Perjalanan Berandal Pujaan

Perjalanan Berandal Pujaan
Bab.20 CEO Muda Datang


__ADS_3

Seperginya Ali dan John dari markas Pedro,mereka mengelilingi kota Metrohills untuk melihat suasana kota yang baru dimasukinnya beberapa hari lalu.


Pos pos dimana pasukan mereka ditempatkan tak lupa mereka singgahi untuk memberikan instruksi instruksi baru pada mereka.Terlalu banyak pekerjaan yang tertunda beberapa bulan ini karena gerakan bawah tanah yang mereka selidiki sangat licin membuat mereka sangat minim dalam mendapatkan informasi.


Setelah sampai tengah malam mereka berputar putar akhirnya Ali memutuskan kembali ke hotel untuk beristirahat karena esok pagi harus menjalankan rencananya di perusahaan.


***


Seorang pemuda berpakaian setelan hitam putih memasuki lobby kantor Algaritma Grup cabang MetroHills.


Ali yang pagi itu tidak meminta John mendampinginya sengaja berpakaian biasa saja tanpa mengenakan jas karena tidak ingin terlihat mencolok.


"selamat pagi dek! apakah sudah ada janji?" sapa seorang security yang menjaga pintu lobby.


"sudah pak!" jawab Ali singkat.


"baiklah! silahkan masuk!" ucap security tersebut mempersilahkan Ali masuk.


"terima kasih pak!" jawab Ali sambil berjalan masuk.


"ternyata masih ada yang kompeten dengan pekerjaannya!" ujar Ali dalam hati.


Ali yang melihat suasana disekelilingnya masih terlihat lengang walaupun hari telah beranjak siang akhirnya memutuskan untuk duduk dulu di kursi lobby.


Hanya beberapa karyawan rendahan yang kelihatan hilir mudik pagi itu dan beberapa OB yang sedang mengepel lantai,bahkan bagian resepsionis pun belum menampakkan batang hidungnya.


Beberapa saat kemudian mulai terlihat beberapa orang masuk yang tidak mempedulikan kehadiran Ali disana.


Dilihat dari cara berpakaiannya mungkin mereka adalah beberapa kepala divisi atau sejajar.


"selamat pagi tuan!"


Ali menoleh kearah suara itu berasal,disana terlihat security yang tadi menyapanya sedang membungkuk pada seorang pria setengah umur yang didampingi seorang wanita muda yang lumayan cantik.


Ternyata wanita tadi adalah resepsionis diperusahaan itu,Ali mengetahuinya setelah wanita itu menempati meja resepsionis yang ada diruangan itu.


Setelah beberapa saat tidak ada lagi orang yang masuk Ali berinisiatif mendekati resepsionis itu.


"nona apakah seperti itu cara kerja disini?" tanya Ali pada resepsionis itu yang dilihatnya sedang memainkan hp ditangannya.


"siapa kamu ? Cerewet sekali!" jawab wanita itu ketus.


"tidak masalah siapa saya! saya hanya bertanya saja!" jawab Ali dengan santainya.


"baru mau melamar kerja saja sudah sok ngurusi orang lain! urus saja urusanmu sendiri dan pastikan bisa bekerja!" balas wanita tersebut angkuh.


Ali hanya tersenyum menanggapinya.


"apa begitu sikap resepsionis pada seorang tamu nona? bagaimana jika kulaporkan pada atasanmu?" tanya Ali kemudian sambil tersenyum mengejeknya.


"KAUUU....! security segera keluarkan orang ini dari sini!" teriak wanita itu lagi memerintah kepada security di pintu masuk.


Saat itu pria yang tadi datang bersama wanita didepan Ali itu kebetulan lewat dan segera menghampiri mereka melihat keributan tersebut.


"ada apa Sherly? kenapa berteriak seperti itu?" tanya pria tersebut.


