
Minggu siang dikamar kontrakan Ali terdengar nada dering hp barunya memanggil saat dia tengah merapikan pakaian yang baru diambilnya dari laundry.
"sudah bangun Ye?" suara lembut wanita terdengar saat Ali menerimanya yang tak lain adalah Ivonne.
"sudah dari tadi!"kenapa menghubungiku jam segini? Bukankah acaranya masih nanti malam?" tanya Ali heran karena janjinya nanti dia menjemput jam 7malam sedangkan sekarang masih jam 2siang.
"aku lupa Ye siang ini harus ke dojo mengajar beberapa murid baru!"
"antar ke dojo dulu ya?" pintanya merengek.
"baiklah,sejam lagi aku jemput.aku belum selesai membereskan pakaianku dan mandi!"
"tidak usah mandi! kau bawa 1 stell pakaian yang aku belikan kemaren beserta sepatunya.Jas yang berwarna biru saja yang kau bawa,nanti mandilah di apartementku!" jelas Ivonne dari seberang telfon bersemangat sekali.
"baiklah,aku segera berangkat!" jawab Ali sebelum mematikan telfon
"akhirnya yang kutakutkan terjadi juga!"
"bodohnya aku menerima pemberiannya kemarin!" gumam Ali sambil mendesah
Setelah sampai dihalaman parkir apartement Ali pun mengabari Ivonne bahwa dirinya menunggu dibawah.
Tak berselang beberapa lama terlihat Ivonne keluar dari lobby apartement menuju mobilnya.
"ke arah mana kita?" tanya Ali setelah Ivonne didalam mobil
"ikuti saja ini!" kata Ivonne sembari memberikan hp nya yang menampilkan aplikasi map yang telah menunjukkan lokasi tujuan
"baiklah...kita meluncur!"
"aku menunggu di mobil saja ya von?" kata Ali setelah mereka sampai ditempat tujuan yang ternyata tidak begitu jauh dari apartement Ivonne
"kamu yakin Ye?" aku bakal lama lho,mungkin sejam lebih!" apa tidak sebaiknya kamu menunggu didalam sambil melihat latihan supaya tidak jenuh?" tanya Ivonne meyakinkan
"kurasa tidak,lebih baik aku menunggu disini saja,kalau aku merasa jenuh nanti aku masuk sendiri tidak masalah bukan?"
"baiklah kalau begitu!" kata Ivonne sambil keluar dari mobil
Ali hanya memandanginya berjalan dari dalam mobil.
"selamat siang seonbae!" sapa 2 orang gadis berbarengan menyapa Ivonne sebelum memasuki pintu dojo.
"eh Mita...Anya...selamat siang juga!" ayo kita lekas masuk,aku tidak ada banyak waktu siang ini!" balas Ivonne mengajak mereka segera masuk ke dalam.
Sementara itu Ali yang berada didalam mobil terbelalak matanya melihat kejadian itu.
"bukankah itu Mita dan Anya...?" mengapa semua terjadi serba kebetulan seperti ini...?" ya Tuhan...kalau Mita dan Anya yang Dan 1 membungkuk pada Ivonne,berarti dia lebih tinggi statusnya daripada mereka berdua!"
"aduh buu...tinggal menghitung hari saja sepertinya anakmu ini jadi daging cincang!" gumam Ali setelah menyaksikan kejadian didepan matanya saat itu.
__ADS_1
Ali kembali gamang dengan hatinya.
Disatu sisi dia tidak ingin melukai hati kedua dara yang keluarganya sudah sangat baik padanya melihat dirinya berjalan bersama Ivonne.
Walaupun dia tidak pernah memberikan respon positif kepada mereka tetapi dia hanya berharap bisa menjaga hati mereka.
Disisi lain dia juga tak ingin mengecewakan Ivonne.
seorang manager,baik,warga keturunan yang sangat cantik,tinggi,tubuh proporsional.lelaki mana yang tidak akan tertarik padanya.
Walau dia sedikit suka pada Ivonne tetapi dia juga tidak bisa berharap banyak mengingat statusnya yang jauh berbeda.
"Oh Tuhan...begitu rumitkah kehidupan dunia ini..."
Setelah sekitar 1 jam menunggu diparkiran akhirnya Ivonne keluar dari gedung itu langsung menuju mobil dimana Ali menunggunya.Mobilpun segera meluncur keluar menuju jalan raya.
Kejadian itu disengaja oleh Ali,dia tidak mau berlama lama diarea parkir menghindari dirinya terlihat oleh Mita dan Anya.
Tak dapat dia bayangkan apa yang akan terjadi jika mereka sampai melihatnya bersama Ivonne disana.
"kita cari restoran dan makan dulu Ye,mengajar 1 jam sangat menguras tenagaku membuat aku sangat lapar!" pinta Ivonne
"baiklah,tapi aku tidak ingin makan direstoran!" apakah kamu alergi makanan kaki lima von?"
"tidak tau,aku belum pernah mencoba!" jawab Ivonne tegas karena memang selama ini dia tidak pernah makan diluar.Kebutuhannya di apartement sudah terpenuhi hanya dengan menelfon dan kalaupun ingin makan diluar dilantai basement apartement pun ada banyak resto yang menyediakan berbagai makanan pilihan.
