Perjalanan Berandal Pujaan

Perjalanan Berandal Pujaan
Bab.16 Ivonne Minta di Nikahi


__ADS_3

Pagi itu seperti hari biasanya Ali dan Ivonne bersiap untuk ke kantor walau dirasa kurang nyaman bagi Ali karena informasi yang diberikan oleh Kurawa menyatakan bahwa gerakan bawah tanah yang mereka intai telah menyebar banyak mata mata untuk mencari keberadaan dirinya.


Tetapi Ali merasa bahwa dirinya harus tetap bersikap wajar supaya tidak dicurugai oleh siapapun karena tidak menutup kemungkinan diperusahaannya juga telah disusupi.


Namun pagi ini Ivonne menunjukkan sikap yang berbeda tidak seperti hari hari sebelumnya.


Setelah selesai berdandan dirinya kembali duduk di sofa memasang muka masam sambil merenung,dari raut mukanya terlihat seperti sedang berpikir keras.


Hal ini pun tak luput dari perhatian Ali yang juga sedikit heran dengan sikap Ivonne pagi ini.


Dia merasa tidak ada masalah semalam dan Ivonne masih baik baik saja,tapi mengapa mendadak pagi ini mukanya terlihat sangat muram tidak menyenangkan seolah sedang menghakimi Ali karena telah melakukan suatu kesalahan.


"sayang,kenapa mukamu masam begitu sepagi ini? apa aku ada salah padamu atau mengecewakanmu?" tanya Ali setelah duduk disampingnya.


"pa...aku merasakan mungkin dengan kepergianmu ke MetroHills akan membuat kita berpisah untuknwaktu yang lama!" jawabnya lirih dengan raut muka terlihat sedih.


"Mountiles-MetroHills hanya 3jam perjalanan ma! kita masih bisa sering bertemu! kenapa terlalu khawatir?" tanya Ali kemudian.


"walaupun hanya 3jam pa,tapi kepergianmu kali ini menyangkut masalah hidup dan mati! berbeda jika kamu adalah orang biasa,mungkin aku tidak akan terlalu khawatir seperti ini pa!" bantah Ivonne dengan mata mulai berkaca kaca.


"tenang saja sayaangg,percayalah aku akan hidup untukmu!" ucap Ali sambil membelai rambut wanitanya.


"boleh aku minta satu hal pa? selama ini aku tidak pernah meminta apapun padamu! Lagipula saat itu kamu berjanji akan memenuhi semua permintaanku bahkan nyawamu jika kamu mampu!"


"apa itu ma?" tanya Ali mengerutkan keningnya.


"nikahi aku sebelum ke MetroHills ya pa!walaupun sederhana dan tanpa pesta!"


Ali hanya terdiam mendengar permintaan Ivonne,terlalu banyak beban yang masih dipikulnya.


Seandainya dia menikahi Ivonne tentu sama saja akan meletakkan nyawanya diujung tanduk,tapi disatu sisi dia tidak ingin Ivonne kecewa.


Tapi apakah ini sebanding?


Suara suara dihatinya terus bergelut berusaha memenangkan salah satu sisi.


Ada banyak pertimbangannya untuk menikahi gadis yang telah memberikan segalanya untuknya.


Tapi terlepas dari semua itu dia hanya menginginkan keselamatannya semata.


"aku tau kamu mengkhawatirkan keselamatanku! tapi dengan adanya pengawal yang kau siapkan setidaknya aku pun sudah merasa aman! setidaknya beri aku pegangan yang cukup untuk meyakinkan bahwa aku memang benar benar milikmu pa! seandainya aku mati pun tidak akan pernah menyesal menikah denganmu ditambah aku tidak ingin menjadi janda sebelum kau nikahi!" ucap Ivonne mencoba untuk meyakinkan Ali.

__ADS_1


Ivonne yang tidak pernah mencintai lelaki manapun sampai dia bertemu Ali saat itu.


Entah mengapa merasakan sesuatu yang lain saat bertemu lelaki yang ada dihadapannya ini waktu itu,rasa yang tidak dapat diungkapkan.


Lelaki didepannya ini mampu membuatnya tenang saat berada disampingnya dan membuatnya jatuh bangun untuk merindukannya.


"baiklah,kapan sebaiknya kita laksanakan?" akhirnya Ali memutuskan setelah berpikir sesaat dan mendengar keputusan Ivonne.


"malam ini saja bagaimana menurutmu?"


