
3hari sudah lewat sesuai janjinya pada Ivonne,Ali bingung mencari cara untuk berpamitan pada pak Hendi dan istrinya.
Selain pak Hendi dan istrinya yang baik padanya,dibelakangnya masih ada keluarga om Hendra bersama Mita dan Anya.
Dia tidak lupa darimana dia bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan Ivonne,walau itu dengan usahanya sendiri tetapi semuanya bersumber dari keluarga om Hendra.
Dari mulai info yang diberikan om Hendra,pakaian yang dibelikan Mita dan sepatu yang dibelikan Anya.
Itu semua yang mendukung dia mendapatkan pekerjaan,Ali tidak mau di cap sebagai orang tak tau balas budi karena hubungannya saat ini dengan Ivonne.
Akhirnya Ali memutuskan untuk mencari paman Sean.
Setelah menyusuri jalan rute bus paman Sean,akhirnya ditemukanlah pria sok tua itu ditempat biasanya dia makan.
"beep...beep..."
suara mobil Ali menandakan pintunya telah terkunci.
"alamakkkk...ganteng kali kau bocah!"
"belum sebulan pula kau kerja sudah punya mobil bagus,korupsi kau ya!"cerocos paman Sean begitu menyadari siapa yang menghampirinya.
"ah kau ini paman,benar benar sok dukun!"sanggah Ali sambil menggoda pamannya itu.
"aku masih sayang nyawaku untuk korupsi!"
"hahaha...benar...benar...!" sahut paman Sean sambil tertawa.
"bagaimana kabarmu bocah?"
"semenjak bekerja jarang kali kita bertemu!"
"pantas saja minggu lalu kulihat mobil itu parkir disebelah busku dirumah,ternyata mobilmu itu rupanya,hahaha...!"
"hebat...hebat kau Al...!" cerocos paman Sean lagi tanpa memberi Ali kesempatan menjawab dan menjelaskan.
"aku baik baik saja paman dan itu bukan mobilku tapi punya bosku!" jelas Ali akhirnya setelah paman Sean berhenti bicara.
"kenapa hari ini kau tidak bekerja Al,malah sampai disini pula.?"
"aku ada sedikit masalah paman!"
"masalah apa? Berkelahi lagi kau?"
"atau masalah dengan pekerjaanmu?" lanjutnya.
Tanpa pikir panjang lagi Ali akhirnya menceritakan dilemanya saat ini dari awal mulanya hingga terjadinya permintaan Ivonne.
"alamakkk...betapa rumit kali jalan hidupmu Al!" ucap paman Sean setelah Ali selesai menceritakan semuanya.
"itulah paman,aku tak sanggup berbohong pada orang yang telah baik padaku!"
"kalau kepada bapak dan ibu kontrakan aku bisa bantu membicarakannya,itu tidak masalah!"
"tapi kedua gadismu itu aku yang bingung bagaimana nanti jika suatu saat mereka menanyakanmu!" kata paman Sean lagi yang juga merasa bingung sama halnya seperti Ali.
Setelah beberapa saat bertukar pendapat akhirnya mereka berdua pun menyerahkan masalah Mita dan Anya pada takdir karena memang mereka tidak menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.
Karena hari telah menjelang sore Ali berpamitan kepada pada paman Sean,dia khawatir Ivonne akan kesepian karena di apartement dia hanya sendiri.
"baik baiklah kau disana Al!"
"setelah sukses jangan kau lupakan orang orang yang telah menanam budi padamu!" nasihat paman Sean saat Ali beranjak pergi meninggalkannya.
"tentu paman! dan aku masih mengingat kedua putrimu itu juga,hahaha...!" kata Ali bercanda sambil berlalu pergi.
"ting...tong..."
Sebuah notifikasi masuk di layar hp nya saat Ali hendak menjalankan mobilnya,segera dia memeriksanya khawatir Ivonne mengirim pesan.
"gajiku sudah masuk kerekening rupanya!"
"aku harus membelikan Ivonne sesuatu dengan gaji pertama yang kuterima ini!" gumamnya saat mengetahui bahwa notifikasi tersebut adalah pemberitahuan dari bank bahwa gajinya sudah ditransfer ke rekening oleh perusahaan.