Akhirnya Ali menepikan mobilnya di salah satu pedagang kaki lima yang menjual mie,tempatnya tak begitu jauh dari kontrakan Ali dan kawasan blok.C dimana mereka bekerja.
"bang mie nya 2!" teriak Ali pada penjual mie yang sedang sibuk menyiapkan pesanan pembeli lain.
"seperti biasa bos?" sahutnya menjawab teriakan Ali
"iya...!"
Tak berapa lama si pedagang itu mengantar pesanan Ali beserta 2 minuman dingin kegemaran Ali.
"ini pesananmu!" wah mantap kali kau sudah ada yang menemani makan tidak seperti biasanya,cantik pula!" celetuk si abang sambil meletakkan pesanannya.
"jangan macam macam bang,dia bosku...!" jawab Ali setengah berbisik ditelinga si abang yang sudah akrab dengannya karena seringnya dia makan di warung tenda itu.
Walau mereka bicara setengah berbisik tapi tetap terdengar oleh Ivonne yang duduk disebelah Ali.
"eh...maaf nona saya kira pacarnya!" kata si abang pada Ivonne.
"tidak masalah bang,siapa tau juga besok jadi pacarnya!" jawab Ivonne sambil tersenyum pada si abang.
"cicipilah makananmu!" perintah Ali setelah si abang pergi meninggalkan mereka.
"bagaimana?" tanya Ali kemudian setelah Ivonne memasukan sepotong daging kemulutnya dengan sumpit.
__ADS_1
"enak Ye,..tak menyangka di kaki lima ada makanan seenak ini.melebihi makanan restoran rasanya!" jawab Ivonne yang tanpa ragu lagi melahap seporsi mie didepannya yang ditambah 1 porsi tambahan karena dia merasa sangat lapar dan masakannya juga sangat enak dirasakannya.
"karena kau yang menambah porsi jadi kau yang bayar von!" kata Ali tertawa melihat napsu makan Ivonne yang begitu besar.
"baiklah!" jawabnya seraya menyodorkan 4 lembar uang 50 ribuan karena dia pikir harganya hampir sama dengan di restoran dimana dia biasanya makan.
"banyak amat!" ini saja cukup!" kata Ali sambil mengambil selembar uang 50ribu dan berjalan menuju meja kasir.Ivonne melongo tak percaya kalau makanan yang begitu enak harganya sangat murah
"ini kembalinya untuk parkir mobil nanti didepan!" kata Ali sekembalinya dia ke meja mereka.
" benar harganya cuma segitu Ye?" atau kau yang menambahi kekurangannya..?" tanya Ivonne lagi masih tak percaya.
"kalau harganya melebihi itu tentunya aku tidak akan sering kesini,ga akan cukup uangku untuk hanya sekedar makan!"
"tidak seperti kamu Von,sekali kamu pesan makanan direstoran kemaren itu sama dengan biaya makanku seminggu!" jelas Ali agak malu.
"kupikir harganya hampir sama dengan di resto!"
"tidak lah,harga makanan kaki lima menyesuaikan kantong rakyat kecil.karena juga tidak dikenai pajak,paling hanya biaya sewa lahan saja!" jelas Ali lagi
Setelah merasa cukup bersantai sehabis makan akhirnya mereka berencana pulang tetapi ditengah jalan Ivonne mengajak Ali berkeliling kota dulu menikmati suasana sore hari karena memang dia belum pernah berkeliling kota diwaktu sore.
Ali pun yang belum pernah berkeliling kota Mountiles menyetujuinya.
Waktu menunjukan pukul 7malam saat mereka sampai di apartment Ivonne,masih ada waktu sampai acara reuni SMU Ivonne nanti jam 9malam.
Sambil duduk beristirahat di balkon apartement Ali masih tak ada puasnya melihat suasana malam kota dari sana,memang terlihat begitu indah apalagi apartement itu ada dipuncaknya yaitu lantai 25.
"kenapa kamu seorang diri saja membeli apartement semewah ini Von?"
"selain mewah ini juga sangat luas untuk 1 orang,ini 6x lebih besar daripada kontrakanku!" tanya Ali bertanya saat Ivonne mengantarkan minuman padanya.
"aku tidak beli,tapi ini hadiah dari papaku saat aku lulus SMU karena menduduki peringkat 1 di sekolah!"
"APAAAAA....?" teriak Ali begitu mendengarnya
"kau tau apa yang kudapatkan? aku hanya mendapatkan sepatu sneakers yang kupakai ini karena juara 2!" sungguh dunia tidak adil....!" kata Ali sambil menunjukkan sepatu yang dia pakai pada Ivonne.
Ivonne yang ada didepannya pun hanya tertawa menanggapinya.
"kelak kau juga akan bisa membelinya saat sudah sukses Ye!"
"badanku lengket semua karena keringat tadi waktu mengajar Ye! aku mandi dulu...! jangan ngintip...!!!" lanjutnya sembari memperlihatkan tinjunya pada Ali.
"dasar wanita singa! Kumat lagi galakmu!" gumam Ali.
Ivonne yang mendengarnya hanya menoleh dan menjulurkan lidahnya pada Ali sembari berjalan masuk kedalam.
Sepeninggal Ivonne,Ali kembali menatap kerlip lampu kota yang ada dibawah sambil menikmati minuman yang diberikan Ivonne tadi.
__ADS_1