
2hari sudah semenjak mereka menikah,Ali dan Ivonne menikmati kebersamaannya.
Padahal sebenarnya sudah selama 4bulan mereka hidup bersama,tetapi Ivonne seakan tak ada puasnya untuk bermanja manja pada lelaki pujaannya itu.
Walau hanya tinggal didalam apartement,tetapi Ivonne ingin merasakan bulan madu dan berinisiatif menghias ranjang mereka seperti pengantin baru lainnya.
🎵 When I see your face...🎶 🎶 there's not a thing that I would change...🎶 🎶 cause you're amazing...🎶 🎶 just the way you are...🎶 🎶 and when you smile...🎶 🎶 the whole world stops and stares for a while...🎶 🎶 cause girl, you're amazing...🎶 🎶 just the way you are...🎶
dering nada hp yang berupa sebuah lagu berjudul "Just The Way You Are" terdengar dari hp Ali membuat Ivonne yang saat itu mendengarnya tersenyum malu merasa lelakinya itu memujinya secara tidak langsung.
"ya Kurawa,ada apa?" tanya Ali ditelefon setelah mengetahui yang menelefonnya adalah Kurawa.
"saya menangkap seseorang yang hendak membuat kerusuhan ketua.! apa anda akan ikut menginterogasinya?" lapor Kurawa dari seberang telfon.
"tentu sajaberikan posisimu aku akan segera meluncur!"
"baik ketua!" balas Kurawa sebelum menutup telfon.
tak beberapa lama kemudian Ali segera meluncur menuju lokasi yang diberikan Kurawa melalui GPS yang ternyata menuju sebuah gudang tak terpakai di pinggiran kota Mountiles.
Begitu sampai didepan gudang Ali disambut beberapa anggota tim pendukung yang disiagakan oleh Kurawa untuk membuat perimeter.
"salam ketua!" serempak mereka menyambut Ali dengan sikap hormat.
"ya...ya...dimana Kurawa?" tanya Ali sambil melambaikan tangannya memberi tanda agar mereka menyudahi hormatnya.
"ada ketua,sudah menunggu didalam!" jawab salah satu pria tersebut yang kemudian mengantar Ali kedalam gudang.
Didalam gudang terlihat John dan Kurawa yang sedang duduk berhadapan dan membahas sesuatu yang kelihatannya serius.
"bagaimana hasil interogasi kalian?" tanya Ali pada keduanya setelah sampai didepan mereka.
"kami tidak mendapatkan apa apa ketua!" jawab Kurawa singkat.
"bagaimana bisa?" tanya Ali sambil mengeryitkan keningnya heran mengapa Kurawa dan John yang ahli dalam interogasi bisa sampai tidak mendapatkan informasi sama sekali.
"silahkan ketua lihat sendiri!" jawab John menimpalinya.
Mereka berjalan kearah belakang bangunan yang ternyata terdapat sebuah kamar kosong yang dijadikan tempat menahan orang yang ditangkap oleh John dan Kurawa.
Didalam ruangan tersebut terlihat seorang pria dengan kepala ditutup kain hitam duduk dikursi kayu dan kedua tangannya terikat kebelakang.
Hampir seluruh badannya terlilit kabel yang terhubung dengan beberapa circuit bom yang menempel ditubuhnya.
Ali mendekati pria tersebut dan mengamati setiap detail rangkaian bom tersebut.Sedikit berbeda dengan jenis bom paling modern yang telah dipelajarinya.
"ini adalah bom jenis baru yang tidak biasa,walau jenis rangkaiannya sedikit rumit tapi pada intinya cara kerjanya sama!"
"tapi bahan peledaknya yang tidak aku kenal,ini bukan C4 atau TNT yang biasa dipakai para *******!" ucap Ali menjelaskan sambil terus mengamati rangkaian bom yang menempel di tubuh pria didepannya.
"apa kalian sudah menemukan detonatornya?" tanya Ali sambil menatap John dan Kurawa bergantian
"ini ketua!" jawab John sambil menyerahkan sebuah detonator yang mirip dengan sebuah remote mobil.
__ADS_1
Ali kembali mengamati detonator tersebut beberapa saat,lalu membuka penutup kepala pria didepannya.