Ali pun menjalankan mobilnya ke arah SunSky mall sambil memikirkan bentuk hadiah yang akan dibelikannya untuk Ivonne,walau saat tiba di SunSky Ali belum sempat terpikir hendak membeli apapun untuk Ivonne tetapi dia tetap memasuki mall tersebut.
Setelah beberapa saat berkeliling akhirnya Ali tertarik untuk memasuki sebuah toko perhiasan yang menampilkan beberapa produk elegan di etalasenya.
"silahkan tuan! ada yang bisa saya bantu..?" sapa seorang pelayan toko ramah.
Walaupun ada beberapa pelayan toko yang kelihatan hanya berdiri disamping etalase karena memang sepi pengunjung tetapi hanya 1 orang saja yang menyambut Ali saat itu.
"eh ya nona,saya mau cari cincin sederhana tetapi limited edition! ada?" tanya Ali kemudian kepada pelayan toko tersebut.
"oh ada banyak tuan!mari!" kata pelayan ramah itu mengajak Ali ke salah satu etalase yang menyimpan koleksi tersebut.
Ali diberikan 3 pilihan untuk dilihat,tetapi semuanya tidak ada yang menarik dan harganya masih terlalu murah menurutnya.
"coba lihat yang ini nona!" kata Ali sambil menunjuk salah satu cincin didepannya.
Tetapi saat akan mengambil cincin yang ditunjuk Ali dari dalam etalase tiba tiba salah seorang pelayan toko lainnya mendekat.
"hei kamu masih baru jangan melayani pelanggan,lebih baik selesaikan saja pembukuan ini!" perintahnya sambil meletakkan setumpuk berkas di meja sebelah etalase tersebut.
"biar pelanggan ini aku yang handle!" lanjutnya.
"mau yang mana tuan?" tanya pelayan toko yang baru datang tersebut kepada Ali.
"yang ini nona!" tunjuk Ali pada cincin yang di inginkannya tadi.
Setelah Ali menerima barang tersebut dan dinilainya masih kurang bagus akhirnya Ali minta diperlihatkan cincin yang lain.
Karena masih belum cocok lagi Ali pun minta diperlihatkan yang lain lagi hingga beberapa kali.
Pelayan toko yang melayani Ali pada awalnya berusaha ramah karena ingin mendapatkan pelanggan mulai terlihat kesal karena Ali belum jadi membeli juga setelah beberapa kali memilih cincin.
__ADS_1
"sebenarnya kamu mau beli atau cuma lihat saja sih?" tanya pelayan toko itu terlihat kesal.
"saya mau beli nona tapi belum ada yang cocok!" jawab Ali sopan.
"yakin kau punya uang?" lanjutnya.
"bukan masalah punya uang atau tidak,tetapi pembeli adalah raja!"
"kalau belum ada yang cocok ya harus dilayani dengan baik sampai mendapatkan barang yang diinginkan!"
"kalau aku mau seluruh cincin yang ada di etalase ini bahkan bisa aku beli!" kata Ali lagi terlihat mulai kesal.
Pelayan toko yang pertama kali melayani Ali tadi hanya mengacungkan jempol kanannya pada Ali sambil tersenyum mendengar jawaban tersebut.
"kalau tidak punya uang jangan sok mau beli! malu sendiri jadinya nanti!" tambah pelayan toko didepannya menghina Ali
"kauuu....!" kata Ali setengah berteriak menahan geram.
Saat itu seorang wanita setengah baya yang sedang melintas tertarik untuk mendekati kericuhan tersebut.
"ada apa Laura?"
"kenapa ribut ribut begitu?" tanya wanita tersebut pada pelayan toko yang melayani Ali.
"eh anu,..tuan ini daritadi hanya melihat lihat tetapi katanya belum ada yang cocok nyonya.!"
"padahal sudah hampir 15 cincin saya perlihatkan padanya!"
"bahkan dia bilang sanggup membeli semua yang ada di etalase ini tetapi cincinnya tidak ada yang bagus!" kata pelayan toko itu menjelaskan sedikit memprovokasi.
"maaf tuan! saya pemilik toko ini!" kata wanita itu pada Ali.
"jadi bagaimana? apakah tuan akan membeli atau tidak?" tanyanya kemudian.
"kalau anda juga tidak percaya silahkan anda cek saldo kartu atm saya,apakah saya punya kemampuan untuk membeli atau tidak!" kata Ali sedikit kesal sembari memberikan ATM yang diperolehnya dari Ivonne.
