Perjalanan Berandal Pujaan

Perjalanan Berandal Pujaan
Bab.23


__ADS_3

Setelah semalam membekuk para penculik,pagi berikutnya Ali kembali mengurus beberapa masalah diperusahaan bersama Zack.


SunHee yang ditugaskan menjaga Della untuk beberapa hari akhirnya hatus tinggal sementara bersama Della.


***


Kost Della pagi itu.


"apakah aku benar-benar tidak bisa keluar dari kost kak?" tanya Della saat itu yang ingin pergi bermaksud melamar pekerjaan.


"demi keselamatanmu kukira sementara ini jangan! atasanku memerintahkan untuk menjaga korban penculikan kemarin sampai situasi benar-benar kondusif,kalau kau ingin melakukan sesuatu aku yang akan keluar untuk melakukannya dek!" jawab SunHee mencoba menjelaskan.


"sampai berapa lama kak?"


"mungkin hanya beberapa hari saja kok!"


"pupus sudah harapanku untuk bekerja,padahal tenggat waktu untuk memasukan lamaran hanya tinggal dua hari!" gumam Della saat itu lalu menghela nafas panjang karena kecewa.


"apakah kau ingin bekerja?" tanya SunHee kemudian karena tak sengaja mendengar gumaman Della disampingnya.


"iya kak! sebenarnya tujuanku kembali ke MetroHills karena ingin bekerja sambil menunggu wisuda kelulusanku yang masih lama!" jawab Della lesu.


"mungkin aku bisa membantumu mengantar lamaran itu!" ucap SunHee


"benarkah kak?" tanya Della dengan gembira.


"tentu saja! hanya mengantar lamaran tidak masalah,toh kita bisa pesan kurir jasa antar! tapi ingat Della,jangan kau bicarakan masalah penculikan kemarin pada siapapun! kami sedang mengurusnya,jangan sampai masalah ini muncul dulu dipermukaan!"


"oh baik kak! aku mengerti!" jawab Della sambil mengangguk.


"bagus kalau kau mengerti! sekarang mana surat lamaranmu? aku akan mengurus soal pekerjaanmu itu!" ucap SunHee kemudian.


Tanpa menunggu lama Della pun segera mengambil lima berkas lamaran yang telah dipersiapkannya dari rumah dan menyerahkannya pada SunHee.


SunHee pun melihat beberapa alamat yang tertera disampul berkas lamaran itu.


"Algaritma grup? bukankah ini perusahaan milik ketua?" batin SunHee setelah melihat alamat terakhir pada berkas yang dipegangnya.


"ok...aku akan mengurus ini! tetaplah tinggal didalam,aku akan pergi beberapa saat untuk mengurus lamaranmu ini sekalian mencari makan untuk kita!" perintah SunHee pada Della.


"baiklah kak SunHee!"


SunHee segera meninggalkan kost Della saat itu juga dan tanpa diketahui Della dia segera menelefon Ali.


"kak Al..!" sapa SunHee ditelfonnya


"hahaha...sejak kapan kau memanggilku dengan kak?" balas Ali mencandainya.


"oh..oh..maaf ketua..! saya jadi mengikuti Della!"

__ADS_1


"sebenarnya tidak masalah! aku tidak keberatan dengan panggilanmu! katakanlah apa ada masalah!"


"tidak kak Al,hanya melaporkan sebenarnya Della berniat bekerja di perusahaan sebagai sekretarismu! dia telah mempersiapkan lamarannya!"


"coba kau huhungi Zack,kalau nanti belum ada pelamar lagi coba kau atur beberapa anak buahmu untuk mengikuti test menjadi sekretarisku! atur sewajarnya jangan sampai Della merasa lolos dengan mudah,nanti biar Zack mengaturnya disini!"


"baik kak Al..!"


Keesokan paginya Della mendapatkan panggilan dari Zack supaya mengikuti interview jam 2 siang,walau sebenarnya ini hanya formalitas agar Della tidak menyadari hubungannya dengan keluarganya.


Della yang baru sekali akan mengikuti interview terlihat gugup segera bergegas mempersiapkan diri dan meminta SunHee untuk mengantarnya.


Siang itu menunjukkan pukul 1 saat Della sampai di Algaritma grup yang membuatnya beserta beberapa pelamar lain menunggu beberapa saat diruang tunggu Algaritma grup yang berada di lantai 3.


