
"Vonnn?" panggil Ali sambil keluar dari ruang ganti hendak menanyakan cara memakai dasi karena dia sungguh tidak tau cara memakainya.
Tetapi begitu keluar dari ruang tersebut dengan dasi yang masih dipegang ditangan kirinya Ali hanya diam tertegun memandang Ivonne yang begitu cantik.
Memakai gaun warna biru langit dan rambut tergerai indah,sungguh penampilannya sangat menawan malam ini,bak bidadari yang turun dari langit.
"kenapa Ye? Seperti melihat hantu saja tampangmu itu!" kata Ivonne menyadarkan Ali dari sikap bodohnya itu.
"emmm....emmm...kamu cantik sekali Von...! seperti bidadari dari surga!"
"emang kamu pernah liat bidadari dari surga?" tanya Ivonne menggodanya sambil menjulurkan lidahnya.
"hehe...menurut kata orang orang sih! katanya bidadari itu cantik banget!" jawab Ali sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"konyol...! ada apa memanggil tadi..?" tanya Ivonne kemudian.
"eh ini...gimana cara pakai dasi? Aku bingung!" kata Ali menunjukkan dasi ditangannya.
"sini kupakaikan!" kata Ivonne mengambil dasi ditangan Ali sambil tersenyum.
Ali hanya bisa terdiam saat wajah Ivonne ada sejengkal didepannya sedang memakaikan dasi.
Harum tubuhnya yang tercium oleh Ali tidak bisa disangkal telah membangkitkan darah mudanya walau sebisa mungkin ditahannya.
"kamu sudah punya pacar Von?" tanya Ali memecah kebisuan mereka saat itu.
"su..sudah..!" jawabnya setengah tergugup.
Entah mengapa Ivonne yang selalu bisa menampilkan sikap tegas kali ini mendadak tergugup menjawab pertanyaan itu.
"sungguh beruntung lelaki yang memilikimu von! kamu sangat cantik!"
"kamu juga tampan Ye!" kata Ivonne setelah selesai memasangkan dasi sembari memberi sebuah kecupan dipipinya.
Ali kembali hanya bisa melongo tak percaya merasakan kecupan dipipinya,seakan dunia ini hanya miliknya.
Setelah Anya,Ivonne adalah gadis kedua yang menciumnya walaupun dia lebih tua 2th dari Ali.
"apa kau sungguh tak peka Ye...!"
"sebagai lelaki harusnya kamu tau bagaimana sikapku padamu...!"
"kamu adalah orang pertama yang membuatku jatuh cinta...!"
"apa aku harus menegaskannya dengan kata kata...?" gumam Ivonne dalam hati kesal.
"kemana kita Von?" tanya Ali setelah mereka didalam mobil
"ke SunSky sayaaang! bukannya aku sudah bilang kemarin?" kata Ivonne menggoda Ali
"apa iya?" jawabnya sambil berusaha mengingatnya.
Tempat reuni diadakan ternyata di SunSky mall lantai 5 yang khusus menyediakan ballroom untuk pesta dan pertemuan.
Begitu memasuki ruangan mereka berdua langsung disambut oleh teman SMA Ivonne yang sudah menunggunya sedari tadi.
"hai Voonnn!" sapa teman temannya riuh didalam ruangan.
"hai Mira...hai Veni!" balas Ivonne menyapa mereka.
"eh siapa itu Von? kenalin doongg!" kata Veni sambil menunjuk Ali.
"oh iya,ini Ali tunanganku!" kata Ivonne memperkenalkan sambil memeluk tangan kirinya karena dia yakin seandainya Ali dikenalkan sebagai pacar pasti akan diganggu oleh beberapa teman pria yang dulu pernah mengejarnya.
Belum lagi teman wanitanya yang tak bisa diam melihat cowok ganteng pasti akan menggodanya.
"Von...?" tanya Ali berbisik mencoba meyakinkan sambil menoleh padanya.
Ivonne hanya membalas tatapan itu dengan senyuman sembari mempererat pelukannya ditangan Ali berusaha memberi kode untuk meyakinkannya.
"Mira...Veni...Dita...John...Leo...Felix...Ayu...Ratna...!" akhirnya Ali menyalami satu persatu memperkenalkan diri kepada teman teman Ivonne.
