
Tak terasa sudah hampir 2minggu Ali bekerja diperusahaan perakitan elektronik itu sebagai Junior Supervisor.
Walau awalnya agak bingung tapi karena pembawaannya yang supel dan mudah bergaul semua kendala yang dihadapi dilaluinya dengan mudah.
Bahkan beberapa hari ini semua pekerjaannya menghasilkan kenaikan produksi yang lumayan signifikan berkat metode yang dia berikan pada timnya.
Sore itu Ali pulang bekerja berjalan kaki seperti biasanya menyusuri trotoar disepanjang kawasan itu karena jaraknya sampai ke tempat tinggalnya tidak terlalu jauh,hanya 15mnt dengan berjalan kaki santai.
"pekerjaan membosankan,ternyata tidak seasyik kalau kerja bersama paman Sean!" pikirnya sambil berjalan
"bagaimana kabar ibu dirumah?sudah 1bln aku meninggalkannya!" mata Ali kembali terbayang wajah ibunya saat beliau mengantar kepergiannya pagi itu
"tin...tiinn..." tiba tiba suara klakson mobil yang berjalan pelan mengagetkannya
"hey anak baru,pulang kemana? Ayo kuantar sekalian daripada jalan kaki!" Ali sedikit kaget melihat wajah Ivonne yang ada dibelakang setir
"ti..tidak usah bu,saya jalan kaki saja.Tidak jauh kok!" tolak Ali sopan
"jangan menolak atau kupecat!"
"ba..baiklah!" jawab Ali sedikit takut karena diancam akan dipecat
"kau tentu belum makan,temani aku makan dulu ya?" pinta Ivonne dengan wajah datar sambil terus melihat jalan didepannya
"eemmm..."
"atau kupecat!" potong Ivonne sebelum Ali sempat melanjutkan jawabannya
"ba...baik bu...!" jawab Ali cepat cepat karena takut
"gila,wanita ini seperti singa! kenapa tiap kali aku berhadapan dengannya rasanya jantungku mau copot?"
"bisa mati jantungan aku kalau ketemu tiap hari!"kata Ali hanya membatin
"jaman begini masih ada pula cowok begitu lugunya!" batin Ivonne sambil berusaha menahan senyumnya
beberapa saat kemudian setelah memarkirkan mobil disalah satu restoran mewah merekapun turun dan berjalan memasuki restoran tersebut.
Ali tetap membisu sambil berjalan mengikuti Ivonne,kharisma Ivonne tidak dapat dilawannya.
Ivonne dengan blazernya yang terlihat sangat anggun diikuti Ali yang memakai pakaian yang dibelikan Mita waktu itu memang pantas dilihat sebagai atasan dan bawahan memasuki restoran tersebut.
Setiap mata yang berada didalam restoran memandang mereka pasti sangat terpesona oleh tampilan Ivonne tanpa mempedulikan Ali yang mengikuti dibelakangnya.
"kamu mau makan apa?" tanya Ivonne setelah mereka duduk disalah satu meja yang lumayan sepi disekitarnya
"apa saja bu yang penting kenyang!" jawabnya dengan santai
"kalau sedang tidak dikantor panggil Ivonne saja!" kata Ivonne mendadak ramah setelah pramusaji meninggalkan mereka berdua
"toh usia kita tidak jauh beda,tapi kalau dikantor jangan sampai keceplosan panggil namaku!"
"baiklah bu...eh von...!"
"tapi kalau usia kita tidak jauh beda kenapa kamu bisa jadi manager personalia?" tanya Ali heran
"kebetulan papaku adalah CEO perusahaan kita dan aku masih kuliah sebenarnya,karena aku ngotot ingin bekerja maka ditempatkanlah dibagian manager personalia.
Untuk menggantikan ayahku sebagai CEO tidak mungkin karena aku merasa belum mampu!" jelas Ivonne
"ooo...jadi aku sedang berhadapan dengan nona besar rupanya.?" tanya Ali sedikit menggoda
"iya...makanya jangan macam macam atau kupecat!" jawab Ivonne dengan ekspresi datar memperlihatkan tidak suka dan Ali pun hanya tersenyum merasa berhasil menggodanya
"gila kau von,pesanan makananmu begitu banyak!" umpat Ali begitu melihat hidangan yang tersaji didepannya
"sudah makan saja,kalau tidak habis ya biarkan saja!" jawab Ivonne enteng
Sambil melahap makanan didepannya mereka terus berbincang mengenai asal usul Ali dan masalah pekerjaan
"kulihat produksi di timmu terus meninggat beberapa hari ini,jauh berbeda dengan sebelumnya.Bahkan dalam beberapa bulan ini belum ada yang menyamainya,apa rahasiamu?" tanya Ivonne sedikit heran juga
"hanya beberapa metode yang kurang efisien kuganti dengan metode baru,itu saja! tidak banyak perubahan kok!" jawab Ali sambil memasukkan nasi kemulutnya
"Oya...?" tanya Ivonne mengeryitkan keningnya heran
__ADS_1
"dengan kau ganti beberapa metode saja timmu sudah terlihat fantastis,apalagi kalau semua divisi kau bawahi!" pikir Ivonne saat itu
"besok kamu libur kan? Temani aku ya besok sore?" pinta Ivonne
"kemana...?"