Ditatapnya pria didepannya yang hanya menunduk itu
"apa tujuan sebenarnya kelompokmu...? cepat katakan...!" gertak Ali bengis pada pria tersebut.
"aaa...uuu..aa.." hanya itu yang keluar dari mulutnya.
Ali kemudian memeriksa mulut orang itu yang ternyata lidahnya telah dipotong hingga kepangkal,betapa sadisnya orang orang ini.
"pantas saja kalian tidak mendapatkan apa apa!" kata Ali geram.
"orang ini tidak berguna,kalian singkirkan saja!" kata Ali kepada John dan Kurawa sambil menyerahan kembali detonator yang tadi diberikan oleh mereka.
"setelah selesai segera hubungi aku,sepertinya kita harus segera ke MetroHills!" lanjutnya sambil menatap John saat itu.
"Kurawa,setelah kepergianku ke MetroHills nanti segera pastikan keamanan,cari sarang mereka dikota ini secepatnya.Tapi ingat jangan lakukan pergerakan yang mencurigakan dulu,cukup kau cari dan laporkan padaku!" ganti pada Kurawa kini Ali berbicara.
Sekembalinya Ali dari gudang itu hari telah menjelang malam,Ivonne yang menunggu dengan cemas akhirnya tersenyum lega melihat kedatangan lelakinya itu.
Tanpa menunggu lama segera disiapkannya segala kebutuhannya nanti di MetroHills,tak lupa dia mengambil Glock20 gen4 senjata kesayangannya dari kamar senjata beserta beberapa box peluru cadangan.
Ivonne yang membantunya merapikan pakaian kedalam koper kelihatan sangat bersedih karena ternyata waktunya berpisah dengan Ali telah tiba,tidak seperti yang diharapkannya.
"ma hati-hati selama aku tidak berada disisimu,walau ada Merlin dan Conny tapi tetaplah waspada!"
"seandainya terjadi sesuatu yang darurat segera masuklah kekamar senjata,disana ada tombol darurat yang terhubung ke markas pusat dan seluruh pasukan yang menjagamu!" ucap Ali kepada Ivonne ketika hendak pergi setelah mendapatkan telfon bahwa John sudah menunggunya dibawah.
"baiklah pa,berhati hatilah dirimu disana! aku tidak mau menjadi janda muda!" balas Ivonne sedikit terisak dalam pelukan Ali.
Akhirnya sebuah ciuman perpisahan mengakhiri kebersamaan mereka saat itu.
Ivonne masih memandang punggung suaminya dilorong apartement hingga hilang ditelan lift diujung lorong.
Malan itu Ali meninggalkan Mountiles ke MetroHills merasa sudah cukup aman hanya berdua dengan John,dia tidak mengijinkan Conny ikut serta ketika dia menawarkan diri untuk menemaninya.
Sudah hampir 2jam mereka mengendarai mobilnya dan tidak terjadi hal yang mencurigakan walau sepanjang 1jam hanya hutan dikanan kiri jalan yang mereka lewati,hingga akhirnya terlihat sorot lampu mobil yang agak aneh karena arahnya tidak kejalan tetapi arahnya kedalam hutan yang berada disebelah kiri mereka.
"pelankan mobilmu John!" perintah Ali kepada John sambil mengamati mobil yang mereka curigai.
"baik ketua,tapi sepertinya mobil itu tidak bergerak!" jawabnya juga sedang mengamati mobil yang sama
"benar! kelihatannya mobil itu menabrak pohon!"
"coba dekati tapi tetaplah waspada!" ucap Ali memberi perintah.
Akhirnya John menghentikan mobilnya disamping mobil yang menabrak pohon itu,sebuah mobil sport berwarna merah metalic.
Ali dan John mengamati keadaan sekitarnya beberapa saat sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk turun.
Terlihat oleh mereka 2 pemuda yang berada di dalam mobil itu,yang berada dibelakang kemudi terlihat terluka parah dan kepalanya berlumuran darah mungkin karena benturan yang lumayan keras.
"sepertinya keduanya masih hidup John,kita tolong saja!" ucap Ali kepada John sambil berusaha membuka pintu dibagian kiri.