Ali cukup yakin bahwa saldo atm tersebut cukup lumayan banyak karena saat memberikannya Ivonne sempat menawarinya untuk membeli mobil.
"coba kamu cek Dewi!" kata pemilik toko kepada pelayan toko satunya lagi.
"bagaimana nona?" tanya Ali pada pelayan toko yang memegang mesin pembaca setelah selesai memasukkan pin ATM.
"sebentar tuan!"
"lima ratus...lima juta...limapuluh juta...limaratus juta...!" pelayan toko tersebut membaca angka nol dibelakang kepala lima tetapi berhenti di limaratus juta lalu tidak diteruskan lagi karena masih ada 3 digit nol lagi dibelakangnya.
Lalu layar mesin pembaca ditunjukan pada Ali karena dia tidak berani untuk meneruskan membacanya.
"masih lumayan!" kata Ali menutupi keterkejutannya.
Jangankan pelayan toko itu,Ali pun sebagai pemegang rekening sangat terkejut dengan nominal yang tertera disana (536milyar) tetapi dia berusaha menutupi keterkejutannya tersebut.
Pemilik toko itupun terkejut melihat saldo yang tertera.
"jangankan 1 etalase,seluruh toko dibelinya pun saldo itu tidak akan berkurang banyak!" gumamnya dalam hati.
"baiklah,tetapi saya minta oleh nona yang bernama Dewi itu saja karena dari awal dia yang melayani saya! Lagipula nona laura ini kurang belajar etika,saya tidak suka!" kaca Ali sambil melirik pelayan toko yang bernama Laura itu.
"baiklah tuan! silahkan!"
"Dewi kamu layani tuan ini dengan baik,jangan mengecewakannya!"
"Laura kamu temui saya di ruangan saya! sekarang...!" kata pemilik toko tersebut memberi perintah pada keduanya.
"baik nyonya!" jawab keduanya serempak.
Setelah mendapatkan barang yang sesuai dengan seleranya dan tidak melebihi dari jumlah gajinya Ali pun bergegas kembali ke apartement.
Sebenarnya masih banyak cincin yang lebih mewah ditoko tadi,tetapi Ali hanya ingin menggunakan uang dari hasil gajinya untuk membelikan hadiah Ivonne.
Walau saldo dari ATM yang diberikan Ivonne lebih dari cukup tetapi Ali tidak ingin menggunakannya sama sekali kalau tidak sangat mendesak.
Hari sudah menjelang malam saat Ali keluar dari SunSky mall disebabkan terlalu lama berdebat dengan pelayan toko tadi.
"huhh...Ivonne pasti marah aku pergi dari pagi tanpa pamit pula!" gumam Ali karena menyadari terlalu lama dia meninggalkan Ivonne.
***
"Vonnn...aku pulang..!" teriak Ali begitu memasuki apartement sambil membawa tas ransel miliknya dan beberapa potong pakaian ditangannya.
Ivonne yang sedang berdiri di balkon mamakai piyama sambil memandang kerlip lampu kota didepannya hanya diam acuh tak acuh.
"kenapa kamu Von.? marah?" tanya Ali sambil merapikan pakian yang dibawanya kedalam almari yang telah disiapkan Ivonne beberapa hari lalu.
"kamu kemana saja seharian Ye?" tanya Ivonne akhirnya.
"aku mengambil pakaian dikontrakan dan ada beberapa hal yang harus kuselesaikan!" jawab Ali masih merapikan pakaiannya.
"lalu...?" selidik Ivonne kemudian.
"bertemu beberapa orang!" jawab Ali singkat.
"perempuan juga?"
"yang terakhir iya!"
"cantik?"
"iya!"
"kerja dimana?"
"pelayan toko!" jawab Ali singkat masih bermaksud menggoda Ivonne tanpa menjelaskannya.
"apa aku masih kurang cantik bagimu Ye?" tanya Ivonne terdengar mulai seperti akan menangis.
__ADS_1
"apa aku masih kurang kaya?"
"apa aku masih yang kuberikan padamu?"
"apa masih kurang......"
Kalimat Ivonne terhenti tatkala Ali memeluknya dari belakang sembari mencium pipinya.