"ok...siapa takut?" jawab Ali sembari tersenyum pada wanita cantik didepannya.


"bener ya pa?" kata Ivonne setengah berteriak kegirangan untuk meyakinkan.


Ali mengangguk dan tersenyum melihat Ivonne yang kini tengah memeluknya terlihat sangat bahagia.


Hari itu pun akhirnya mereka tidak jadi berangkat kekantor.


Ivonne segera mengabari kedua orang tuanya untuk datang pada acara pernikahannya nanti malam dan tak lupa menelefon Desi sekreterisnya untuk membatalkan semua meeting selama 3hari kedepan.


Siang itupun Ali memerintahkan beberapa anak buahnya mengatur ruangan apartement untuk acara pernikahan sederhana.


Walau tak banyak dekorasi tapi Ali dan Ivonne cukup puas melihat hasilnya.


Apa yang diimpikan Ivonne selama ini akhirnya terkabul juga.


Mimpi untuk dinikahi Ali lelaki yang sangat dicintainya itu.


Wajah berseri diwajahnya menambah kecantikannya malam itu tak dapat dibandingkan dengan wanita manapun.


Walau hanya dihadiri oleh kedua orang tuanya dan 5 bawahan Ali tetapi kebahagiaan Ivonne malam itu tak dapat ia lukiskan.


Ali pun merasa bahagia melihat keceriaan Ivonne,tidak banyak kata yang dia ucapkannya malam itu.


Begitu pula Leon Cheung bersama istrinya,mereka juga merasakan kebahagiaan putri semata wayangnya itu.


Walaupun sebenarnya mereka masih penasaran dengan keputusan Ivonne yang menikah mendadak,tapi mereka hanya memendamnya didalam hati.


***


Disisi lain Anya sedang duduk didalam kamarnya setelah selesai menyiapkan beberapa berkas yang akan dibawanya ke MetroHills esok pagi.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu lalu bertemu Della sepupunya yang menceritakan tentang suasana kampusnya akhirnya Anya memutuskan untuk meneruskan kuliah di Metro University dan rencananya sementara akan tinggal bersama Della sebelum mendapatkan tempat tinggal sendiri.


Karena besok pagi adalah hari keberangkatannya maka malam ini Anya menyiapkan segala sesuatu untuk keperluannya.


"kenapa hatiku tiba tiba terasa sakit? apa aku terkena kanker?" gumam Anya karena mendadak merasakan jantungnya berdetak keras dan hatinya terasa sakit.


"atau....? terjadi sesuatu kah dengan kak Al?"


"kak Al...dimanakah dirimu?"


"tak tahu kah kamu saat ini aku begitu merindukanmu!"


Anya terus bergumam ambil memandangi foto Ali di hp nya.


Lelaki itulah yang telah menggugah hatinya...


Lelaki yang selalu dirindukannya tetapi entah dimana dia berada saat ini.


Anya sendiripun tak tahu mengapa sejak pertemuan pertamanya dengan Ali dia selalu merindukan lelaki itu walaupun baru dikenalnya.


Ingin dia membantah kata hatinya tetapi selalu gagal..semakin ingin dia melupakannya,semakin rindu pula dia dengan Ali.


Tak terasa air mata Anya telah menetes,tangis yang selama ini dia tahan akhirnya tertumpah saat itu.


Entah karena sesal atau rindu yang terlalu dalam.


Hari telah beranjak pagi ketika sebuah travel berhenti didepan rumah pak Hendra.


Terlihat wajah Della menyeruak dari jendela travel melambaikan tangan pada Anya yang telah menunggu diteras rumah beserta orang tuanya dan Mita kakaknya.


"ayah...ibu...aku berangkat dulu!" pamit Anya pada pak Hendra dan istrinya.


"berangkatlah nak,baik baik kamu disana nanti!" jawab pak Hendra


"kak...seandainya bertemu kak Al kumohon kabari aku karena aku juga mencintainya! terlepas siapa yang akan mendapatkannya nanti!"bisik Anya pada Mita saat memeluknya untuk berpamitan.


"baiklah!" jawab Mita lirih.


Mita memandangi kepergian Anya dengan segudang tanda tanya.


Entah siapa yang lebih mencintai Ali,dia ataukah Anya.

__ADS_1


Anya yang notabene adalah adiknya...yang tumbuh besar bersamanya ternyata adalah pesaing cinta baginya saat ini.


__ADS_2