
Setelah berpisah dengan Zack malam itu Ali menggunakan waktunya untuk menemui beberapa anak buahnya yang berada di MetroHills.
Selain John,Kurawa,Merlin,Conny dan Hyder yang ditempatkan di Mountiles masih ada 5 orang lagi yang berada di MetroHills.
Husen,Baron,Utada,Anton dan seorang gadis bernama Sun Hee.
Mereka bertemu disebuah kedai teh 24jam yang berada disalah satu sudut kumuh kota MetroHills,membahas beberapa hasil pengintaian mereka selama 4bulan ini dan rencana kelanjutannya.
Begitu banyak informasi yang berhasil mereka dapatkan di MetroHills membuat percakapan mereka tak terasa hingga hampir mendekati pagi.
"tuan mengapa harga minuman ini begitu mahal?" tanya Ali kepada pak tua pedagang teh disaat Ali memerintahnya untuk menghitung totalnya karena hari sudah mendekati pagi.
"maaf tuan...harga disini memang begitu!"
"kalau tuan keberatan maafkan saya karena saya juga tidak bisa menurunkan harga!" jawab pak tua itu sambil menunduk.
"bukan masalah keberatan atau tidak!"
"tetapi harga ini sungguh tidak wajar,mencapai 4x lipat dari harga normal!"
"keuntunganmu sangat besar!" ucap Ali lagi diikuti anggukan kepala 6 anak buahnya itu.
"keuntungan kami sebenarnya hanya 10% dari modal tuan,tapi besarnya pajak keamanan dari preman setempat yang membuat kami harus menaikan harga hingga beberapa kali lipat!" kata pak tua itu menjelaskan.
"apakah semua pedagang sama seperti itu?"
"benar tuan,bahkan beberapa kedai yang lebih ramai pajaknya lebih tinggi lagi?"
Ali hanya mengangguk sambil menatap 6 anak buahnya bergantian setelah mendengar penjelasan pak tua itu.
"apakah anda tau dimana markas para preman itu dan siapa nama pemimpinnya?" lanjut tanya Ali lagi.
"ta...tau tuan...! markasnya 2 blok dari sini lalu belok kanan nanti ada bangunan berpintu besi bertuliskan WINGS dan pemimpinnya adalah Pedro!" jawab pak tua itu lagi sedikit ketakutan.
Setelah membayar semuanya Ali lalu mengajak 6 anak buahnya pergi ke markas Pedro.
Benar saja kata pak tua tadi,setelah mengikuti petunjuknya mereka menemukan markas Pedro yang dijaga 8 orang preman di gerbangnya.
"John...Husen kalian buka jalan!"
"jangan dibunuh buat pingsan saja!"perintah Ali.
"baik ketua!"
"buugh...arrgghhh.."
"bugghh...krak.."
Tak begitu lama kemudian John dan Husen yang ahli pertempuran jarak dekat akhirnya berhasil melumpuhkan 8 orang preman yang menjaga gerbang hanya dalam hitungan detik.
Setelah memasuki gerbang dengan mudah ternyata dibalik gerbang masih ada lorong yang dijaga beberapa preman lagi.
Bagi John dan Husen itu tidaklah sulit untuk membereskannya.
Setelah mereka memasuki pintu kedua nampaklah puluhan preman yang sedang berjoget diiringi suara dentuman musik musik yang sangat keras.
__ADS_1
Tanpa banyak basa basi John dan Husen langsung menghajar mereka.
Pedro yang sedang duduk disalah satu pojok ruangan melihat kegaduhan itu dan segera memerintahkan untuk mematikan musik lalu mendekati sumber keributan tersebut.
"siapa kalian?" teriaknya pada Ali beserta 6 anak buahnya.
"apa kau Pedro?" tanya Ali balik.
"ya aku Pedro,suruhan siapa kalian berani mengacau ditempatku?" lanjut bentak Pedro lagi.
"kami datang atas inisiatif sendiri,bukan suruhan siapa siapa!" jawab Ali dengan santainya.
"kurang ajar...sombong kali kau! hajar mereka!" perintah Pedro sambil memberi aba aba pada anak buahnya
Anak buah Pedro yang berjumlah puluhan itu tanpa diperintah kedua kalinya segera mengambil senjata masing masing dan menyerang rombongan kecil Ali.
Saat itu Ali hanya menonton saja sambil menyalakan sebatang rokok yang diambilnya dari salah satu anak buah Pedro yang sudah tumbang.
Walau jumlah anak buah Pedro hampir 10x lipat jumlah kelompok Ali tapi itu bukanlah tandingan bagi mereka yang telah terlatih sebagai pasukan elite intelejen.
Satu persatu anak buah Pedro tumbang,hanya dalam waktu 6menit orang yang berjumlah puluhan itu hanya menyisakan empat orang saja termasuk Pedro walau tanpa Ali turun tangan.
Sisa anak buah Pedro gemetar melihat John dan kawan kawannya,mereka tidak berani lagi menyerang.
Ali berjalan santai mendekati Pedro sambil menghisap rokok yang dipegangnya.
"ternyata merokok enak juga!" ucapnya sambil terus berjalan.