"kau sungguh beruntung bro mendapatkannya,3th aku mengejarnya tetapi selalu ditolaknya!" kata Leo saat menjabat tangannya.
"oh...begitukah?" tanya Ali balik sambil tersenyum.
"kamu tentunya anak konglomerat hebat ya Al? bisa mendapatkan perhatian Ivonne!" tanya Felix kemudian.
"aku tidak seperti yang kau pikirkan bro!" jawab Ali sambil tersenyum lagi.
"kamu kuliah dimana Al?" lanjut Dita ikut memberondong pertanyaan pada Ali.
"tidak kuliah juga!" lanjut Ali dengan santai.
"lalu apakah sudah bekerja?"
"eh anu...dia tidak bekerja,tapi sedang mempelajari karakteristik perusahaan papaku.Setelah memahaminya mungkin dia akan menggantikan papaku sebagai CEO disana!" potong Ivonne sebelum pertanyaan teman temannya menyudutkan Ali.
Dia tidak mau harga diri Ali jatuh kalau mengetahui sesungguhnya Ali adalah karyawannya diperusahaan,karena dia sangat tau bagaimana sifat beberapa temannya yang lain.
"wahhh...hebat ya! Jadi menantu anak tunggal sekaligus mewarisi perusahannya!" kata teman Ivonne yang lain.
"eh Al ayolah gabung dengan kita di meja sana,biarlah Ivonne bersama perempuan yang lain!" ajak Leo nampak bersahabat.
"gimana Ye? Kamu tidak keberatan gabung mereka?" tanya Ivonne menatapnya.
"tidak masalah!" jawabnya tersenyum.
Akhirnya Ali mengikuti Leo ke meja para pria dan Ivonne berkumpul dengan teman wanitanya.
Leo mengajak Ali bergabung bermaksud mengerjainya bersama beberapa temannya karena memang mereka sudah menyiapkan beberapa minuman bermerk dengan kadar alkohol lumayan tinggi untuk acara ini.
__ADS_1
Sambil mengobrol dengan santai mereka terus menuangkan minuman kepada Ali yang ternyata memiliki toleransi terhadap alkohol sangat tinggi.
Satu persatu teman Leo teler dan tumbang,sedangkan Leo dan Felix yang merencanakan semua ini dari awal sudah tertidur entah berapa lama berbeda dengan Ali walupun mabuk lumayan berat tapi masih bisa mengontrol diri tidak sampai teler.
Waktu tak terasa sudah menunjukkan jam 12malam lebih saat Dita mendekati Ali.
Dengan setengah mabuk dia berbisik pada Ali "Al kelihatannya Ivonne sudah mabuk berat,antarlah dia pulang sebelum dia tumbang! kalau dia disini terus bakal tidak ada habisnya itu nanti Mira dan Veni memberinya minuman!"
"oh baiklah!"
"Von ayo kita pulang! sudah terlalu larut besok kamu masih harus bekerja!" kata Ali pelan setelah dia berada disisi Ivonne.
"oh ya..ya...ayo kita pulang sayaaanng!" kata Ivonne dengan gaya mabuknya.
setelah berpamitan pada teman temannya Ivonne terhuyung saat mencoba berdiri dari kursinya.
Ali dengan sigap menangkapnya karena walaupun bisa dibilang mabuk tapi dia masih bisa mengontrol diri dengan baik.
Setelah sampai di apartement mau tak mau Ali pun masih memapahnya menuju kamar Ivonne.
"toleransimu rendah kenapa terlalu banyak minummu sih Von..? bikin susah saja..!" gerutu Ali sambil memapah Ivonne ke kamarnya.
"tidak apa ye...tapi aku senang!"
Sambil terus berjalan dipapah Ivonne terus bergumam entah apa yang digumamkannya.
"gedebughh....." tiba tiba Ivonne terjatuh saat Ali berusaha membuka pintu apartement.
Akhirnya Ali harus menggendongnya kedalam karena Ivonne ternyata sudah tidak kuat berdiri.
Mau tak mau harum tubuh Ivonne kembali menyeruak kedalam hidung Ali,jiwa kelelakiannya kembali menggelegak tinggi walau telah ditekan sedemikian rupa.
Setelah membaringkan Ivonne ditempat tidur dan melepas high heelsnya Ali berencana pulang ke kontrakannya.
Tapi entah mengapa saat dia berpamitan sambil menyelimuti Ivonne tiba tiba tangan Ivonne menarik tangannya.
