinya dan terdengar suara pintu besi ditutup.


"dimana ini? apa ini sindikat perdagangan manusia? atau perdagangan organ tubuh?"


Pikiran anak itu berputar kembali mencoba mencari jawaban.


Anak itu bingung dan takut.


Jerit jerit kesakitan dari para wanita dan pria bergiliran terus terdengar ditelinganya tanpa henti.


Nyalinya mulai menciut menyadari bahwa dirinya tidak akan selamat dari sana.


Tanpa disadarinya hari telah berganti.


Badannya mulai kedinginan dan perutnya berasa lapar karena sejak ditangkap dia belum makan sama sekali.


"kreekkk..."


terdengar suara pintu ruangan itu terbuka,terdengar 3 langkah kaki mendekati anak yang terikat itu.


"siapa namamu?" tanya salah satu pria yang masuk tadi.


"Ali!" jawab anak yang tangannya terikat dan kepalanya ditutupi kain hitam itu.


Anak itu adalah Ali Taye 11bulan lalu setelah kelulusan sekolahnya.

__ADS_1


"Ali siapa..?" lanjut pria itu bertanya.


"Ali Taye!"


"siapa nama orangtuamu...?"


"mengapa orang ini menanyakan nama orangtuaku? apakah mereka akan menculik mereka juga? Tidak...itu tidak boleh terjadi!"


"apa teriakan yang selalu kudengar karena disiksa oleh mereka untuk menunjukkan keberadaan orangtuanya seperti aku ini? sampai matipun aku tidak boleh memberitahukan keberadaan mereka! ayah...ibu maafkan anakmu ini! relakan kepergianku!"


Ali berpikir keras saat itu bagaimana mengelabui orang yang menanyainya


"hei jawab pertanyaanku! siapa nama orangtuamu?" tanya pria itu lagi karena Ali tak kunjung menjawabnya.


"tidak tau!" jawab Ali saat itu


"bagaimana bisa kau tidak tau? dimana mereka?" lanjut pria itu bertanya


"sudah mati...!" jawab Ali saat itu


"buughh...."


"buugghh..."


"buuughh..."


"hheeggghhhh...."


3 pukulan mendarat diperutnya yang membuatnya tak bisa bernafas sesaat.


"masih tak mau mengaku! dimana?" tanya pria itu lagi sambil berteriak kali ini.


"Tidak tau!"


"buuggghh..."


"buugghhh..."


"bughhh..."


"hegghhh..."


Kembali 3 pukulan mendarat diperutnya membuatnya kembali tak bisa bernafas.


"tidak tau..." kembali Ali menjawab dengan kekehnya.


"masih tidak mau mengatakan...? baiklah kalau begitu,kencangkan ikatannya!" perintah pria itu pada 2 orang lainnya.


"aaaarrrrghhhhh..." teriak Ali saat ikatan kedua tangannya mengencang.


Kedua tangannya ditarik kekanan dan kekiri mengencang secara bersamaan membuat rasanya seperti mau putus.


"bagaimana? masih tidak mau mengatakan? dimana mereka...?"


"tidak tau! mereka sudah mati! kau tidak akan mendapatkan apa apa dengan menyiksaku,bunuh saja aku bangsat!" teriak Ali menjawab pria yang menanyainya


"baiklah kalau itu maumu! selamat menikmati siksaanmu!" kata pria yang menyiksanya.


Terdengar langkah mereka meninggalkan Ali yang tangannya masih terikat dengan kencang dan kepala tertutup kain.


"buka penutup kepalaku BANGSATTT...! tunjukkan wajahmu padaku,kelak saat aku terbebas akan kubunuh kau!" Teriak Ali bergema diruangan itu tanpa dipedulikan oleh mereka yang menyiksanya.


3hari berlalu tanpa terasa,tetapi tidak bagi Ali.


Hidupnya saat ini bagai di neraka yang setiap saat penuh dengan berbagai macam siksaan tanpa diberi makan dan minum.


Dia hanya bisa menyesap air dipenutup kepalanya yang basah karena disiram air saat dia pingsan.


Dia bersyukur karena badannya masih cukup kuat menerima siksaan itu tanpa memberitahukan keberadaan orangtuanya.


Ali tidak mengetahui berapa lama dia telah berada diruangan itu dalam penyiksaan.


Yang jadi pertanyaannya adalah siapa sebenarnya mereka dan apa hubungannya dengan orangtuanya.


"kenapa mereka berhenti menyiksaku? apa mereka bosan?" tanya Ali dalam hati setengah sadar karena penyiksaan padanya sudah beberapa saat dihentikan san tidak ada seorangpun masuk keruangan itu.


"kkrreeeeeekkkk..." suara pintu terbuka tiba tiba mengejutkan Ali.


"ternyata dugaanku salah!" pikirnya saat itu.


Beberapa langkah kaki terdengar mendekati Ali dan melepaskan ikatan kedua tangannya membuatnya langsung terjatuh lemas.


