Perjalanan Berandal Pujaan

Perjalanan Berandal Pujaan
Bab.2 Tugas Pertama


__ADS_3

"Dorrr....dorrr...dorrr..."


Suara tembakan terdengar di camp pelatihan yang terletak di sebuah pulau terpencil.


Tak terasa sudah 3bulan sudah Ali menjalani pelatihan intensif di camp tersebut yang entah berada dimana Ali sendiri tak tau.


Dari pelatihan fisik,strategi,beladiri sampai menembak telah dijalaninya lengkap dengan segala macam metode penyiksaan untuk menggembleng fisik tubuhnya.


Ditengah pulau kecil itu berdiri bangunan kokoh seperti benteng yang dilengkapi segala fasilitas modern,disekeling bangunan dibuat berbagai macam sarana untuk pelatihan fisik strategi.


Hanya ada 1 pintu masuk dan keluar dari pulau itu yang memiliki lokasi agak landai karena dibagian area lain adalah tebing tebing curam yang langsung terhubung kelaut dengan batu batu terjal dibawahnya.


Akses melewati jalan keluar tersebut juga dijaga dengan ketat,selain terdapat puluhan penjaga juga terdapat berbagai macam jebakan mematikan sehingga sangat sulit bahkan bisa dibilang tidak mungkin bagi seseorang akan bisa melewati area itu dengan selamat.


"good job 001! akhirnya rekor terpecahkan!" seru mr.Frank salah satu pelatih disana.


"terima kasih mr.Frank atas pelatihan yang anda berikan!" jawab 001 yang tak lain adalah Ali.


"kau tidak mengecewakanku 001! sangat puas memiliki murid sepertimu!" ucap mr.Frank.


"saatnya menemui Lady X untuk melapor!" imbuh mr.Frank sambil merangkul pundak Ali.


"apa itu artinya aku akan segera meninggalkan pulau ini mr.Frank?" tanya Ali pada pelatihnya sambil terus berjalan.


"ya! Tentu saja! Tugas telah menantimu!" jawabnya singkat.


Saat itu terlihat Lady X yang sedang menuju kearah mereka yang kebetulan juga sedang mencari mereka.


"bagaimana hasilnya mr.Frank? Kita sudah tidak bisa menundanya lagi,merpati harus mulai kita lepaskan!" katanya pada mr.Frank.


"impressif!" jawab mr.Frank sambil menyerahkan berkas yang dibawanya pada sang Lady


"baiklah,001 kau ikut keruanganku!"


"mr.Frank tolong kau bawa tim A keruanganku juga!" perintahnya setelah selesai melihat beberapa berkas ditangannya.


Sesampainya diruangannya,Lady X kembali memeriksa berkas yang diberikan oleh mr.Frank tadi.


Beberapa kali tampak dia mengeryitkan keningnya dan menggosok pelipis dengan jarinya.


"001!"


"siap Lady!" jawab Ali singkat.


"hasil pelatihanmu sangat mengejutkanku,semuanya sangat memuaskan bahkan uji tembakmu mempunyai keakuratan 99%! sangat mengejutkan!" ucapnya dengan tenang sambil mengelurkan beberapa berkas ke meja dan menyodorkannya pada Ali.


"pahami dan tanda tangani!" perintahnya kemudian.


"untuk ini kau akan membawahi 10 orang di tim A sebagai support utama!" ucap Lady X saat menerima berkas yang disodorkan Ali.


Tak lama berselang masuklah mr.Frank bersama 10 orang yang terdiri dari 8 pria dan 2 wanita.


Mereka adalah 10 kandidat terbaik yang tergabung dalam tim A yang akan menjadi anak buah Ali.

__ADS_1


"hormat Lady!" teriak mereka serempak disertai sikap tegap.


"terima kasih silahkan duduk...!" perintah Lady kemudian.


Setelah mereka duduk Lady X menyalakan proyektor yang ada dimejanya.


Setelah proyektor menyala disana ditampilkan sebuah peta kota dengan beberapa titik merah berkedip beserta 2 foto yang tidak dikenal oleh mereka yang berada diruangan itu.


"ok to the point!" ucapnya


"saat ini intelejen lapangan memberikan informasi bahwa di kota Mountiles dan MetroHills telah ditemukan pergerakan bawah tanah yang mencurigakan,tetapi saat ini belum terlalu jelas posisi dan tujuan pergerakan ini.


Gambar didepan kalian ini adalah titik dimana menjadi base mereka saat ini,dan 2 foto ini disinyalir sebagai pimpinan dan otak mereka.


Adapun informasi tambahan akan dikirimkan pada kalian nanti setelah dipastikan keakuratannya!"


"Besok dinihari kalian akan dikirim pulang kerumah kalian masing masing untuk memulai tugas kalian di intelejen.


Tugas pertama kalian adalah berkumpul di Mountiles 4bulan dari sekarang tanpa dicurigai oleh keluarga kalian kalau kalian sedang bertugas,entah bagaimana itu caranya aku tidak mau tau.


Tim support akan dikirimkan ke Mountiles dan MetroHills secara bertahap sebanyak 3x dan tiap tahap terdiri dari 100 personil,adapun tim pendukung untuk keselamatan keluarga kalian telah dikirim 1bulan lalu karena perekrutan kalian disinyalir telah tercium oleh intel musuh."