"jangan pergiii.....!" ucap Ivonne lirih yang entah dia sadar atau tidak tetapi seolah dia tau kalau Ali akan pulang.
Karena tidak bisa melepaskan akhirnya Ali pun hanya duduk bersandar di tempat tidur sambil memijat pelipisnya menghilangkan rasa mabuk dan menekan jiwa lelakinya.
"gila minuman ini,sangat berat kurasakan!"
""tidak biasanya aku minum sampai seperti ini rasanya padahal tadi cuma sedikit kurasa!"
gumam Ali sambil terus memijat pelipisnya.
"GERRAAAHHH....!"
teriak Ivonne tiba tiba saat menyingkapkan selimutnya,entah disadari atau tidak dia membuka gaunnya saat itu juga.
Ali hanya terkesiap melihat pemandangan didepannya.
*****
teriak Ivonne saat terbangun melihat bercak darah dibawahnya dan menyadari kondisi dirinya saat itu.
Ali pun tersentak kaget mendengarnya membuatnya terbangun saat itu juga.
"apa yang kau lakukan berengsek....???"
teriak Ivonne marah pada Ali.
"aa...a...aku juga tak tau von!" jawab Ali kebingungan.
"setelah melakukannya kau pura pura lupa...?"
"apa begitu kelakuan seorang pria...?"
"aku memang mencintaimu tapi aku tidak menginginkannya sebelum menikah...!"
"cowok berengsek...!" seisi ruangan itu dipenuhi teriakan Ivonne tanpa Ali bisa menyelanya
"tunggu dulu Von..!ini murni kecelakaan...!"
"setelah terjadi kau bilang ini kecelakaan..?"
"kau ingin lepas dari tanggungjawab...?"
"sungguh kau lebih kejam dari apa yang kupikirkan...!" teriak Ivonne lagi semakin menjadi sambil menangis histeris.
"kalau kamu ingin aku tanggungjawab maka baiklah aku akan bertanggungjawab..." kata Ali lesu menyadari kesalahan fatal yang dia lakukan kali ini.
"apa kau memanfaatkanku...?"
"karena aku baik padamu dan kaya lalu kau melakukan semua ini...?"
"brengsek kamu....!!!" kembali teriakan dan tangisan Ivonne mengisi ruangan itu tanpa bisa dicegah.
"lalu maumu apa Von...?"
"kamu bilang aku tidak mau bertanggungjawab,setelah aku menyanggupinya kamu malah menuduhku dengan tuduhanmu yang tidak masuk akal..!"
"coba kamu ingat siapa yang memulai duluan semalam?" kata Ali sedikit meninggi merasa geram dengan tuduhan Ivonne.
Sambil menangis Ivonne coba mengingat kejadian semalam.
Dia membuka selimut...gaun...lalu....
Akhirnya dia melompat dari tempat tidur dan memeluk Ali masih dalam keadaan menangis.
"maafkan aku Ye...!"
__ADS_1
"aku telah menuduhmu seperti itu...!"
Akhirnya Ali memeluk tubuh indah itu sambil megusap rambutnya pelan.
"sudah hentikan tangismu Von! aku telah melakukan kesalahan dan aku akan bertanggungjawab sepenuhnya padamu!"
"tahukah kamu? sejak interviewmu itu entah mengapa aku terlalu takut kehilangan sosokmu Ye!"
"begitukah?" tanya Ali sambil tersenyum bermaksud menggodanya.
"kamu jahat...!" jawabnya sambil mencubit pinggang Ali.
"cepatlah mandi! kita harus berangkat kerja,hari sudah lumayan siang!" kata Ali sedikit panik.
"tidak usah kerja hari ini! perusahaan tidak akan merugi kehilangan kita sehari...! toh itu milik papaku!" kata Ivonne sembari menarik Ali kembali ke tempat tidur.
"lalu...?" tanya Ali bingung.
"kita ulangi lagi,toh sudah terjadi juga..!"
"semalam aku mabuk jadi tidak menikmatinya,aku ingin menikmatinya saat kita sadar Ye....!" bisik Ivonne ditelinganya.
Tanpa disadarinya bibir Ivonne telah menempel dibibirnya,ntah berapa jam mereka arungi berdua hari itu.