3 hari penuh dengan siksaan tanpa diberi makan dan minum.

__ADS_1


2 pria segera mengangkat Ali dan memapahnya keluar.


Ali yang masih dalam keadaan setengah sadar hanya bisa pasrah kalau pun dia harus mati disana,tetapi dia berjanji tidak akan memberitahukan keberadaan orangtuanya pada mereka.


Tiba disalah satu ruangan Ali didudukan di sebuah kursi dan tangannya diikat pada pegangan kursi tersebut.


Sebuah suntikan dirasakannya menusuk lengan kirinya.


"apa yang kalian suntikan padaku?" ucapnya lirih karena sudah tidak bertenaga.


Setelah disuntik anehnya beberapa saat kemudian tubuh Ali berangsur mempunyai kekuatan seperti semula.


Tubuhnya yang tadinya lemas kini mulai berangsur angsur bertenaga lagi.


"buka!" suara seorang wanita terdengar diikuti dibukanya penutup kepala Ali.


Matanya terasa nanar memandang cahaya diruangan itu karena selama 3hr penutup kepalanya tidak dibuka sama sekali.


Perlahan lahan matanya mulai bisa melihat dengan jelas,matanya melihat berkeliling.


Didepannya duduk seorang wanita dengan seragam militer lengkap beserta aksesorisnya.


Dibelakang wanita itu dan dibelakang Ali berdiri dua pria juga berseragam militer lengkap.


"Perkenalkan aku Lady X ! Selamat datang dan selamat atas keberhasilan test yang kamu jalani selama 3hari ini!" kata wanita yang mengaku bernama Lady X tersebut


"apa maksudnya ini?" tanya Ali bingung.


"apa yang kamu alami 3hari ini adalah sebagian dari perekrutan dari bagian intelejen kami! Saat ini kamu telah dinyatakan lulus dengan baik!"


"semua teriakan yang kudengar setiap hari?" tanya Ali


"itu juga para kandidat yang sedang kami uji!"


"lalu apa maksud semua ini?" lanjut tanya Ali


"kami telah merekrutmu ke dalam bagian intelejen!"


"kalau aku menolak?"


"kami akan suntikan serum penghilang ingatan agar kamu melupakan kejadian dan tempat ini,seandainya daya tahan tubuhmu tidak bagus kemungkinan akan kehilangan 30%-50% memory ingatanmu saat ini!" kata Lady sedikit mengancam.


"lalu keuntungan apa yang kudapat?" tanya Ali sambil menghela nafas panjang menyadari dirinya tidak berada dalam posisi yang menguntungkan.


"pada dasarnya kita sama seperti militer yang ada diluar sana hanya berbeda divisi dan kita tidak di ekpose ke permukaan!"


"kamu akan menjalani pelatihan khusus disini selama 3bulan sebelum menjadi anggota resmi dan ditugaskan! Apa kamu bersedia bergabung?" kata Lady pada Ali menjelaskan.


"baiklah aku bersedia tapi dengan 1 syarat!"


"tidak ada syarat yang bisa kamu ajukan!"


"pilihanmu hanya bergabung atau pulang dengan kehilangan ingatan!" tegas Lady dengan nada tinggi.


"seandainya aku bertugas dan tertangkap,bagaimana nasib keluargaku?"


"dijaman ini sangat mudah melacak keberadaan seseorang apalagi dari bagian intelejen!"


"kalau hal itu tenang saja,kami selalu menempatkan pengawal bayangan pada keluarga mereka yang bertugas pada titik rawan!"


"baiklah kalau begitu,aku akan bergabung!" akhirnya Ali pun memutuskan bergabung dengan pasukan intelejen yang semula dikiranya adalah sindikat perdagangan manusia atau perdagangan organ tubuh.


"oke...terima kasih dan selamat bergabung!" kata wanita itu mulai melunak.


"lepaskan ikatannya!" perintah Lady X


Selanjutnya Lady X mengeluarkan beberapa berkas dan menyodorkannya kepada Ali.


"kamu baca dan pelajari ini!"


Ali membaca beberapa lembar kertas yang diberikan Lady tersebut yang berisi beberapa regulasi beserta hak dan kewajiban setiap personil yang tergabung didalamnya.


"bagaimana? apa kamu mengerti isinya dan setuju?" tanya Lady X setelah melihat Ali selesai membacanya.


"baiklah?" jawab Ali pelan karena tidak ada pilihan lain.


"baiklah kamu telah resmi bergabung dengan intelejen!"


"sekarang beristirahatlah,besok kamu akan mulai menjalani pelatihan intensif!"


"selanjutnya kamu akan dipanggil agent 001,pangkat yang akan kamu terima nanti berdasarkan penilaian selama pelatihan!"


"Selamat Bergabung 001!" kata Lady X sambil mengulurkan untuk berjabat tangan.

__ADS_1


__ADS_2