"anak ini kurang ajar sekali padaku!" jawab wanita yang ternyata bernama Sherly tersebut.


"hei...siapa kau berani bersikap kurang ajar pada pacarku!" bentak pria tersebut pada Ali.


"dek jangan membuat keributan disini!" si security menambahinya.


Security yang baru saja datang tersebut mendekati Ali dan hendak memegang tangannya,tetapi Ali menghindarinya sambil memberi tanda supaya security tersebut berhenti melakukan usahanya.


"tenang pak,saya akan pergi sendiri setelah urusan saya disini selesai!" ucapnya kepada security


"oh ya tuan,dengan siapa saya bicara?" lanjut Ali bertanya kini kepada pria yang mengaku pacar Sherly tersebut.


"aku Ryan wakil CEO disini! hahaha..!" ucapnya dengan bangga.

__ADS_1


Ali segera mengambil hp dari sakunya dan terlihat menelefon seseorang dan agak menyingkir dari hadapan mereka.


"pa aku sudah diperusahaan! kelihatannya memang perusahaan dihuni oleh beberapa manusia tidak tau diri,sekarang aku sedang berhadapan dengan salah satunya tetapi dia tidak mengetahui siapa aku!" ucap Ali ditelefon.


"benarkah..? Siapa dia..?" tanya suara diseberang telefon yang ternyata adalah Leon ayah mertua Ali sekaligus CEO Algaritma grup.


"dia Ryan pa!" jawab Ali memberitahu.


"berikan hp mu padanya! biar papa bicara!" perintah Leon dari seberang telefon.


"tuan Ryan ada seseorang yang ingin bicara dengan anda!" ucap Ali kepada Ryan sambil memberikan hp nya.


"siapa dia? Berani sekali berbicara padaku!" balasnya sombong sambil merebut hp dari tangan Ali dengan kasar.


Ali hanya tersenyum penuh kemenangan melihat raut wajah Ryan yang berubah drastis setelah menerima telefon tersebut.


Sikap sombong yang tadi masih dimilikinya kini hilang dalam sekejap,kakinya gemetar menatap Ali yang berdiri didepannya itu.


"kini kau tau siapa aku!" ucap Ali pada Ryan.


"ma...ma...maafkan aku tu..tuan..!" ucap Ryan sambil memberikan kembali hp Ali dengan kedua tangannya.


"Sherly segera kumpulkan seluruh manager dan kepala divisi beserta wakilnya,suruh mereka ke ruang meeting,kuberi kau waktu 15menit!" perintah Ali kepada Sherly yang berdiri disampingny


Sherly dan security yang ada disana masih tidak mengetahui kejadian sebenarnya,mereka berdiri terdiam melihat kejadian itu berbalik 180° dari beberapa saat lalu.


Mereka terheran heran melihat perubahan sikap Ryan yang mendadak pucat pasi dihadapan mereka,melihat sikap Ryan ini mereka sedikit memahami bahwa sebenarnya pemuda tadi bukanlah seseorang yang bisa mereka provokasi.


"siapa dia sebenarnya dia tuan?"


"mengapa anda mendadak diam saja melihat tingkahnya?" tanya security itu pada Ryan.


"di..dia menantu tuan Leon sekaligus CEO baru Algaritma grup!" jawab Ryan tergugup.


"sial kenapa tadi aku memprovokasinya! Kalau tau dia CEO Algaritma grup tentunya aku akan bermanis manis padanya!" batin Sherly.


"hahaha...kamu sekarang CEO muda Algaritma grup Al! kenapa tanya papa?"


"kamu bisa melakukan apapun disana,semua keputusan ada ditanganmu! papa percaya kamu bisa melakukan yang terbaik!" jawab Leon dari seberang telfon sambil masih tertawa.


"baiklah pa! aku sudahi dulu pembicaraan kita kalau begitu,masih ada yang perlu kukerjakan!" balas Ali kemudian.