__ADS_1
John yang hendak menolong si pengemudi terlihat agak kepayahan membuka pintu karena bagian itu rusak lumayan parah.
Setelah berhasil membawa keduanya kedalam mobil akhirnya John melarikan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai rumah sakit terdekat di MetroHills.
Beberapa saat sebelum sampai dirumah sakit terdengar suara lenguhan salah satu pemuda yang ditolong mereka
"uugghhhh...dimana ini?"
"tenang,jangan bergerak dulu! kami sedang membawamu ke rumah sakit!" ucap Ali menanggapi suara itu tanpa menoleh kearahnya.
Setibanya mereka di rumah sakit,kedua korban kecelakaan itu segera mendapatkan perawatan.
Beruntung salah satunya hanya pingsan dan luka ringan hingga dinyatakan bisa pulang saat itu juga.
"terima kasih tuan,telah menolong kami! saya Zack manager personalia Algaritma grup cabang MetroHills,dan teman saya yang masih dirawat adalah Ito Kagawa putra dari CEO Kagawa grup!" ucap Zack yang saat itu telah diperbolehkan keluar dari ruang pemeriksaan.
"tidak masalah bro,kebetulan saja kami lewat!" ucap Ali yang menyadari bahwa Zack ini sebenarnya adalah salah satu manager diperusahaannya.
"bagaimana kalau kita minum teh sambil istirahat? anggap saja itu tanda terima kasih saya yang tidak seberapa karena telah menolong kami!" ajak Zack pada Ali dan John saat kebetulan dia melihat ada cafe didepan rumah sakit yang masih buka.
"baiklah,kebetulan kami juga lelah setelah perjalanan panjang!" jawab Ali menyetujui
"terima kasih tuan telah menolong kami!"
"hanya ini yang bisa saya berikan saat ini,kelak jika ada kesempatan kami akan memberikan yang lebih baik lagi selain minum teh!" ucap Zack lagi setelah akhirnya mereka bertiga duduk didalam cafe.
"tidak usah sungkan,tapi jangan panggil saya tua!"
"panggil saja saya Ali atau kak Ali jika kamu berkenan!" jawab Ali merendah.
"ngomong ngomong bagaimana ceritanya hingga bisa terjadi kecelakaan tadi?" tanya Ali kemudian.
"awalnya saya hendak ke Mountiles menemui Tuan Leon CEO Algaritma untuk melaporkan kejanggalan keuangan di perusahaan yang akhirnya diantar Ito teman saya sekalian dia mau mengunjungi saudaranya di Mountiles."
"berhubung ditengah jalan Tuan Leon menelefon saya mengatakan bahwa menantunya akan ke MetroHills besok pagi akhirnya putar arah kembali,saya yang khawatir belum menyiapkan apa yang tuan Leon minta akhirnya meminta Ito untuk sedikit mempercepat mobilnya!"
"Entah mengapa tiba tiba ban selip dan oleng,mungkin karena ada tumpahan oli di jalan yang menyebabkan kejadian ini terjadi..!" jelas Zack dengan raut penuh penyesalan menjadi penyebab kecelakaan ini.
"ketahuilah Zack,akulah menantu tuan Leon itu!" ucap Ali sambil menepuk pundak Zack
"tuan...an..anda...?" ucap Zack tergagap.
"sekali lagi jangan panggil tuan...panggil saja kak Ali!" kecuali nanti di kantor!" ucap Ali menegaskan.
"baiklah kak Al!" balas Zack
"oh ya Zack,berapa banyak orang yang melakukan penggelapan di perusahaanku?" tanya Ali kemudian.
"hampir merata kak Al,kepala di semua divisi termasuk manager!"
"hmmm...pastas saja beberapa bulan ini selalh merugi!"
"baiklah kalau begitu,Zack kau kuberi tugas mengumpulkan bukti penggapan dana diperusahaan,setelah itu 2hari dari sekarang kita bertemu dikantor!"
__ADS_1
"sementara jangan kau bocorkan kehadiranku dikota ini pada seluruh karyawan tidak terkecuali! bisa Zack?"
"bisa kak Al!" jawab Zack bersemangat