Pedro yang melihat Ali mendekatinya merasa gemetar kakinya,nyali yang tadi membara tiba tiba padam setelah melihat puluhan anak buahnya tumbang begitu saja.
"si...siapa kamu sebenarnya!" teriak Pedro pada Ali
"namaku Ali...Ali Cheung!" ucap Ali dengan santainya sambil terus berjalan perlahan.
"bangsat...kubunuh kau!" teriak Pedro sambil mengayunkan samurai di tangannya.
Sesaat sebelum Pedro menebaskan samurainya Ali segera mengeluarkan pistol Glock20 miliknya lalu menodongkan pada Pedro didepannya yang membuat Pedro langsung menghentikan gerakannya.
"kita lihat Pedro,lebih cepat mana samuraimu itu atau pistol ditanganku ini!"
"dadaku yang terbelah atau kepalamu yang hancur oleh pistolku ini!" ucap Ali dengan santai sambil menodongkan pistolnya kearah kepala Pedro.
Pedro yang menyadari keunggulan lawannya segera berlutut dan menjatuhkan samurai ditangannya itu.
"ampunnn...ampun bos! jangan bunuh saya!" ucapnya mengiba sambil berlutut.
"imbalan apa yang kudapatkan dengan mengampuni nyawamu?" tanya Ali sedikit menindas.
Pistol yang tadinya masih agak jauh dari kepala Pedro kini ditempelkannya di pelipis pria itu.
"ak...ak.. aku akan tunduk padamu bos! aku akan menyerahkan kepeminpinan kelompokku padamu!" ucap Pedro dengan ketakutan.
"jangan bos....aku tidak akan...!"
teriak salah satu anak buah Pedro yang juga berlutut tak jauh darinya.
__ADS_1
"doorrr..."
sebuah tembakan tepat mengenai kening orang itu menghentikan teriakan yang belum sempat diselesaikannya.
"untung bukan kepalaku!" batin Pedro yang saat itu menoleh untuk melihat apa yang terjadi.
"aku tidak tertarik dengan tawaranmu Pedro!" ucap Ali lebih santai sambil terus menghisap rokok ditangan kirinya.
"am...ampun bos...jangan bunuh saya!"
"saya akan memberikan apapun yang bos minta asal saya tidak dibunuh!" rengek Pedro mulai menangis saat itu.
Dipikirannya maut sudah dekat,andai Ali tidak tertarik dengan tawarannya maka tamatlah sudah riwayatnya.
"baiklah,aku akan mengajukan 3 syarat!"
"1.kau harus tunduk padaku dan selalu siap membantuku kelak saat aku membutuhkanmu."
"2.kau harus menurunkan pajak keamanan diwilayahmu.kau butuh uang tapi keluarga mereka juga butuh makan.mengenai besarannya bisa kau atur sendiri jangan sampai merugikan salah satu pihak.,"
"3.kau harus menjamin keselamatan setiap orang yang telah membayar jasa keamanan kepadamu walau nyawamu sendiri taruhannya."
"apa kau menyanggupinya Pedro?"tanya Ali setelah membeberkan persyaratannya.
"ba...baik bos...saya akan menuruti perintah bos!" jawab Pedro masih dalam nada ketakutan.
"baiklah,karena kesepakatan sudah terjadi maka berdirilah! laki laki harus punya nyali..!" ucap Ali sambil menyimpan kembali pistol ke balik pinggangnya.
"satu lagi Pedro,jangan kau panggil aku bos! panggil saja aku kak Ali,itu sudah cukup!" perintahnya pada Pedro sambil menepuk pundaknya.
"baiklah kak Ali!" ucap Pedro sambil membungkuk memberi hormat.
"baiklah,karena keperluanku disini sudah selesai maka aku akan pergi!"
"aku tidak akan mengambil sepeserpun dari penghasilanmu Pedro,gunakan saja untuk keperluanmu dan anak buahmu!"
"tapi ingat,jangan sekali kali kau ingkari janjimu itu!"
"jika kelak aku masih mendengar ada masalah yang sama di wilayahmu maka aku sendiri yang akan datang mengambil nyawamu tanpa tawar menawar lagi!"
"mengenai anak buahmu anggap saja itu sebagai contoh dan pelajaran buatmu!" ucap Ali menegaskan sambil berlalu pergi bersama 6 anak buahnya.
Pedro menatap kepergian Ali dengan lega.
Terlepas seberapa banyak dia akan kehilangan uang tetapi dia lega karena nyawanya masih utuh.
Yang masih dia bingung kenapa Ali menundukkan kelompoknya dan hanya menginginkan 3 syarat itu tanpa menginginkan penghasilannya sedikitpun.
Masa bodoh baginya yang penting nyawanya masih utuh saat ini.
Dengan ditundukannya Pedro,Ali sedikit merasa senang.
Paling tidak satu masalah kecil dikota itu terselesaikan dan mungkin Pedro akan berguna baginya suatu saat.
Matahari telah muncul saat Ali beserta 6 anak buahnya meninggalkan markas Pedro menuju markas mereka untuk kembali membahas beberapa rencana selanjutnya.
__ADS_1