Setelah menutup panggilan dengan Leon,Ali pun menelefon Zack untuk menyiapkan semua berkas bukti penggelapan dana perusahaan dan menyuruhnya membawa ke ruang meeting 30menit kemudian.


Setelah semuanya berkumpul diruang meeting sesuai permintaan Ali,dia menatap wajah wajah itu satu persatu.


"baiklah...perkenalkan saya Ali Cheung!"


"CEO muda dari Algaritma Grup!" ucap Ali memperkenalkan diri untuk membuka pertemuan itu.Dia diam sejenak saat tepuk tangan para manager didepannya terdengar.


"pertama tama saya ucapkan terima kasih atas kesediaan kalian bertemu saya pagi ini disela kesibukan kalian tentunya!"


"saya juga mengucapkan terima kasih atas semua kerja keras kalian,dedikasi kalian pada Algaritma Grup hingga mencapai posisi seperti sekarang ini!"


"tanpa kerja keras kalian tentunya masih stagnan diposisi yang tidak menguntungkan!"


Kembali tepuk tangan riuh terdengar diruangan itu.


"tetapi dengan amat menyesal seluruh karyawan diruangan ini akan kami rumahkan hingga batas waktu yang tidak bisa kami tentukan tanpa menerima gaji!"


Suasana didalam ruangan itu mendadak hening mendengar ucapan Ali tersebut.


"dirumahkan hingga batas tak tertentu tanpa digaji berarti sama saja dipecat!" itu yang ada di isi kepala semua orang diruangan itu.


"Ali...! jangan mentang mentang CEO baru lalu kamu bisa seenaknya seperti itu!"


"aku juga pemegang saham diperusahaan ini!" teriak Ryan tidak terima.


"tuan Ryan...saham perusahaan ini 60% adalah milik tuan Leon yang telah dialihkan kepada saya,20% adalah milik Ivone istri saya yang berarti kepemilikan 80% adalah milik saya! apakah anda yang hanya memiliki saham 2% bisa mengintervensi keputusan saya?" tanya Ali mengejek pada Ryan.

__ADS_1


"walaupun hanya 2% tapi aku juga pemegang saham diperusahaan ini!" teriak Ryan lagi membantah Ali.


"kalau tuan tidak terima dengan keputusan saya maka silahkan jual saja saham anda kepada saya!" ucap Ali lagi.


"apa kesalahanku? Aku sudah memajukan perusahaan ini sedemikian rupa hingga menduduki posisi puncak seperti ini kenapa malah dipecat? Dasar tak tau terima kasih!"kembali Ryan berteriak karena masih tidak terima karena dengan dipecatnya dia maka akan hilang pemasukan yang dia andalkan selama ini,Ryan tidak mau ini terjadi.


"memajukan katamu? dengan menggelapkan uang perusahaan?"


"sungguh bijaksana dirimu Ryan!" ucap Ali yang sudah tidak berbasa basi lagi saat ini.


"kauuu...! apa buktinya aku melakukan penggelapan? jangan asal bicara kamu..! Akan kuadukan ke polisi karena mencemarkan nama baikku! hahaha...!" ucap Ryan bangga karena merasa menang.


dalam pikirannya Ali yang baru datang hari ini ke perusahaan mana mungkin memiliki bukti dan begitu melaporkan Ali ke polisi dia akan mendapatkan uang dari Ali itu.


Ali kemudian memberi kode kepada Zack yang telah masuk keruangan itu dan berdiri disamping pintu sesuai perintah Ali sebelumnya.


Zack akhirnya mendekati Ali lalu menyerahkan beberapa berkas dan file hasil rekaman cctv bukti kecurangan mereka.


"kau ingin bukti Ryan? ini buktinya!" ucap Ali sambil melempar dokumen dokumen itu ke atas meja meeting.


"kalau masih kurang ini ada lagi!" ucap Ali sambil menyalakan proyektor diruangan itu.