"eh nona...ada yang bisa bantu memakaikan dasi ini?" tiba-tiba ada seorang pria masuk diruangan tempat pelamar menunggu itu sembari membawa sebuah dasi biru ditangannya.


"dih...mau melamar kerja pakai dasi pun nggak bisa!" ucap salah seorang pelamar diruangan itu.


"maklum non saya dari kampung!" jawab pria itu yang ternyata Ali.


"lebih baik kamu pulang saja jadi petani daripada kerja kantoran malah merusak mata!"


"hehehe...!" jawab Ali terkekeh pelan


"sini biar kubantu kak!" ucap Della seketika itu juga Della sambil berdiri menghampiri Ali.


"sepertinya wajah pria ini familiar! aku pernah bertemu dimana ya?" batin Della saat itu


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Zack pun memanggil mereka satu persatu ke ruangannya untuk mengikuti interview.


Wajah mereka yang telah keluar ruangan ada yang masam dan ada yang biasa saja,mungkin sebagian sudah merasa tidak akan diterima bekerja.


Giliran Della ternyata paling akhir dipanggil membuatnya semakin nervous.


"silahkan duduk!" ucap Zack mempersilahkan pada Della setelah dia memasuki ruangan interview.


"Nona Adella?"


"ya pak..!"


"untuk anda ada orang lain yang akan menginterview,jadi tolong tunggu sebentar!"


"baik pak!" jawab Della singkat.


Della tak habis pikir kenapa harus orang lain yang mewawancarainya saat itu dan hanya dia,sedangkan semuanya pelamar sebelumnya semuanya Zack yang mewawancarai.


"ting...ting..."


"ting...ting..."

__ADS_1


Sebuah notifikasi pesan masuk di hp Zack yang ternyata Ali memerintahkannya supaya mengantarkan Della keruangannya.


Della yang diajak pindah ruangan merasa heran lagi merasa saat giliran dia di wawancarai kesannya berbelit-belit.


"tok...tok...tok..."


Zack mengetuk pintu ruangan Ali yang langsung dibukanya tanpa menunggu dipersilahkan dan mempersilahkan Della masuk.


"an...anda...?" ucap Della saat melihat Ali duduk dikursi CEO miliknya.


"ya.,.tidak usah sungkan! Silahkan duduk!" jawab Ali ramah.


"nona Adella Putri?" tanya Ali setelah Della duduk di kursi yang ada didepannya.


"ya pak...benar!"


"baiklah...tidak perlu basa-basi lagi! kamu saya terima bekerja disini!"


"benarkah pak?" tanya Della meyakinkan karena tidak percaya bahwa dia akan diterima langsung tanpa test suatu apapun.


"ya tentu saja! kamu tau apa alasannya?"


"tidak pak! atau karena saya menolong anda memakaikan dasi tadi?"


"setengahnya benar,.! aku menerimamu karena kamu punya attitude yang bagus!"


"oh terima kasih pak!" ucap Della sambil tersenyum.


Melihat nama yang tertera dimeja didepannya saat itu mengingatkan Della mengapa wajah Ali terasa begitu familiar baginya.


"apa dia kak Ali yang dimaksud Anya dan Mita? Tetapi Ali itu bukannya masih beberapa bulan saja bekerja di Mountiles dan ini di MetroHills! Lagipula bukankah kata Anya kak Ali berasal dari kampung,sedangkan ini seorang CEO bukan karyawan! Ah mungkin hanya nama dan wajahnya saja yang mirip!" batin Della saat itu dipenuhi tanda tanya.


"bagaimana aku harus memanggilmu? Adel?Della?ataukah Putri?" tanya Ali tiba-tiba mengejutkan Della.


""Della saja pak,saya biasa dipanggil Della baik dirumah maupun dikampus saat itu!"


"ok Della! Kamu bisa mulai bekerja besok pagi!


"karena masih ada yang harus kukerjakan jadi terpaksa aku harus meninggalkanmu,untuk masalah lainnya nanti akan diurus oleh Zack sekalian menjelaskan apa saja tugasmu disini!"


"kamu tunggu saja disini!" ucap Ali sambil berjalan keluar ruangan.


"Ali...Ali...Ali...?"


"apa setiap nama Ali memang selalu bersikap sopan terlepas dari statusnya?"


"penasaran aku pada kak Ali yang diceritakan Anya dan Mita,apakah seperti pak Ali ini juga?"


Sebuah senyuman tersungging dibibir Della saat itu sedikit memikirkan pak Ali bosnya itu.

__ADS_1


__ADS_2