"ikut saja! Mau tidak?"
"eemmm..."
"atauuuu....?" kata Ivonne sambil melirik Ali bermaksud mengerjainya
"iya...iya...dipecat...!" jawab Ali mengiyakan
"nah itu tau....!" kata Ivonne sambil tersenyum manis
"duh...bisa puasa aku 2minggu kalau besok tidak jadi bekerja dengan paman Sean.Padahal uang bekal yang diberikan ibu sudah menipis karena kupakai untuk beberapa keperluan pula!" batin Ali kebingungan
Hari telah beranjak gelap saat mereka keluar dari restoran tersebut,mobil Ivonne melaju keluar dari halaman parkir.
"mau kemana kita von?" tanya Ali karena arah mobil yang dikendarai Ivonne berlainan arah dengan kontrakannya
"sudah diam saja...!"
"nanti kamu kekembalikan utuh ga kurang suatu apapun...!" jawab Ivonne ketus
Tak berapa lama kemudian tibalah mereka di SunSky salah satu mall pusat perbelanjaan yang tergolong mewah dipusat kota itu,Ivonne memilih parkir didepan gedung daripada di basement karena kebetulan ada beberapa lokasi parkir yang kosong
"kenapa...?" tanya Ali kaget menyadari Ivonne telah berinisiatif memeluk tangan kirinya saat mereka berjalan memasuki mall
"apa kamu tidak malu jalan dibelakangku terus berasa seperti ajudan?" tanya Ivonne sembari terus berjalan
"kenapa harus malu? Toh aku memang bawahanmu..!"
"ooo...sudah mulai berani ya...!"
"mauuu....?"
"pecat saja gapapa,toh aku sudah untung ditraktir makan plus dipeluk nona besar!"
"dasar kamu!" kata Ivonne sambil mencubit dada Ali
"adduhhh....sakit tau...!"
"jangan sering cubit disitu! Nanti kalau kubalas ditempat yang sama tau rasa kau!" kata Ali sambil tertawa
"coba saja kalau berani...!" kata Ivonne tiba tiba sambil berkacak pinggang
Ali hanya berdiri diam seperti patung melihat kelakuan Ivonne yang sangat berani ini.
Ivonne hanya tertawa melihat reaksi Ali lalu kembali memeluk tangannya mengajak kembali berjalan.
"makanya jangan sok berani!" katanya kemudian sambil menjulurkan lidahnya pada Ali bermaksud menggodanya
"benar benar wanita gila!"
"ohh ibu...kenapa nasibku seperti ini?"
"ada Anya,Mita lalu Ivonne ini! berdoa saja semoga anakmu ini tidak pulang jadi perkedel!" kata batin Ali sambil geleng geleng kepala
Sambil terus bercanda mereka berjalan didalam mall sambil mengomentari beberapa barang yang mereka temui.
Ali yang memang baru sekali ini memasuki mall mengikuti saja kemauan Ivonne,selain merasa takjub melihat keramaian mall dia juga semakin merasa nyaman berjalan bersama Ivonne yang berbeda 180° dari beberapa waktu lalu.
Saat menemukan sebuah boutiq yang terlihat lumayan mewah dibandingkan dengan boutiq lainnya didalam mall akhirnya Ivone mengajak Ali memasukinya tanpa melepas pelukannya pada Ali.
"duduklah dulu!" perintah Ivonne pada Ali menyuruhnya duduk disofa yang disediakan khusus untuk pengunjung
Setelah beberapa saat Ivonne kembali bersama seorang pelayan boutiq sambil membawa beberapa pasang sepatu
"Ye kau cobalah ini,mana yang pas untukmu!" kata Ivonne sambil menyerahkan sepasang sepatu yang dibawanya
"mbak kau layani dulu ya!" lanjutnya pada pelayan boutiq tersebut yang membawa beberapa pasang sepatu bermerk
"baik nona...!" kata pelayan tersebut sambil membungkukkan badan
__ADS_1
"von?" tanya Ali sambil memandang Ivonne berusaha meyakinkan karena melihat harga yang tertera di salah satu sepatu yang diberikannya melebihi satu bulan gajinya
"diamlah...coba saja!" perintah Ivonne sambil berjalan meninggalkannya
"gila harga sepatu ini,untuk sepasang saja hampir menghabiskan 3bln gajiku!"