Tak berapa lama tampilah beberapa adegan yang salah satunya memperlihatkan Ryan sedang memerintah beberapa karyawan memasukan barang milik perusahaan kedalam mobil pribadi.


Melihat semua yang terpampang didepannya maka Ryan hanya bisa terduduk lesu tak berdaya.


"zack panggil polisi yang tadi kau hubungi,bawa Ryan sekarang juga! Aku sudah muak melihatnya!" perintah Ali pada Zack.


"untuk yang lainnya karena perusahaan ini sudah tidak membutuhkan anda maka silahkan pulang!" perintah Ali pada semua orang didalam ruangan itu.


Ali sengaja hanya memperkarakan Ryan karena memang Ryan adalah dalang dari semua penggelapan itu dan menurut laporan yang ada hampir 90% masuk kekantong pribadinya.


"Zack,dari karyawan yang aku pecat tadi evaluasi lagi beberapa yang sekiranya masih berkompeten.Asal mereka mau merubah kelakuannnya pekerjakan lagi tidak masalah,kita tidak mungkin merekrut begitu banyak karyawan baru untuk menggantikan yang aku pecat tadi!" perintah Ali pada Zack lagi karena setelah dia berpikir ulang akan sangat tidak efisien mempekerjakan karyawan baru yang begitu banyak dan belum memahami seluk beluk perusahaan.


"siap tuan!" jawab Zack menyanggupinya.


"jangan terlalu formal padaku,aku tidak suka! panggil saja seperti biasanya!" ucap Ali.


"baik kak Al!"


"selanjutnya kamu kuangkat menjadi wakilku diperusahaan ini Zack,segala sesuatunya kuserahkan padamu!"


"ta...tapi kak Al..!"


"tidak ada tapi tapian Zack,aku tau kamu orang yang cukup berkompeten dan mempunyai kredibilitas!"


"aku percaya kamu mampu!"ucap Ali pada Zack meyakinkannya.


"baiklah kak,akan kulakukan sebaik baiknya!" jawab Zack sambil membungkuk memberi hormat.


"baiklah,segala sesuatunya kuserahkan padamu Zack,aku masih ada sedikit urusan diluar jadi harus pergi dulu!" ucap berpamitan.


"oh ya Zack! carikan aku seorang sekretaris untuk menghandle segala urusanku saat aku tidak ada!" kembali Ali memberi perintah sebelum akhirnya dia menutup pintu tanpa memberi kesempatan Zack untuk menjawabnya.


Zack yang masih ada didalam ruangan hanya bisa mendesah lega akhirnya permasalahan di perusahaan ini terselesaikan.


Terlepas dari ditolongnya dia oleh Ali waktu itu,dia telah berjanji pada tuan Leon untuk mengabdi diperusahaan itu sebaik mungkin karena pada saat dia melamar kerja oleh tuan Leon waktu itu dia sedang membutuhkan uang untuk biaya berobat jalan ibunya.


Sebagai balas budi maka dia berjanji pada tuan Leon akan bekerja sebaik mungkin untuknya.


Ali yang telah berada diluar lobby segera menelefon John untuk menjemputnya,tak disadarinya sepasang mata memandanginya dari seberang jalan dimana dia berada.


Pemilik sepasang mata itu adalah seorang gadis berambut hitam sebahu


"kak Al..? apa aku bermimpi? tapi aku yakin itu kak Al! gumam gadis itu.


Namun sayang saat dia hendak menyeberang jalan sebuah truk menghalangi pandangannya hingga tak mengetahui saat itu Ali telah pergi dijemput oleh John.


"dimana dia? tapi bukankah dia kerja di Mountiles? tapi aku juga yakin itu tadi kak Al! apakah aku berhalusinasi..?" gumamnya saat truk sudah lewat dan menyadari Ali sudah tak ada ditempat semula.

__ADS_1


__ADS_2