"kamu masih kurang ini Von!" bisik Ali ditelinganya sambil menunjukkan sebuah kotak merah ke depannya.
"apa ini?"
"bukalah Von...!"
Perlahan Ivonne membuka kotak merah didepannya.
"Ye...ini...ini...?" kata Ivonne tergagap setelah melihat isi kotak kecil didepannya.
"ya aku membelikannya untukmu Von!"
"kamu suka?"
"ya aku sangat menyukainya Ye!" kata Ivonne gembira.
"menghabiskan hampir 4jam aku untuk menemukan cincin ini Von!"
"jika dibandingkan dengan isi saldo ATM yang kau berikan padaku ini tak seberapa harganya!"
"tapi ini uang hasil keringatku Von!"
"gaji pertamaku seluruhnya kubelikan cincin ini,aku ingin kamu memilikinya!"
"kuharap kamu menyukainya Von!" ucap Ali sambil memasangkan cincin itu ditangan Ivonne.
Ivonne terharu mendengar kalimat yang keluar dari mulut lelakinya itu.
Pria yang ditemuinya pertama kali saat interview itu telah menghancurkan pintu hatinya yang telah ia jaga selama ini.
"terima kasih Ye!" ucap Ivonne lalu mencium bibir Ali.
"kamu sungguh lelaki hebatku!"
"sebenarnya aku tidak menginginkan hadiah apapun darimu!"
"kehadiranmu disisiku sudah menjadi hadiah terindah dalam hidup ini Ye...!"
"hanya kamu seorang yang mampu membuatku jatuh bangun untuk merindukanmu!"
"aku tidak akan pernah menyesal memberikan hatiku padamu!"
"aku sungguh sangat bahagia hari ini!"
akhirnya tangis Ivonne pecah dipelukan Ali.
Ali hanya bisa balas memeluk wanitanya itu berusaha menenangkannya.Entah bagaimana nanti dia akan menjalaninya nanti belum terpikirkan.
Yang jelas saat ini ada Ivonne disisnya yang harus selalu dijaganya.Wanita singa yang ditemuinya waktu itu kini berubah seolah seperti bayi didepannya.
Menginginkan banyak cinta dan kehadiran sosoknya dalam hidup ini.
"sudah Von...jangan menangis lagi!" kata Ali sambil mengusap rambut harum didepannya.
"aku menangis bahagia apa tidak boleh?" balas Ivonne sambil mempererat pelukannya.
"boleh...tapi kalau kelamaan nanti cantikmu hilang!" goda Ali kemudian.
"apa sekarang aku tidak cantik?" timpal Ivonne merajuk.
"cantik...sangat cantik!"
"bahkan seandainya tercipta seribu wanita lagi untukku kamu akan tetap menjadi yang tercantik!"
"gomballll....!"
"sejak kapan kamu pandai merayu Ye?"
"sudah...sudah....! aku lapar Von,sedari pagi aku belum makan!"
"lapar nasi atau lapar yang itu?" tanya Ivonne menggoda sambil tersenyum.
"yang itu nanti saja,aku benar benar lapar saat ini!" ucap Ali sambil mencubit hidung Ivonne yang masih ingin bermanja manja.
Malam itu Ivonne sungguh merasa bahagia,lelaki pujaannya akan selalu ada disampingnya mulai saat ini.
Entah itu siang ataupun malam dia akan ada disisinya ditambah sebuah cincin yang diberikannya malam itu membuatnya semakin lengkap hidupnya.
"Yee...!" ucap Ivonne manja dalam pelukan Ali setelah mereka menyelesaikan beberapa pertarungan sengit.
"ya..." jawab Ali pelan
"walau kita belum menikah tapi kita sudah hidup bersama!"
"kurang enak rasanya kalau kita tetap saling memanggil nama!"
"lalu?"
"kita panggil mama papa saja ya?"
"terserah kamu saja! asal kamu senang,toh aku tidak akan bisa lepas dari macan betina ini!"
"kokkk...macan?"
"iya mama cantik!"
"hahh...hhhrrrrmmmm..."
__ADS_1
Malam itu juga seluruh akun medsos Ivonne berubah profil yang tadinya berupa lambang taekwondo menjadi foto Ivonne sedang mencium lelakinya dengan background tangannya yang memakai cincin pemberian Ali.