"mending beli dipasar bisa dapat 20pasang!" pikir Ali sambil mencoba sepatu yang dipegangnya
Setelah beberapa saat mencoba sepatu sepatu tersebut Ivonne pun datang membawa beberapa pasang pakaian ditangannya.
Karena semua ukurannya pas maka dipilihkan 3pasang oleh Ivonne,lalu mengajaknya menuju kasir untuk membayar
"gila kau von,total semuanya melebihi 2th gajiku diperusahaan!" bisik Ali saat mereka menunggu transaksi diselesaikan.
Ivonne hanya tersenyum menanggapinya,dia merasa maklum karena Ali memang berasal dari desa.
Akhirnya mereka berjalan pulang sambil Ali menenteng tas belanjaannya dan tak lupa Ivonne masih bergelayut ditangan kirinya
"von,kenapa tadi saat didalam kamu memanggilku "ye" ..?" tanya Ali teringat tadi saat didalam boutiq.
"oh...namamu kan Ali Taye!"
"maka mulai sekarang aku akan memanggilmu "yeye" karena lebih enak didengar menurutku!" jawab Ivonne santai
"ah...begitu rupanya,terserah kamu sajalah!"
"lalu mengapa kamu membelikanku banyak pakaian? Total harganya melebihi 2th gajiku bekerja von!"
"tidak masalah,itu untuk inventarismu Ye!"
"nanti bisa kamu pakai untuk berganti saat aku membutuhkanmu!"
"apa kamu benar tidak punya hp Ye?" tanya Ivonne sambil memandangnya meyakinkan
"kamu pikir...?" jawab Ali sambil balas memandangnya
"kalau begitu nanti kamu ambil hp ku di apartement Ye,masih baru kok lengkap beserta nomornya.! Baru beberapa minggu lalu kubeli tapi tidak jadi kupakai,sayang saja kalau tidak terpakai sama sekali!"
"tidak usah,aku belum memerlukannya saat ini!"
"kamu tidak memerlukan tapi aku ingin kamu punya untuk memudahkan aku menghubungimu saat memerlukanmu!" kata Ivonne sedikit sewot.
"apa kamu tidak tau Ye...?"
"semenjak interviewmu itu aku sudah menyukaimu..!"
"aku selalu mencari kesempatan untuk menemuimu tapi begitu sulit karena kesibukanmu.."
"entah itu hanya sebatas rasa kagum atas pesonamu atau apakah aku cinta padamu karena pandangan pertama aku tak tau.."
"tapi setelah merasakan memeluk tanganmu ini hatiku begitu nyaman dan damai aku bersumpah tak akan melepaskanmu..."
"terlepas dari siapa dirimu yang belum kuketahui aku tak peduli...yang jelas kamu harus jadi miliku dan aku akan selalu ada untukmu...!" suara hati Ivonne bergema didadanya diiringi seulas senyum manis dibibirnya memandang wajah Ali disampingnya.
"apa kamu bisa nyetir Ye?" tanya Ivonne setelah Ali selesai memasukkan belanjaannya kedalam bagasi
"kebetulan aku pernah belajar menggunakan mobil operasional ayahku waktu dikampung!"
"kalau begitu kamu yang nyetir ya?aku capek!"
"antar aku ke apartement sambil ambil hp mu nanti mobil kamu bawa pulang saja supaya besok saat menemaniku kamu tidak kesulitan menjemputku!" kata Ivonne sedikit keras yang ternyata telah duduk dikursi sebelah sopir sambil tersenyum senang
Setelah mengantar Ivonne ke apartementnya dan mengambil hp yang dijanjikan akhirnya Ali pulang kekontrakannya menggunakan mobil Ivonne yang notabene adalah atasannya sekaligus nona muda di perusahaan.
Walau masih baru dikota itu dan buta map tetapi dengan mudahnya dia menyusuri jalan dikota Mountiles menggunakan aplikasi map yang ada di hp yang baru diberikan Ivonne.
Ali tak habis pikir kenapa Ivonne memberikan semua itu,semua barang belanjaannya ditambah hp yang ada didepannya total bisa mencapai 3th gajinya bekerja.
"duhhh...kenapa aku menerima begitu saja pemberian wanita macan itu..?"
"bukannya membuatku senang tetapi malah membuatku terikat dengannya..!"
"betapa bodohnya akuuu...!!!" gumam Ali menyadari kebodohannya sendiri sambil masih nyetir mobil yang dikendarainya
"kuparkir dimana ya mobil ini?"
__ADS_1
"ah...sebaiknya kuparkir disebelah mobil bus paman Sean saja!" gumam Ali kemudian.