***
"kau sudah bangun sayang?" tanya Ivonne melihat pujaan hatinya yang membuka mata sambil mengusap pipi Ali mesra.
"hhmmm!" hanya itu yang keluar dari mulut Ali menyadari Ivonne masih dalam pelukannya sambil membelai rambutnya mesra.
"Yeeee!"
"ya!"
"apakah kamu akan meninggalkanku setelah ini?" tanya Ivonne sambil memainkan jarinya didada Ali.
"aku memang pria miskin Von,tapi aku akan bertanggungjawab sepenuhnya padamu.Bukan sifatku lari dari tanggungjawab asal kau berjanji 1 hal padaku!"
"apa itu?"
"jangan pernah menuntut diluar kemampuanku! asal aku mampu aku akan berikan padamu,bahkan kematianku jika kau pinta akan kuberikan padamu Von!"
"kau memang lelakiku yang hebat Ye,terimakasih atas semuanya!" kata Ivonne sembari kembali mencium Ali.
"aku lapaarrrr!"
"kamu terlalu bersemangat tadi seharian Von!" jawab Ali sambil tersenyum menggoda wanitanya.
"kammuuuu!" kata Ivonne sambil menenggelamkan wajahnya didada Ali malu.
Dari pagi,siang sampai sore suasana di kamar apartement itu dipenuhi kemesraan mereka berdua.
Entah berapa banyak tetes keringat mereka keluarkan walaupun AC sudah menyala sangat dingin.
Hari telah beranjak malam ketika Ali kembali berdiri di balkon menatap kerlip lampu kota kesukaannya masih mengenakan piyama bersama Ivonne dalam pelukannya.
"oh ya dimana dompetmu?" tanya Ivonne saat teringat sesuatu.
"itu ada disaku celana! Kenapa?" tanya Ali heran kenapa mendadak menanyakan dompet.
"sebentar...!" kata Ivonne sambil bergegas kedalam bermaksud mengambil dompet.
"ini foto siapa ye?"tanya Ivonne sambil menunjukkan selembar foto wanita sekembalinya dari dalam.
"oh...foto ibuku...!" jawab Ali singkat.
"cantik sekali...!"
"itu waktu masih muda..sekarang sudah tua..?"
"apa ini bukan foto pacarmu..?"
"apa kamu tidak bisa bedakan foto jaman prasejarah Von..?" jawab Ali mulai kesal.
"iya...iya...aku percaya kok sayang!"
"aku hanya menggodamu saja,jangan marah!" kata Ivonne sambil memeluk Ali.
Setelah memasukkan foto dan beberapa kartu pengenal kembali ketempatnya Ivonne menambahkan 1 ATM warna hitam kedalam dompet.
"ini ATM bisa kamu gunakan sesukamu! mau kau gunakan untuk apapun boleh,kamu mau beli apapun bahkan beli mobilpun tidak masalah!"
"nanti tiap bulan kutambah saldonya,kubagi dari jatah bulananku pemberian papa!"
"kamu boleh gunakan untuk apapun asal jangan kau gunakan untuk keperluan wanita lain selain aku! paham?" kata Ivonne sembari memberikan dompet itu pada Ali.
"itu tidak perlu Von,aku sudah mendapatkan gaji dari bekerja!"
"kurasa itu sudah cukup!" bantah Ali karena tidak enak hati dengan perlakuan Ivonne.
"tidak! sekarang kamu adalah lelakiku! maka aku harus memastikan kebutuhanmu terpenuhi dengan baik tidak kurang suatu apapun! aku tidak mau kamu susah...!" bantah Ivonne lagi.
"baiklah kalau begitu! sepertinya aku harus pulang malam ini Von,sudah 2malam aku tidak pulang,bapak kontrakan tentu mencariku dan mengkhawatirkanku!"
"baiklah...kamu bisa bawa mobilku! besok pagi jemput aku kita berangkat kerja bersama!" kata Ivonne menyetujui.
"tidak perlu Von,aku pulang naik taksi saja...! Lagi pula kalau kita berangkat kerja bersama nanti apa kata orang kantor? aku tidak mau image kamu jatuh gara gara aku!" bantah Ali.
"ta...tapi....!"
"percayalah Von,aku akan menepati janjiku!"
__ADS_1
"baiklah,tapi aku mau lagi sebelum kau pulang sayang!" kata Ivonne sembari berinisiatif mencium lelakinya itu.