"setelah segala sesuatu tentang pergerakan ini berhasil dipastikan maka hancurkan sampai ke akak akarnya,! Jangan disisakan bahkan walau hanya satu nafas!


"kalian adalah tim terbaik saat ini,saya harap tidak mengecewakan! PAHAM?"


Lady X memberikan penjelasan tentang tugas mereka pada 11 orang yang ada didepannya.


"mr.Frank kau atur keberangkatan mereka dinihari nanti!" perintah Lady X pada mr.Frank menutup pertemuan itu.


"siap Lady!"


Ali yang sekarang sudah berbeda dengan Ali 3bulan lalu.


3bulan lalu Ali masih anak SMU polos layaknya remaja seumurannya,kini Ali telah terlahir menjadi sosok yang berbeda.


3 lubang ditelinganya dan tatto naga didada kanannya menjadi syarat dan pendukung pekerjaannya.


Hampir 4 bulan sudah Ali berada dirumah semenjak meninggalkan camp pelatihan.


Berusaha mencari celah bagaimana bisa meninggalkan rumah dengan bebas tanpa ada keterikatan dengan keluarganya.


Seandainya dia berpamitan untuk kerja pastinya ibunya akan selalu menghubunginya dan itu akan sangat membahayakan baginya dan keluarganya bila terjadi hal yang tidak diinginkan.


Alhasil Ali menjadi seorang pemabuk dan tukang berkelahi demi mencari kemarahan ayahnya.


Kehidupannya sehari hari hanya meminta uang pada ayah dan ibunya untuk membeli minuman keras dan diminum bersama teman temannya.


Ali tau ayahnya sangat marah dengan kelakuannya tapi hanya diam dan tak pernah memarahi Ali.


Ali pun semakin kebingungan dengan sikap ayahnya yang diharapkannya akan murka tetapi hasilnya sungguh mengecewakan bagi Ali mengingat waktu yang diberikan Lady X semakin dekat.


"hai cantik,maukah kau menemaniku?" kata seorang pemuda yang sedang mabuk pada seorang gadis yang sedang lewat didepannya.

__ADS_1


Pemuda itu adalah Bogie anak pedagang beras salah satu relasi ayah Ali.


"jangan ganggu akuuu!" teriak gadis itu ketika tangan Bogie menangkap tangan kirinya.


Ali yang kebetulan sedang lewat bersama beberapa temannya melihat kejadian itu segera mendekat.


"WOYYY....JANGAN KAU GANGGU ORANG YANG LEMAH!" teriak Ali seketika.


"apa urusanmu Al? apa dia pacarmu?" ucap Bogie dengan gaya mabuknya.


"dia bukan pacarku tapi kau akan berurusan denganku!" teriak Ali geram karena dia tidak suka dengan orang melecehkan wanita.


"hahaha...sudah mulai berani kamu Al? bisa apa kamu?" balas Bogie diiringi tawa beberapa temannya.


"kau mau coba?" tanya Ali sambil berjalan maju selangkah.


"bro kalau terjadi sesuatu jangan kalian ikut turun tangan,biar ini kuurus sendiri!" ucap Ali pelan pada 2 teman dibelakangnya


"tapi Al..!" kata 2 temannya ingin membantah.


"tidak ada tapi kali ini,kalian cukup jadi penonton saja!" perintah Ali menegaskan.


"baiklah Al!" akhirnya mereka menyetujuinya.


"bagaimana Bogie? apa kau mau coba?" kembali Ali berteriak pada orang didepannya.


"hahaha...punya nyali juga kau Al! hajar dia!" perintah Bogie pada 5 temannya.


Mereka berlima bukanlah lawan bagi Ali saat ini,hanya dalam beberapa detik saja mereka berlima sudah tumbang dihajar Ali dan tak mampu berdiri lagi.


Bogie yang sedang didekati Ali gemetaran setelah melihat 5 temannya tumbang dalam sekejap


"am...ampun Al...! aku tidak akan melakukannya lagi!" ucap Bogie dalam tangis sambil menyembah pada Ali.


"ini mungkin satu satunya kesempatan terbaikku!" pikir Ali saat itu sambil berjalan mendekati Bogie.


"kau pikir bisa dengan begitu mudah meminta ampun padaku setelah apa yang kau lakukan?" ucap Ali sambil mencengkeram kerah baju Bogie.


"buugghhh..."


"clettaakkkk...." suara gigi Bogie beradu hingga tanggal beberapa tatkala sebuah pukulan dari Ali mendarat diwajahnya disertai robohnya tubuh gempal itu.


"itu untuk melecehkan gadis itu!" kata Ali sambil kembali mencoba mendirikan Bogie.


"buuughhh..."


"heegghhhh..." sebuah pukulan lagi mendarat diperut Bogie membuatnya sesaat tidak bisa bernafas dan kembali roboh tak kuat menahan beban tubuhnya.


"itu untuk suara sombongmu!" ucap Ali lagi sembari mendekati Bogie lalu menduduki badannya.


Kembali pukulan dilancarkan Ali secara bertubi tubi ke wajah Bogie hingga membuatnya pingsan dan muka berlumuran darah.


"sudah Al! sudah Al! dia sudah terluka parah!" kedua teman Ali meneriakinya sambil berusaha menyeretnya dari tubuh Bogie berusaha melerai.

__ADS_1


__ADS_2